Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Mengenal Tafsir Risalah Nur Karya Badiuzzaman Said Nursi

Risalah Nur
Gambar: bukalapak.com

Dalam untaian jahitan tulisan terdahulu, penulis telah mengutip dua kitab dari tafsir maknawi, pertama al-Kalimat, kedua, al-Maktubat. Tafsir maknawi sendiri terdiri dari empat bagian utama, yaitu, al-Kalimat, al-Maktubat, al-Lama’at dan asy-Syua’at. Seluruhnya dihimpun dalam seratus tiga puluh risalah. Nah, dalam kesempatan ini, penulis ingin memaparkan perihal tafsir Risalah Nur. Namun sebelum menjurus perihal apa itu tafsir Risalah Nur, penulis ingin membahas sekelumit biografi Badiuzzaman Said Nursi

Biografi Badiuzzaman Said Nursi

Badiuzzaman Said Nursi dilahirkan di Turki Timur pada tahun 1877 M dari keluarga yang cukup sederhana. Beliau merupakan seorang ulama yang dikaruniai daya hafal dan intelektual yang sangat luar biasa. Sehingga ia mampu menghafal serta mempelajari kitab-kitab yang membahas perihal ilmu tafsir, hadis, kalam, dan lain-lainya, melalui kajian keislaman saat umurnya menginjak 14 tahun. Oleh sebab itu para ulama memberikan gelar kepada Said Nursi, yaitu Badiuzzaman yang berarti orang yang mengagumkan sepanjang zaman. (Al-Maktubat, 2020, p. 793)

Di samping mendalami ilmu-ilmu agama, Said Nursi juga mendalami ilmu sains saat bertempat tinggal di istana Tahir Pasya yang merupakan gubernur Provinsi Van pada tahun 1894 M. Dengan latar belakang keilmuanya itulah Said Nursi mendirikan sebuah lembaga pendidikan perguruan tinggi yang dinamakanya Universitas Az-Zahra. Kampus ini menerapkan konsep dipadukanya ilmu agama dan sains.

Namun apalah dikata di bawah tak berakar di atas tak bertunas. Rencana tersebut tidak terealisasi karena pecahnya perang dunia pertama di Turki Usmani. Ketika itu Said Nursi bersama para murid-muridnya membela mati-matian Turki Usmani dalam berkecambuknya peperangan melawan Rusia. Dan kitab tafsir beliaupun yang berjudul Isyarat al-Ijaz fi Mazhan al-Ijaz ditulis dalam peperangan ini. (Nursi B. S., Al-Maktubat, 2020, p. 793)

Baca Juga  Mengenal Teori Nasikh Terbalik Abdullahi Ahmed An-Naim

Karya-Karya Badiuzzaman Said Nursi

Adapun pasca Turki Usmani tumbang, didirikanlah Republik Turki yang baru pada tahun 1923 M dengan sebuah sistem sekuler. Pada masa inilah seorang Said Nursi menulis karya-karyanya yang diberi nama yaitu ‘’koleksi Risalah Nur’’ yang tersusun 12 jilid. Di antaranya seperti al-kalimat, al-maktubat, al-lamaat, as-Syua’at, dan al-Matsnawi al-Arabi an-Nuri. Di dalamnya diantaranya membahas perihal tujuh macam kabar gaib yang terdapat pada akhir surah al-Fath, akhlaknya Nabi adalah Al-Qur’an, tiga poin seputar tipu daya setan, dimana letak tembok Dzulkarnain, siapakah Ya’juz Ma’juz, apakah Nabi khidir masih hidup, apa hikmah dikeluarkanya Nabi Adam dari surga.

