Zaman peradaban Islam secara berangsur-angsur mengalami signifikasi perkembangan yang positif. Setelah kejadian bencana banjir besar yang menimpa Nabi Nuh ‘alaihi salam dan kaumnya hingga mereka membangun pondasi untuk bisa memperbaiki generasi-generasi berikutnya. Islam membangun sebuah peradaban yang memberikan arti kepada seluruh umat manusia. Ketika Nabi Muhamamd Saw.diberikan mandat oleh Allah untuk menjadi seorang pelopor perbaikan peradaban.
Dalam paradigma historiografi Islam mengenai ilmu, ternyata ilmu itu tumbuh bersamaan dengan lahirnya Islam itu sendiri. Terbukti dalam beberapa literatur ilmiah yang ditulis oleh beberapa pakar sejarawan dan tafsir, Islam pernah menorehkan kegemilangan pada sekitar abad ke-7 sampai ke-13 M. Bahkan beberapa abad setelahnya pun pengaruh itu masih terasa kuat hingga di bumi Eropa.
Perkembangan Ilmu Pengetahuan
Dalam resonansi perkembangannya ilmu pengetahuan ilmiah dan fisafat Yunani ke dunia Islam, dan penyerapan serta pengintegrasian pengetahuan, merupakan catatan yang unik. Selama sejarah peradaban manusia, jarang ditemukan suatu kebudayaan asing dapat diterima sedemikian rupa oleh kebudayaan lain. Kemudian menjadikannya landasan bagi perkembangan intelektual dan pemahaman filosofisnya.
Dalam sebuah jurnal yang ditulis oleh Samuji yang berjudul ‘Perkembangan Ilmu Pada Zaman Islam’ menjelaskan bahwa perjalanan ilmu dan juga filsafat di dunia islam, pada dasarnya terdapat upaya rekonsiliasi dalam arti mendekatkan dan mempertemukan dua pandangan yang berbeda. Bahkan seringkali eksterim antara pandangan filsafat Yunani, seperti filsafat Plato dan Aristoteles, dengan pandangan keagamaan dalam Islam yang seringkali menimbulkan benturan-benturan.
Pada masa kejayaan kekuasaan Islam, khususnya pada masa pemerintahan Dinasti Umayah dan Dinasti Abbasiyah ilmu berkembang sangat pesat dan maju. Kemajuan ini membawa Islam pada masa keemasannya. Pada saat yang sama wilayah-wilayah yang jauh diluar kekuasaan islam masih berada pada masa kegelapan peradaban. Dalam sejarah Islam kita mengenal nama-nama seperti Al-Mansur, Al-Ma’mun dan Harun Al-Rasyid yang memberikan perhatian teramat besar bagi perkembangan ilmu di dunia Islam.
Mengenal Sosok Badiuzzaman Said Nursi
Pada abad kontemporer saat ini juga banyak bermunculan cendikiawan Muslim yang besar kontribusinya dalam peradaban Islam, termasuk Badiuzzaman Said Nursi. Badiuzzaman Said Nursi atau yang lebih kita kenal dengan Said Nursi adalah cendekiawan Turki dengan ide-ide yang fundamental dan komprehensif. Pemikiran Said Nursi banyak tertuang dalam karyanya yang berjudul “Risalah Nur”. Meski ditulis pada abad ke-20, tapi masih tetap relevan dengan kondisi umat Islam yang hidup saat ini.
Dalam perjalanan hidupnya, Said Nursi menjadi sosok penting dalam perkembangan ilmu-ilmu agama Islam. Berkat pengaruh pemikirannya yang kuat, kini teori-teori Said Nursi banyak dibawakan di berbagai Universitas dunia, seperti Turki, Mesir dan lain-lain. Dengan cara yang efektif dan luar biasa, dia menyajikan kekuatan intelektual, moral, dan rohani Islam. Dengan kepribadian dan karakternya yang mengagumkan, membuat pengaruhnya terasa sampai saat ini. Gagasan dan aktivitasnya dapat memberikan inspirasi untuk melakukan gerakan pembaharuan demi kemajuan dan berkembangnya dunia Muslim.
Ilmu Menurut Said Nursi
Dalam tradisi intelektualitas Islam, beberapa pemikir muslim seperti Al-Kindi, Al-Farabi, Al-Ghazali dan Said Nursi berfokus pada pembahasan mengenai problematika religiusitas yang ada di dalam hati manusia. Dalam kajian ilmiah seorang dosen Uskudar University Prof. Alparslan menjelaskan bahwa konsep ilmu yang digagas oleh Said Nursi berawal dari pemahaman manusia terhadap Al-Quran.
Beliau menjelaskan bahwa Al-Quran pada hakikatnya menempatkan sains dan wahyu dalam konteks yang sama. Wahyu dapat menerangi sains dan memastikan rasionalitasnya. Karena dari itu, hakikat dari spiritualitas dan intelektualitas perlu diaplikasikan dalam waktu yang sama. Menurut Said Nursi, pengetahuan mengenai agama adalah inti dari hati. Karena itu merupakan produk wahyu yang menerangi hati sebagai hasil dari relasi antara wahyu dan sains.
Menurut Said Nursi semua ilmu pengetahuan memiliki realitas yang lebih tinggi yang didasarkan pada kehadiran ilahi. Karena itu, Nursi menggambarkan Risalah Nur sebagai kitab yang tidak hanya mengupas masalah ilmiah saja, tapi juga berkaitan dengan spiritualitas. Kesimpulan umum ini menunjukkan de ngan jelas bahwa Alquran dan sunah memberikan arti penting bagi sains atau ilmu pengetahuan.


























Kanal Tafsir Berkemajuan
Sebuah media Islam yang mempromosikan tafsir yang progresif dan kontekstual. Hadir sebagai respon atas maraknya tafsir-tafsir keagamaan yang kaku dan konservatif.