Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Makna Sabar dalam Hadis: Bersabar atas Musibah

Hadis sabar
Gambar: republika.co.id

Pendahuluan

Manusia hidup memiliki tujuan dan inti tujuannya adalah selamat dan bahagia di dunia dan akhirat. Untuk sampai pada tujuan tersebut tentu saja manusia membutuhkan kekuatan jasmani dan ruhani. Namun banyak yang bertanya mengapa untuk menuju pencapaian tujuan hidup sukses sangat berat dirasakan? Hal ini karena kesuksesan adalah sesuatu yang sangat berharga, dan setiap yang berharga pada hakikatnya tidak mudah untuk mendapatkannya.

Dalam setiap usaha manusia mungkin saja menghadapi kegagalan. Dalam konteks ini manusia dituntut untuk bersabar dan memandang kegagalan tersebut sebagai pelajaran berharga untuk lebih ber-muhasabah sehingga menemukan strategi pencapaian yang lebih baik. Ada baiknya juga mencontoh orang-orang bijak dalam menyikapi kegagalan.

Orang-orang bijak akan melihat sinar matahari segera menembus setiap mendung dan menyadari bahwa di balik setiap kemalangan dan penderitaan terdapat kebahagiaan yang mereka rindukan”.

Dengan kesabaran dan juga akal yang cerdas, segala tujuan akan menjadi gambaran yang nyata bagi manusia. Namun demikian apapun kecerdasan yang dimiliki oleh manusia terkadang menjadi tidak berarti ketika manusia kurang mampu mensinergikan kekuatan atau potensi tersebut. Banyak kasus manusia cerdas namun tidak sedikit dari mereka yang kurang sukses dalam mewujudkan mimpi-mimpinya. Jika ditelaah lebih dalam konsep sabar sungguh menjadi penentu dalam segala tujuan hidup manusia melalui pencapaian mencapai tujuan

Pengertian Sabar

Kata صبر adalah bentuk masdar dari fi’il madhi yang berarti menahan. Sedangkan menurut istilah, sabar bermakna habs al-nafs ‘ala mayaqtadihi al-‘aql wa al-syar ‘amma yaqtadiyani habsaha ‘anhu. Artinya mengendalikan jiwa menurut tuntunan akal dan agama, atau menahan diri dari apa yang dikehendaki oleh keduanya.

Baca Juga  Mengenal Mufassir Fakhruddin Al-Razi Dan Kitab Tafsirnya (2)

Sabar mempunyai tiga unsur, yaitu ilmu, hal, dan amal. Yang dimaksud ilmu itu adalah pengetahuan atau kesadaran bahwa sabar itu memberi manfaat bagi seseorang dalam menghadapi segala masalah kehidupan. Pengetahuan yang demikian seterusnya menjadi milik hati. Keadaan hati yang memiliki pengetahuan demikian disebut hal. Kemudian hal tersebut terwujud dalam tingkah laku. Terwujudnya hal dalam tingkah laku disebut amal.

Sabar dalam makna yang luas mencakup tiga hal, yakni. Pertama, sabar dalam melaksanakan perintah atau ketaatan kepaa allah. Kedua, sabar menjauhi dosa dan maksiat. Ketiga, sabar terhadap cobaan atau ujian Allah.

  • Sabar dalam melaksakan perintah Allah

Sabar dalam melaksanakan perintah allah juga bermakna tetap berpegang istiqomah pada syari’at allah, menyeimbangkan secara terus-menerus antara infaq, shalat, dzikir. Merealisasikan ketaatan kepada allah itu membutuhkan kesabaran, karena secara tabiatnya, jiwa manusia suka menghindari dari ubudiyah karena malas, seperti shalat dan bakhil, seperti tidak membayar zakat.

  • Sabar menjauhi dosa dan maksiat

Sabar dalam meninggalkan kemaksiatan juga membutuhkan kesabaran yang besar. Terutama pada kemaksiatan yang sangat mudah untuk dilakukan, seperti ghibah, dusta, dan pamer.

Allah mengajarkan kepada orang-orang yang beriman dengan perantaraan cobaan itu bahwa keimanan semata-mata tidak membawa kelapangan rezeki, kekuatan kekuasan, dan kesedihan, namun hal itu berjalan dengan sunnatullah pada ciptaan-Nya seperti penyakit yang menimpa manusia, kehilangan harta, dan lainnya.

Hadis tentang Sabar

Hadis tentang sabar terdapat Musnad Ahmad ibn Hanbal

حدّثنا بهز قالاثنا سليمان بن المغيرة ثابت عن عبدالرّحمن بن أبى ليلى عن صهيب قال قال رسول اللّه صلّى اللّه عليه وسلّم عجبت من أمر المؤمنين إنّ أمر المؤمن كله له خير وليس ذلك لأحد إلّا للمؤمنين إن أصابته سرّاء شكركان ذلك له خير او إن أصابته ضرّاء فصبر كان ذلك له خيرا

Artinya: “Bahzun telah menceritakan kepada kita, telah berkata kepada kita Sulaiman ibn Mughiroh dari Sabit dari Abdurrahman ibn Abi Laila dari Suhaib berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Saya takjub akan urusan (keadaan) orang mukmin. Sesungguhnya semua keadaannya merupakan kebaikan, dan itu tidak dimiliki oleh seorang pun selain orang mukmin. Jika ia mendapatkan kesenangan, maka ia bersyukur dan itu merupakan kebaikan baginya, dan jika ditimpa kesusahan atau cobaan maka ia bersabar dan itu merupakan kebaikan baginya.