Misi daripada Said Nursi sendiri adalah menyelamatkan iman masyarakat Turki khususnya, dan umat manusia umumnya ketika terjadi sekularisasi yang sangat amat radikal. Said Nursi wafat pada tahun 1960 M, serta meninggalkan sebuah karya yang monumental yaitu ‘’Koleksi Risalah Nur’’ yang mana karya-karnya telah diterjemahkan ke dalam lebih dari 50 bahasa di dunia. (Nursi B. S., Al-Maktubat, 2020, pp. 793-794)

Mengenal Tafsir Risalah Nur

Perihal tafsir Al-Qur’an terdapat denganya dua macam, pertama, yaitu tafsir yang yang menjelaskan serta membuktikan makna ayat, dan perkataan serta kalimat dalam Al-Qur’an. Ini merupakan jenis yang diketahui secara umum (tafsir lafdzhi).

Kedua, yaitu tafsir yang menjelaskan serta membuktikan hakikat-hakikat iman dalam Al-Qur’an dengan menggunakan argumentasi yang kuat (tafsir ma’nawi). Tafsir jenis yang kedua ini amat penting, dan terkadang tafsir semacam jenis ini dimuat dalam buku-buku tafsir secara singkat. (Biografi Badiuzzaman Said Nursi, p. 924)

Sementara itu, Risalah Nur merupakan tafsir jenis yang kedua. Penafsiran jenis yang kedua ini merupakan fokus perhatian Risalah Nur, dan menjadi dasar perihal kepenulisan Risalah Nur. Sehingga Risalah Nur merupakan sebuah tafsir maknawi yang sanggup membungkam para filsuf yang paling kuat, melalui retorika yang tidak terdapat bandingannya.

Baca Juga  Memahami Keberkahan Pendapatan Keuangan dalam Al-Qur'an

Risalah Nur merupakan koleksi buku-buku yang memberikan perhatian terhadap kitab suci yang telah dijadikan sebagai pedoman oleh seluruh jutaan orang di setiap zamanya. Tidak lain dan tidak bukan, yaitu Al-Qur’an. Dalam hal ini Risalah Nur memberikan jamuan penjelasan secara logis, objektif dan jauh dari pendapat pribadi perihal Al-Qur’an. Ia dipersembahkan untuk memberikan manfaat kepada seluruh manusia.

Gaya Tafsir Risalah Nur

Risalah Nur merupakan tafsir cemerlang yang menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an dari awal hingga akhir yang berdalilkan hakikat iman dan tauhid. Disusun dengan bentuk yang berguna untuk seluruh komponen lapisan masyarakat. Serta diperkaya dengan ilmu pengetahuan modern, untuk menghilangkan segala bentuk keraguan terhadap seseorang yang memiliki keraguan terhadap al-Qur’an. Risalah Nur juga mengajak berbicara kepada para pembacanya, mulai dari kalangan awam hingga khawas dengan serta merta menyajikan argumentasi sampai kepada kalangan filsuf yang sangat amat membangkang.

Risalah Nur, merupakan koleksi risalah yang bersinar. Di dalamnya terdiri seratus tiga puluh risalam. Berangkat dari risalah kecil hingga risalah besar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat kekinian, menentramkan akal serta hati. Serta menafsirkan al-Qur’an pada masa kekinian dengan menafsirkan maknanya bukan lafalnya.

Tafsir Risalah Nur memberikan jawaban perihal masalah yang terlintas dalam fikiran. Menjelaskan tingkatan iman berangkat dari atom sampai mentari, hakikat keesaan serta kenabian. Menyajikan penjelasan masalah-masalah secara mendalam seperti masalah ghaib dan alam nyata, masalah ruh dan malaikat, hakikat zaman, hingga masalah akhirat dan mengenai dikumpulkanya seluruh makhluk.

Tak hanya itu Risalah Nur juga membahas perihal keberadaan surga dan neraka, substansi kematian, pokok-pokok kebahagiaan serta kesengsaraan abadi. Kemudian dibuktikan melalui dalil-dalil akal serta bukti-bukti logis yang sangat amat kuat. (Nursi B. S., Biografi Badiuzzaman Said Nursi, 2020, p. 925). Wallahua’lam

Baca Juga  Karakter Muslim Berkemajuan Perspektif Juz 'Amma Al-Quran (1)

Penyunting: Bukhari