Kalau ngomongin masa muda, kita pasti menyebutnya sebagai masa yang paling indah. Masa muda seringkali digunakan sebagai ajang “mumpung-mumpungan”. Maksudnya mumpung masih muda maka bisa melakukan apa saja dan sebebas-bebasnya. Meskipun boleh-boleh saja, tapi kan sayang kalau masa muda tidak dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Pemuda seharusnya semangat membara dan berkarya.
Pemuda memiliki peran yang penting. Selain diharapkan mertua, pemuda juga merupakan harapan besar bangsa. Sebegitu pentingnya peran pemuda, Bung Karno pernah mengatakan dalam salah satu pidatonya yang sangat terkenal, “Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncang dunia”.
Siapa Sih Pemuda itu?
Menurut Undang-Undang nomor 40 tahun 2009 tentang kepemudaan, pemuda adalah warga negara Indonesia yang memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan yang berusia 16 (enam belas) sampai 30 (tiga puluh) tahun.
Pemuda merupakan generasi penerus bangsa Indonesia. Ia memiliki peran yang sangat penting dalam membawa perubahan bagi suatu bangsa. Sejak zaman dulu hingga sekarang, besar kontribusi pemuda dalam memberikan perubahan bagi bangsa. Bahkan, kemerdekaan Indonesia tidak lepas dari peran pemuda saat itu. “Dalam konteks kebangsaan, peran pemuda itu sangat central dan utama. Sehingga, bisa dikatakan bangsa ini tidak akan merdeka tanpa peran penting pemuda di zaman itu”. Hal tersebut yang dikatakan Habib Husein dalam acara Islamic Youth Festifal di UIN Jakarta beberapa waktu lalu.
Dalam pandangan Islam, pemuda yang baik adalah mereka yang semangat dan berkarakter Ashabul Kahfi. Dengan keyakinan dan keimanan yang teguh, mereka mendapatkan kemuliaan dari sisi Allah Swt. Kisah mereka Allah abadikan dalam surah al-Kahfi ayat 13:
إِنَّهُمْ فِتْيَةٌ آمَنُوا بِرَبِّهِمْ وَزِدْنَاهُمْ هُدًى
Artinya: “Pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk.” (Q.S al-Kahfi [18]: 13)
***
Masa muda merupakan salah satu nikmat yang dikaruniakan oleh Allah SWT, yang harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Sebagaimana Rasulullah Saw pernah memberikan nasehat melalui salah satu hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas ra, tentang memanfaatkan 5 perkara sebelum datang 5 perkara. Salah satunya adalah memanfaatkan masa muda sebelum datangnya masa tua.
Islam menaruh perhatian besar pada generasi muda. Pemuda yang baik menurut Islam adalah harus menjadi pribadi yang semangat dan positif, baik untuk dirinya sendiri maupun sekitarnya. Artinya, dia selalu ingin menjadi lebih baik setiap harinya, bukan hanya untuk kepentingan dirinya sendiri, melainkan bermanfaat bagi sekitarnya.
Ustadz Evi Effendi, seorang pendakwah yang terkenal di Bandung. Beliau diterima di kalangan para pemuda karena metode dakwahnya yang santai. Beberapa cara untuk menjadi pemuda yang positif, beliau paparkan dalam buku karangannya yang berjudul “Gaul Tapi Sholeh”. Berikut beberapa cara dalam rangka belajar menjadi pemuda yang positif.
Gaul Luas, bukan Gaul Bebas
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
Artinya: “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”. (QS. Al-Hujurat (49): 13)
Ayat di atas membicarakan tentang prinsip pergaulan. Yang mana gaul yang dimaksud adalah gaul secara luas bukan secara bebas. Gaul luas berarti boleh kenal dan bergaul dengan siapa saja; lintas suku, bangsa, budaya, bahkan agama. Meskipun luas, dalam bergaul prinsipnya tetap sama, yaitu taat kepada syariat Islam.