Baca Juga  Konsep Musibah dalam Al-Qur’an : Ragam Tafsir Ayat Tentang Musibah

Kritik Sanad atas Hadis Sabar

Adapun jalur hadis sabar ini dimulai dari Suhaib, ‘Abdurrahman ibn Abi Laila, Sabit, Sulaiman ibn Mughirah,Bahzun, lalu Ahmad bin Hanbal.

  • Suhaib

Nama lengkapnya adalah Suhaib bin Sinan. Beliau termasuk sahabat, wafat di Madinah pada tahun 38 H. Gurunya: Nabi SAW, ‘Umar, ‘Ali. Sedangkan muridnya: Salih,Ibn ‘Umar, Jabir bin ‘Abdullah al-Ansori, ‘Abdurrahman ibn Abi Laila.

  • ‘Abdurrahman ibn Abi Laila

Nama lengkapnya adalah ‘Abdurrahman ibn Abi Laila Yasar. Beliau wafat pada tahun 86 H. Gurunya antara lain: ayahnya, ‘Umar, ‘Usman, ‘Ali, Waqis bin Sa’d, Abi Musa, Suhaib, dan lainnya. Sedangkan muridnya antara lain: ‘Umar bin Ma’mun, ‘Umar bin Marrah, Mujahid bin Jabir, Yahya bin Jazar, Sabit al-Banani, dan lainnya.

  • Sabit

Nama lengkapnya adalah Sabit Aslam al-Banani. Beliau wafat pada tahun 127 H. Gurunya antara lain: Anas, ‘Umar bin Abi Salamah, Abdullah bin Rubah al-Ansori, ‘Abdurrahman bin Abi Laila, dan lainnya. Sedangkan muridnya: Syu’bah, Jarir bin Hazim, Ja’far bin Sulaiman, Dawud bin Abi Hindun, sulaiman bin Mughirah, dan lainnya.

Riwayat Sulaiman bin Mughirah, Bahzun, dan Ahmad bin Hanbal

  • Sulaiman bin Mughirah

Nama lengkapnya adalah Sulaiman bin Mughirah al-Qaisi. Beliau meninggal pada tahun 165 H. Gurunya antara lain: Ayahnya, Hamid bin Hilal, Hasan, Abi Musa al-Hilali, Sabit al-Banani, dan lainnya. Sedangkan muridnya: Sauri, Hibban bin Hilal, Abu Asamah, Abu Dawud, Bahzun bin as’ad, dan lainnya.

  • Bahzun

Nama lengkapnya adalah bahzun bin As’ad. Beliau wafat pada tahun 200 H. Gurunya antara lain: Syu’bah, Salim bin Hibban, Harun bin Musa, Sulainan bin Mughirah, dan lainnya. Sedangkan muridnya antara lain: Muhammad bin Hatim al-Samin, ‘Abdullah bin Hasyim al-Tusi, ‘Abdurrahman bin Basyar, Ahmad bin Hanbal, dan lainnya.

  • Ahmad bin Hanbal
Baca Juga  Menjemput Masa Depan: Iman sebagai Basis Berjuang

Nama lengkapnya adalah Ahmad bin Muhammad bin Hanbal bin Hilal bin Asad al-Zahili al-Maruzi al-Syaibani al-Baghdadi. Beliau bertempat tinggal di baghdad dan wafat pada tahun 164 H. Gurunya antara lain: Bisyr bin al-Mufaddal, Ismail bin ‘Ulayyah, Jarir bin ‘Abd al-Hamid, dan Bahzun (yang terlibat langsung dalam sanad penulisan ini). Sedangkan muridnya antara lain: al-Bukhari, Yahya bin Ma’in, Abu Dawud, ‘Abdullah (anaknya sendiri), dan lainnya.

Dari semua penjelasan diatas ini, tampak dalam seluruh periwayatan dalam hadis Ahmad bin Hanbal tentang sabar ini adalah tsiqah (terpercaya). Sebab tidak ada satupun dari pengkritik hadis yang menganggap hadis tentang sabar itu cacat. Sedangkan ditinjau dari segi tersambung tidaknya sanad, hadis tersebut jelas tersambung dari awal hingga akhir.

Hal itu bisa dibuktikan dari bertemunya murid dan guru. Berdasarkan pertimbangan di atas bahwa hadis sabar ini adalah hadis ahad. Tepatnya hadis ahad yang ghorib pada awal sanad dan masyhur pada akhirnya. Dikarenakan sebagian tingkat dari sanadnya memiliki banyak periwayat, sedangkan sebagian lagi tidak banyak. Dan dilihat dari kualitas sanadnya termasuk hadis sabar ini adalah shohih.

Penyunting: Bukhari