Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Israiliyat adalah sebuah kabar atau kisah yang bersumber dari kaum Yahudi dan Nasrani. Penuturan mereka tentang israiliyat merujuk kepada kitab-kitab terdahulu mereka seperti Zabur, Taurat dan Injil. Terkait hal ini, dalam khazanah tafsir al-Qur’an kisah-kisah tersebut kenapa dinamakan al-israiliyat; tidak lain karena penggunaan israiliyat sebagai metode untuk memahami al-Qur’an. (al-Dimyati, ilmu tafsir usuluh wa manahijuh, h. 256.) Israiliyat dalam Tafsir Al-Qur’an ...

Ulumul Qur’an adalah suatu ilmu yang mempunyai ruang lingkup yang luas. Ulumul Qur’an meliputi semua ilmu yang ada kaitannya dengan Al-Qur’an seperti ilmu tafsir, ilmu balaghoh, ilmu nahwu al-Qur’an dan lain sebagainya. Bahkan, sebagian ilmu ini masih dapat dipecah kepada beberapa cabang dan macam ilmu yang masing-masing mempunyai objek kajian tersendiri. Setiap objek dari ilmu-ilmu ini menjadi ruang lingkup ulumul ...

Ketika seseorang mengidentikan rasm ‘usmani dengan kajian al-Qur’an mungkin ia tidak sepenuhnya keliru. Apabila melihat arti rasm ‘usmani yang menjadi representasi sejarah penulisan al-Qur’an, memang rasm ‘usmani menjadi varian baru dalam keanekaragaman tulisan Arab pasca diturunkannya al-Qur’an kepada Nabi Muhammad saw. Namun demikian, dalam frame yang lebih besar, ia juga masuk dalam kajian kebahasaan lughat Arab. Ghanim Qaduri al-Hamd dalam ...

Dalam dunia penafsiran al-Qur’an, dikenal dua model sistematika penulisan tafsir yang sudah umum digunakan. Keduanya itu adalah sistematika tafsir mushafi, yang sesuai dengan urutan surat dan ayat dalam al-Qur’an mushaf usmani, dan kemudian adalah sistematika tafsir maudhu’i, yang penyusunannya disesuaikan dengan tema-tema yang akan dibahas oleh mufassir. Selain kedua sistematika di atas, ada lagi satu sistematika yang memang masih agak ...

Kata-kata kerap kali berjalan berkelindan dengan peristiwa. Mereka tak muncul seketika dalam ruang hampa. Jalinan relasi teks-konteks selalu bersua di mana ia tercipta. Pun demikian dengan Kitabullah al-Qur’an. Beberapa ayat tertentu turun berkaitan dengan sesuatu. Meski tak seluruh ayat al-Qur’an yang turun memiliki kaitan dengan sebab rinci; namun bila kita cermati akan tampak ada pola tadriji yang turun sesuai konteks ...

Penafsiran al-Qur’an, salah satunya didukung oleh kemampuan ilmu bahasa Arab. Seorang yang fokus pada kajian al-Qur’an, bahkan mufassir  hendaknya memiliki kecakapan dalam bahasa Arab dengan berbagai instrumen ilmu di dalamnya, seperti nahwu (gramatika), sharaf (morfologis), dan ilmu lainnya.  Dalam kaitan ini, para pakar ilmu al-Qur’an mengembangkan salah satu komponen ilmu bahasa dalam penafsiran al-Qur’an, yang disebut dengan i’rab al-Qur’an. Ilmu ini ...

Dalam kajian ilmu rasm al-Qur’an, pelajar mungkin akan terbawa pada sebuah kesimpulan di mana rasm merupakan model penulisan yang ‘keluar’ dari pakem penulisan umum. Kesimpulan sementara ini bisa jadi benar melihat fakta banyaknya model penulisan rasm yang benar-benar ‘keluar’ dari pakem penulisan umum bahasa Arab. Namun benarkah demikian? Mari kita runut dari awal sejarah penulisan. Aktifitas menulis telah mengambil bagian ...

Di antara keunikan al-Qur’an adalah keindahan bahasanya yang mengandung unsur-unsur kesusastraan yang tinggi. Sehingga tak satu pun yang dapat menandinginya. Dalam menafsirkan al-Qur’an, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh seorang mufassir. Di antaranya adalah memiliki pengetahuan bahasa Arab dan kaidah-kaidah penafsiran. Salah satu unsur kaidah penafsiran al-Qur’an adalah kaidah: taqdim dan akhir. Pengertian Taqdim dan Takhir Kaidah taqdim dan ...

Mempelajari al-Qur’an merupakan hal yang sangat penting bagi setiap muslim. Karena dengan mempelajari al-Qur’an seorang muslim akan mendapatkan petunjuk dalam menjalani kehidupan di dunia yang sangat sementara ini. Menurut M.Quraish Shihab, al-Qur’an adalah kitab yang memancar darinya ilmu keislaman. Karena kitab suci itu mendorong untuk melakukan pengamatan dan penelitian. Kitab suci ini juga dipercaya oleh umat Islam sebagai kitab petunjuk ...

Dalam perbendaharaan Bahasa Indonesia tentu kita akrab dengan pola perubahan satu bentuk kata ke bentuk yang lain dalam satu akar kata. Misalnya membaca bisa diubah menjadi dibaca, bacalah!, membacakan, dibacakan dan bentuk lain yang memiliki akar kata baca. Untuk mengaplikasikan pola ini, kita perlu mempelajari kegunaan imbuhan di, kan, mem dan imbuhan-imbuhan yang lain. Dalam bahasa Arab pun berlaku pola ...