Dengan bergaul secara luas kita bisa mendapatkan banyak pengalaman berharga. Dari bertemu dengan teman-teman yang bermacam-macam, kita bisa saling sharing pengalaman, sehingga banyak mendapatkan wawasan baru yang nantinya akan memberikan pengaruh baik dan mengembangkan potensi diri kita. Kalau diistilahkan di zaman sekarang adalah saling menularkan positif vibes.
Sahabat pena, misalnya. Melalui media online, Kak Ros berteman dengan Hideko yang berasal dari Negeri matahari terbit, Jepang. Mereka berteman baik hingga Hideko mengunjungi Kak Ros ke Malaysia. Pertemanan mereka membawa berkah, bukan hanya untuk Kak Ros, melainkan keluarga, yaitu Upin, Ipin, juga Opah. Karena Hideko, sedikit banyak Kak Ros bisa mengerti bahasa jepang, tau cara membuat sushi, dll. Begitupun Hideko, ia berkesempatan untuk jalan-jalan di Malaysia, merasakan makanan khasnya, dll. Manfaat dari pertemanan ini dapat dirasakan kedua pihak.
Menghidupkan Hobi dan Kemampuan
Penting rasanya bagi kita untuk menghidupkan Hobi. Dengan menghidupkan hobi, kita bisa lebih mengenal diri kita. Menggali potensi-potensi yang ada dalam diri, sehingga skill yang ada dalam diri kita berkembang. Setiap dari kita tentu mempunyai hobinya masing-masing, kesukaannya masing-masing. Ada yang senang olahraga, ada yang senang mancing, traveling, menulis, melukis, dan lain sebagainya.
Ustadz Handi Boni, dalam ceramahnya mengatakan bahwa apapun hobi kita, jangan sampai semua itu membuat kita jauh dari Allah. Justru, gimana caranya agar hobi kita itu lebih mendekatkan kita kepada Allah SWT. Seperti halnya firman Allah dalam surah al-Baqarah ayat 163:
وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اَشَدُّ حُبًّا لِّلّٰهِ
Artinya: “Adapun orang-orang yang beriman sangat besar cintanya kepada Allah.” (Q.S al-Baqarah[2]: 163)
Fokus terhadap Peran
Seorang Ayah, bukankah ia terlihat hebat dengan pekerjaannya? dengan tanggung jawabnya terhadap keluarga, sehingga dapat menjadi panutan yang baik bagi anak-anaknya. Ibu, bukankah ia terlihat hebat dengan perhatiannya?, dengan omelan-omelan kecil untuk mengingatkan kita ketika melakukan hal-hal yang seharusnya tidak dilakukan, yang selalu membuat kita rindu terhadapnya. Kenapa mereka terlihat begitu hebat? Jawabannya adalah karena mereka menjalankan tugasnya dengan baik. Seseorang akan hebat dengan perannya masing-masing.
Begitupun dengan pemuda, mereka bisa menjadi hebat jika menjalankan tugas atau perannya masing-masing dengan baik. Sebagai seorang pemuda, tugas utama kita adalah belajar. Belajar merupakan tonggak pertama dalam segala hal. Jika kita fokus belajar dengan baik, maka kita juga akan menjadi hebat. Perlu digarisbawahi bahwa belajar tidak selalu di kelas. Belajar bisa dilakukan mana saja dan kapan saja.
Dari beberapa hal yang dipaparkan di atas, dapat disimpulkan bahwa pemuda merupakan suatu tonggak atau kunci dari adanya pembangunan dan perubahan yang terjadi pada bangsa dan agama. Oleh karena itu, perlu rasanya bagi pemuda semangat, untuk melakukan upaya-upaya yang mengarahkan mereka kepada hal-hal yang positif, sehingga mampu menjadikan kebaikan-kebaikan yang dapat dirasakan bersama.



























Kanal Tafsir Berkemajuan
Sebuah media Islam yang mempromosikan tafsir yang progresif dan kontekstual. Hadir sebagai respon atas maraknya tafsir-tafsir keagamaan yang kaku dan konservatif.