Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Mengenal Nama-Nama Lain dari Bulan Ramadhan

Sumber: istockphoto.com

Bulan Ramadhan adalah bulan kesembilan dalam kalender Hijriyah, yang diangap sebagai bulan suci bagi umat Muslim di seluruh dunia. Pada bulan ini, umat Muslim diwajibkan untuk berpuasa selama sebulan penuh, yaitu menahan diri dari nafsu, makan, dan minum dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Ramadhan sendiri identik dengan bulan yang penuh dengan cuaca yang cukup panas dan terik.  Ramadhan juga identik dengan nama-nam lain yang lazim untuk dinisbatkan kepadanya. Nama-nama lain yang lazim dinisbatkan kepada bulan Ramadhan juga bisa memberikan hikmah dan arahan bagi manusia dalam memaknai dan mengisi bulan Ramadhan.

Syahrul Mubarak (Bulan Barakah)

Disebut sebagai syahrul Mubarak karena memang banyak kebaikan dan keberkahan yang bisa kita dapatkan di bulan ini. Baik itu kebaikan yang bersifat untuk diri sendiri, ataupun kebaikan yang bersifat sosial dan bermanfaat bagi orang lain.

Barakah secara bahasa artinya adalah tetap adanya kebaikan akan suatu hal, atau bertambahnya kebaikan akan sesuatu hal. Kebaikan yang dimaksud ada yang bersifat indrawi (fisik), dan ada juga yang bersifat maknawi (perasaan dan kebahagiaan). Ada yang bersifat duniawi untuk kebaikan duniawi, dan ada juga yang bersifat ukhrawi untuk kebaikan akhirat kelak.

Contoh keberkahan bagi diri sendiri adalah bulan ini sebagai kesempatan kita untuk menempa diri. Kesempatan untuk berubah menjadi sosok yang lebih baik, mendapatkan ampunan dari Allah Swt. Keberkahan bagi orang lain adalah seperti adanya zakat fitrah di akhir Ramadhan. Contoh dari Rasulullah agar senantiasa bersifat dermawan kepada orang lain pada bulan Ramadhan, melebihi kebaikan yang diberikan pada bulan-bulan lainnya.

Baca Juga  Al-Ghazali: Dari Berkarya Hingga Mengkritik (1)

Selain itu, keberkahan bulan Ramadhan juga terletak pada keberadaan malam Lailatul Qadr pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Nilai kebaikan pada waktu malam Lailatul Qadr itu bernilai lebih baik dari 1000 bulan. Ini adalah suatu keberkahan amalan dan ibadah guna persiapan timbangan amal kita di akhirat kelak, yang tidak diberikan kecuali bagi umat Nabi Muhammad Saw saja.

Syahrul Qur’an (Bulan al-Qur’an)

Al-Qur’an pertama kali diturunkan di langit dunia pada bulan Ramadhan, dan untuk selanjutnya disampaikan secara berangsur-angsur kepada Rasulullah Saw selama 22 tahun 2 bulan 2 minggu. Keterangan bahwa al-Qur’an pertama kali diturunkan di langit dunia pada bulan Ramadhan itu, dijelaskan dalam surat al-Baqarah ayat 185:

﴿شَهۡرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِيٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلۡقُرۡءَانُ هُدٗى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَٰتٖ مِّنَ ٱلۡهُدَىٰ وَٱلۡفُرۡقَانِۚ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ ٱلشَّهۡرَ فَلۡيَصُمۡهُۖ  ١٨٥﴾

(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya ditirunkan (permulaan) al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barang siapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah.

Selain itu diriwayatkan dari banyak kalangan salaf, untuk memperbanyak membaca al-Qur’an dan mengkhatamkannya di bulan Ramadhan; karena balasan (pahala) akan dilipatgandakan pula.

Syahrul Maghfirah (Bulan Ampunan)

Ini sebagaimana hadis shahih Riwayat Bukhari Muslim, barang siapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan ;dikarenakan keimanan dan mengharapkan pahala dari Allah Swt, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Sebagaimana hadis berikut:

من صام رمضان إيمانا و إحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه

Di hadist lain pula, bahwasanya Rasulullah Saw bersabda:

Shalat lima waktu, hari Jumat sampai hari Jumat berikutnya, bula Ramadhan sampai bulan Ramadhan berikutnya merupakan penghapus dosa antara waktu-waktu tersebut, selama tidak mengerjakan dosa-dosa besar” (HR. Muslim)

Baca Juga  Melihat Kemajuan Peradaban Islam di Andalusia (1)

Bahkan karena sangat pentingnya mendapatkan ampunan Allah di bulan Ramadhan, Rasulullah Saw sampai mengamini doa malaikat Jibril As bagi orang yang tidak mendapatkan ampunan di bulan Ramadhan. Padahal ampunan Allah sangatlah mudah didapatkan pada bulan tersebut.

Syahrul Shabr (Bulan Kesabaran)

Selama bulan puasa, kita dididik untuk berlaku sabar terhadap berbagai macam permasalahan. Bahkan, Rasulullah mengajarkan jika ada orang yang mencela dan menganggu, maka hendaklah mengatakan: “Sesungguhnya aku sedang berpuasa” dan bersabar tidak melayani gangguannya. Bahwasanya Rasulullah Saw pernah bersabda:

و الصيام جٌنة و إذا كان يوم صوم أحدكم فلا يَرفُث و لا يَصخَب فإن سابه أحد أو قاتله فَليقُل إنى أمرؤ صائم

Puasa itu adalah perisai, jika salah seorang dari kalian sedang berpuasa, maka janganlah mengucapkan ucapan kotor, dan jangan pula bertindak bodoh. Jika ada seseorang yang mencelanya atau menganggunya, hendaklah mengucapkan: Sesungguhnya aku sedang berpuasa.” *(HR. Bukhari)

Syahrul Qiyam (Bulan Berdirinya Amalan Sholat)

Berdiri untuk melakukan shalat dalam hal ini yang dimaksud adalah shalat malam di bulan Ramadhan. Atau yang lebih dikenal dengan nama shalat tarawih. Sudah cukup banyak Riwayat yang menrangkan bahwa Rasulullah Saw dan para sahabat itu biasa melakukan shalat tarawih hingga semalam suntuk pada bulan Ramadhan.

Bulan Ramadhan menggairahkan umat Islam untuk menjalankan amalan orang-orang shaleh. Seperti shalat malam dan membaca al-Qur’an dengan benar di malam itu. Di bulan Ramadhan, Kitabullah mengisyaratkan bahwa untuk mendapatkan ketinggian derajatnya setiap mukmin sangat dianjurkan shalat tarawih dan witir agar di luar Ramadhan dia terbiasa mengamalkan Qiyamul Lail.

Editor: An-Najmi