Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Arti yang tepat dalam bahasa kita terhadap kalimat Khalifah ini, hanya dapat kita ungkapkan setelah kita kaji apa tugas Khalifah. Seketika Rasulullah s.a.w. telah wafat, sahabat-sahabat Rasulullah s.a.w. sependapat mesti ada yang menggantikan beliau mengatur masyarakat, mengepalai mereka, yang akan menjalankan hukum, membela yang lemah, menentukan perang atau damai dan memimpin mereka semuanya. Sebab dengan wafatnya Rasulullah, kosonglah jabatan pemimpin ...

Penafsiran yang kedua ialah Khalifah dari Allah sendiri. Diantara makhluk sebanyak itu manusialah yang telah dipilih Allah menjadi KhalifahNya, yaitu Adam dan keturunannya. (Lihat Surat an-Naml ayat 62). Demikian kata mereka. Pada manusia itulah Allah menyatakan hukumNya dan peraturanNya; Dia menjadi Khalifah untuk mengatur bumi ini, untuk mengeluarkan rahasia yang terpendam di dalamnya. Dianugerahkan kepadanya akal. Akal itupun suatu yang ...

Ditinggalkan oleh seorang sahabat dekat, pastinya akan sangat bersedih hatinya sampai berhari-hari. Bahkan sampai berminggu-minggu dan bahkan pula lebih. Orang yang dianggap sangat dekat dengan dirinya tiba-tiba hilang tanpa kabar, seperti halnya istilah populer anak-anak muda sekarang yaitu pergi disaat sayang-sayange. Itu baru antar sesama manusia, bagaimana kalau semisal ditinggalkan oleh Tuhannya? Terlebih sang manusia agung, yang pastinya sudah dipastikan ...

Kemudian kita teruskan lanjutan ayat. Setelah itu Allah pun melanjutkan apa yang telah Dia tentukan, yaitu menciptakan Khalifah itu; itulah Adam. “Dan telah diajarkanNya kepada Adam nama-namanya semuanya.” pangkal ayat 31. Artinya diberilah oleh Allah kepada Adam itu semua ilmu: “Kemudian Dia kemukakan semuanya kepada Malaikat, lalu Dia berfirman: Beritakanlah kepadaKu nama-nama itu semua, jika adalah kamu makhluk-makhluk yang benar.” ...

Sekarang kita uraikan terlebih dahulu tentang, apa atau siapakah Malaikat itu? Malaikat untuk banyak dan Malak untuk satu. Tuhan menyebut di dalam al-Quran tentang adanya makhluk Allah bernama Malaikat. Disebutkan pekerjaan atau tugas mereka; ada yang mencatat amalan makhluk setiap hari, dan mencatat segala ucapan, ada yang membawa wahyu kepada Rasul-rasul dan Nabi-nabi, ada yang menjadi duta-duta (safarah) yang memelihara ...

Sistem peredaran darah atau sistem kardiovaskular terdiri dari jantung, darah dan pembuluh darah. Fungsi dari sistem peredaran darah untuk mengedarkan oksigen, nutrisi, dan zat kimia untuk mengatur proses tubuh manusia dan membuang limbah serta karbondioksida. Darah disebutkan dalam al-Quran dan hadist contohnya pada embriologi yaitu pada proses adanya pertemuan air mani yang tercampur, menjadi sebuah segumpal darah hingga dengan berbentuk. ...

Pada awalnya, tulisan “ Melihat Konsep Manusia dalam Al-Qur’an” ini terinspirasi dari banyaknya kata yang digunakan dalam penyebutan manusia di Al-Qur’an. Lantas, bagaimanakah penyebutan al-Qur’an mengenai manusia dalam al-Qur’an dan bagaimana tafsirnya? Berikut adalah penjelasannya. Manusia Sebagai ‘Abd Allah Sebagai hamba Allah, manusia harus mengabdi kepada Allah sebagai Sang Pencipta. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam surat at-Taubah ayat ...

Dengan dua ayat berturut-turut, yaitu ayat 28 dan 29 perhatian kita insan ini disadarkan oleh Tuhan. Pertama, bagaimana kamu akan kufur kepada Allah, padahal dari mati kamu Dia hidupkan. Kemudian Dia matikan, setelah itu akan dihidupkanNya kembali untuk memperhitungkan amal. Bagaimana kamu akan kufur kepada Allah, padahal seluruh isi bumi telah disediakan untuk kamu. Lebih dahulu persediaan untuk menerima kedatanganmu ...

Dialah yang telah menjadikan untuk kamu apa yang di bumi ini sekaliannya.” pangkal ayat 29 Alangkah besar dan agung Qudrat al-Khaliq itu, dan alangkah besar Rahman dan Rahim yang terkandung di dalamnya. Semuanya ini bukan untuk orang lain, tetapi untuk kamu, untuk kamu saja, hai manusia! Sehingga air yang mengalir, lautan yang terbentang, kayu yang tumbuh di hutan, batu di ...

“Betapa kamu hendak kufur kepada Allah, padahal adalah kamu mati, lalu dihidupkanNya kamu.” (pangkal ayat 28). Cobalah fikirkan kembali daripada tidak ada, kamu telah Dia adakan. Entah di manalah kamu dahulunya tersebar; entah di daun kayu, entah di biji bayam, entah di air mengalir, tidak ada bedanya dengan batu tercampak, rumput yang lesa terpijak, ataupun serangga yang tengah menjalar, kemudian ...