Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Dalam ilmu kaidah tafsir dikenal istilah mutarādif. Yaitu dua lafal yang memiliki makna satu. Ulama pun berbeda pendapat dalam menanggapinya. Ada yang menerima dengan dalih makna tersebut sebagai ahrūf al-sab’ah, taukīd,  dan mutasyābih. Ada pula tokoh yang menolak seperti Muhammad Syahrur. Klaim Sinonimitas dalam Al-Qur`an dan Tokoh yang Menolak Syahrur mengingkari adanya sinonimitas dalam al-Qur`an sehingga berimplikasi pada redefinisi term-term ...

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil kembali menuai kritikan mengenai responnya terhadap kritik masyarakat soal urgensi pembangunan Masjir Raya Al-Jabbar yang menggunakan dana APBD. Berawal dari respon Ridwan Kamil yang membandingkan antara pembangunan Masjid Raya Al-Jabbar dengan pembangunan Pura Agung Besakih di Bali yang sama-sama menggunakan dana APBD. Masyarakat menilai bahwa argumen Ridwan Kamil tidaklah bijaksana jika membandingkan antara pembangunan Masjid ...

Pernah dengar pepatah unzul ma qala wala tanzur man qala? Dalam bahasa Indonesia, pepatah tersebut dapat diartikan dengan “lihatlah apa yang dikatakan, jangan lihat siapa yang mengatakan”. Kiranya pepatah tersebut dapat diaplikasikan dalam artikel pembahasan kali ini. Bagaimana tidak, Syekh Utsaimin adalah salah satu dari ulama yang berpengaruh di Saudi Arabia namun tidak begitu populer di Indonesia. Mungkin karena ia ...

Al-Qur’an  turun  pada  zaman  Nabi  Muhammad  Saw. Kurang  lebih  empat belas abad yang lalu dan sampai sekarang tidak henti-hentinya para ulama, cendekiawan dan ilmuwan dalam mengkaji isi dari kandungan al-Qur’an. Satu diantara pembahasan yang menarik adalah al-Qur’an yang memiliki variasi dalam gaya bacanya. Pembahasan ini telah melahirkan berbagai pendapat di kalangan ulama. Menurut istilah ilmiah, qira’at adalah salah satu mazhab ...

Kajian Al-Dakhil dalam penafsiran Al-Quran disebabkan dua faktor. Pertama, ketika Rasulullah berdakwah kepada para ahli kitab bangsa Yahudi seperti Bani Quinuqa’, Bani Nadir, dan Bani Quraizah, dari sinilah kemudian menjadi penyebab masuknya dakhil ke dalam suatu penafsiran. Karenanya, di dalam suatu pertemuan tersebut terjadi interaksi antara Nabi Muhammad serta para sahabat dengan ahli kitab. Kedua, masuknya para kaum Yahudi keagama ...

Ushul fikih adalah induk ekonomi syariah karena merupakan induk dari semua kajian syariah. Ilmu metodologi ushul fikih harus digunakan dalam semua penilaian fikih keuangan muamalah dan dalam semua ketentuan ekonomi Islam di bidang makro dan mikro. Jika semua peraturan hukum Islam dan fikih muamalah merupakan hasil ijtihad, maka ushul fikih adalah metodologi ijtihad yang menghasilkan produk fikih, fatwa, dan segala ...

Titik fokus dalam artikel ini adalah kritik-kritik yang diberikan Neuwirth kepada para sarjana Muslim dan non-Muslim atas kajian al-Qur`an yang selalu menjadi hal menarik untuk dibahas dari waktu ke waktu. Kritik yang diberikan oleh Neuwirth tersebut dipaparkan Fina dalam artikelnya secara jelas dan runtut dari awal hingga akhir. Kritik tersebut berangkat dari pandangan Neuwirth terhadap studi al-Qur`an, bahwa studi ini ...

Dalam kajian Ulumul Qur’an secara garis besar ada dua karakteristik ayat-ayat Al-Qur’an, yaitu muhkam (jelas) dan mutasyabih (samar). Menurut Yunahar Ilyas dalam bukunya Kuliah Ulumul Qur’an menjelaskan definisi yaitu: Ayat-ayat muhkam ialah ayat-ayat yang terang dan tegas maksudnya, dapat dipahami dengan mudah. Sedangkan, ayat-ayat mutasyabih adalah ayat-ayat yang mengandung beberapa pengertian dan tidak dapat ditentukan arti mana yang dimaksud kecuali ...

Ketertarikan Angelika Neuwirth Terhadap Studi Al-Quran Artikel ini memaparkan secara runtut bagaimana metode tafsir al-Qur’an kontemporer dari sudut pandang Angelika Neuwirth. Ia adalah seorang sarjana Barat Yahudi yang menekuni kajian al-Qur’an. Sebelum terjun pada kajian al-Qur`an, Neuwirth adalah spesialisasi dalam bidang sastra Arab klasik dan modern. Sehingga ketertarikannya terhadap sastra ikut mempengaruhi pemikirannya terhadap studi al-Qur`an sebagai sebuah pendekatan. Oleh ...

Perlu kita ketahui bahwa seseorang tidak boleh sembarangan dalam menafsirkan al-Qur’an. Apalagi dengan motif tertentu, seperti kepentingan pribadi, hawa nafsu, apalagi agar tidak dikatakan bodoh. Orang semacam ini dikatakan dalam hadis Nabi Saw. yang diceritakan Ibnu Abbas “barang siapa yang menafsiri Alquran dengan akalnya, maka tempatnya adalah neraka”. (H.R. Tirmidzi). Dua Macam Tafsir Prihal menafsiri Alquran, para ulama membagi dua ...