Telah sama kita ketahui bahwasanya PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa), pada tanggal 15 Oktober menetapkan Hari Hak Asasi Hewan Sedunia. Apa itu Hari Hak Asasi Hewan Sedunia?, Hari Hak Asasi Hewan Sedunia adalah sebuah gerakan yang bertujuan untuk menyadarkan manusia bahwasanya hewan, khususnya hewan-hewan peliharaan mempunyai hak-hak untuk dapat hidup secara layak.
Dan menurut deklarasi universal hak-hak hewan dari UNESCO, terdapat beberapa hak asasi hewan. Namun dalam hal ini penulis akan menyoroti poin kedua, yaitu: ‘’Semua kehidupan hewan memiliki hak untuk dihormati’’. (Putsanra, 2021)
Berkaca dari pemaparan UNESCO dalam poin yang kedua, mengingatkan penulis terhadap kisah yang terlukis dalam al-Qur’an, yaitu perihal perilaku Nabi Sulaiman AS dalam hal menghormati seekor burung Hud Hud, yang cukup membuat penulis terkagum-kagum akan perilaku yang dicontohkan Nabi Sulaiman AS tersebut, yang sangat menghormati hak untuk menyuarakan alasan ketidakhadiran seekor burung Hud-Hud di barisan Nabi Sulaiman AS. Walaupun suara tersebut datang dari seekor burung Hud-Hud, yang bisa dikatakan makhluk yang dianggap remeh-temeh di mata kebanyakan manusia.
Berikut penulis paparkan, yaitu tiga keterangan burung Hud-Hud atas keterlambatanya datang ke hadapan Nabi Sulaeman:
Sekilas Kisah Menarik Burung Hud Hud
Dikisahkan bahwasanya suatu waktu Nabi Sulaiman memeriksa barisan laskar burung, dan beliau justru tidak mendapati burung Hud Hud dibarisan tersebut, olehkarenanya beliaupun bertanya, ‘’mengapa aku tidak melihat burung Hud-Hud, apakah burung itu tidak nampak bagiku ataukah sudah pergi tanpa sepengetahuanku?
Nabi Sulaiman pun merasa keheranan, mengapa tidak melihat burung Hud Hud, padahal Nabi Sulaiman tak pernah memberikan izin kepada burung Hud-Hud, dan Nabi Sulaeman berpandangan bahwasanya kepaergian burung Hud-Hud tanpa izin merupakan dosa yang amat besar, oleh karenanya beliau akan memberikan hukuman kepada burung Hud-Hud datang tanpa membawa alasan yang benar. (Ashiddieqy, 2000, p. 3002)
Kemudian tak lama pasca Nabi Sulaeman mengajukan pertanyaan, burung Hud Hud pun tiba, serta membawa berita yang belum diketahui oleh Nabi Sulaeman, yaitu terkait keterangan yang benar terjadi di negeri Saba, burung Hud Hud pun memulai ceritanya secara apik dan menarik, yaitu negeri Saba yang kerajaanya di nakhkodai seorang puteri, agar supaya Nabi Sulaeman mau menerima alasan yang dilontarkanya dan memberikan perhatian kepadanya.
Dalam hal ini Allah SWT memberikan ilham kepada burung Hud-Hud perihal pembicaraan ini, yaitu ketika menghadapi Nabi Sulaeman yang mempunyai beraneka ragam keutamaan, untuk memberikan pengertian bahwasanya di antara makhluk yang paling rendah, ada yang mengetahui apa yang Nabi Sulaeman tidak ketahui, dengan demikian Nabi Sulaeman tidak ujub(bangga berlebihan) atas dirinya. (Ashiddieqy, 2000, p. 3003)
Tiga Macam Berita Burung Hud Hud
Allah SWT berfirman dalam surah an-Naml ayat 23, sebagai berikut:
اِنِّيْ وَجَدْتُّ امْرَاَةً تَمْلِكُهُمْ وَاُوْتِيَتْ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ وَّلَهَا عَرْشٌ عَظِيْمٌ
‘’Sesungguhnya aku mendapati seorang raja puteri yang memerintah penduduk Saba dan diberikan kepadanya segala macam perkara dan mempunyai singgasana yang besar’’
Burung Hud-Hud mengatakan bahwasanya didapatinya, yaitu seorang ratu yang bernama Bilqis binti Syarahil dari keturunan Ya’ruba Ibn Qahthan, puteri seorang raja yang amat besar pengaruhnya yang memerintah negeri Saba. Ratu ini memperoleh semua yang butuhkanya guna memerintah negerinya. Dan ratu Bilqis, tutur Burung Hud Hud memiliki sebuah singgasana yang amat besar, yang belum pernah terlihat bandinganya, tutur burung Hud Hud, berikut tiga macam berita burung Hud Hud kepada Nabiyallah Sulaeman:
Pertama, negeri Saba diperintah oleh seorang ratu yang bernama Bilqis. Seorang puteri raja yang amat sangat luas pemerintahanya ke seluruh penjuru Yaman dan sangat disegani oleh raja-raja tetangganya.
Kedua, ratu yang memerintah Saba memiliki laskar yang amat sangat banyak. Alat perlengkapan yang cukup, kekayaan yang melimpah dan jarang dijumpai bandinganya.
Ketiga, ratu memiliki singgasana istana yang amat sangat besar yang bertahtakan intan baiduri yang terletak dalam istananya nan megah, yang menunjukkan keagungan rajanya, di antara pemerintah-pemerintah di negeri tetangganya. (Ashiddieqy, 2000, p. 3003)
Kesimpulan
PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa), pada tanggal 15 Oktober menetapkan Hari Hak Asasi Hewan Sedunia. Penulis dalam hal ini menyoroti poin yang kedua daripada Deklarasi Universal Hak-Hak Hewan dari UNESCO. Terdapat beberapa hak asasi hewan, di antaranya yaitu: ‘’Semua kehidupan hewan memiliki hak untuk dihormati’’.
Mengenai poin kedua tersebut seyogyanya telah dipraktikan oleh utusan Tuhan, Nabi Sulaiman AS. Ia memberikan kesempatan tabayyun kepada burung Hud-Hud perihal ketidakhadiranya dalam barisan Nabi Sulaiman. Nabi Sulaiman tidak serta merta membanting atau menyembelih burung Hud-Hud. Namun justru menghormati burung Hud-Hud, yang sejatinya selaras dengan poin kedua yang diutarakan dalam Deklarasi Universal Hak-Hak Hewan dari UNESCO. Wallahua’lam
Penyunting: Bukhari

























Leave a Reply