Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Bersyukur: Jangan Pernah Lupakan Allah Kala Bahagia

Bersyukur
Gambar: https://www.gramedia.com/

Ketika kita bahagia terkadang cenderung lupa dengan Allah, apalagi kita terlalu manja pada Allah. Ketika berdoa pada-Nya selalu terkabul tapi satu sisi masih mau melakukan hal yang dilarang oleh-Nya.

Terkadang seperti itulah manusia. Itulah mengapa ketika kita mendapatkan kebahagiaan, maka cukuplah mensyukurinya. Sesuai dengan tuntunan Allah SWT yaitu dengan mengucapkan pujian kepada-Nya. Hal itu adalah perintah sebagaimana firman-Nya:

ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ

Artinya: “Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.” (QS Al-Fatihah: 2).

وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ               

Artinnya: “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu. Tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.”

Itu merupakan ucapan rasa bersyukur kita terhadap apa saja yang telah Allah berikan. Baik apa yang membuat kita bahagia ataupun kecewa. Sebab jika segala sesuatu yang datangnya murni dari Allah bukan karena ulah dari diri kita sendiri. Maka setiap masalah ataupun perjalanan itu memiliki hikmah dan pelajaran yang sangat berharga jika kita mau berpikir. Tidak ada hal yang sia-sia jika datangnya dari Allah yang Maha Penyayang.

Hanya Allah yang Pantas di Hati Kita

Maka tidak ada yang pantas dalam hati kita kecuali Allah SWT, sebab segala sesuatu di dunia ini pun merupakan ciptaan dan akan berpulang juga pada-Nya. Sebagai bentuk bersyukur kita kepada Allah, selayaknya kita melaksanakan perintah Sang Rabb, yaitu: bersujud, beribadah, bertaqwa, bermunajat, berdoa dan masih banyak yang lainnya.

Meskipun banyak yang Allah perintahkan, tapi kita sebagai orang yang beriman tidak pernah merasakan lelah melaksanakan sebab efeknya untuk diri kita sendiri, kemudian Allah tidak pernah melepas kita seperti itu saja dengan perintah-Nya, akan tetapi kita juga dituntun dengan sosok Rasul-Nya yaitu Nabi Muhammad SAW, maka semakin teranglah jalan kita menuju cahaya Ilahi.

Baca Juga  Dalam Duka Ada Bahagia

Maka poin penting yang ingin kita sampaikan adalah, bahwa bahagialah sekedarnya saja, jangan sampai memicu kita terjerumus dalam dosa-dosa kecil yang terkadang tanpa kita sengaja melakukannya.

Sebab manusia ini terkadang susah mengendalikan diri ketika hati dan pikirannya terlalu bahagia, sebab pada saat posisi itu orang pada umumnya akan mencari kebahagiaan yang dapat memuaskan dirinya, sebagai contoh: berfoya-foya, ghibah, merendahkan orang lain, angkuh, mengganggu orang lain dan sebagainya

Hendaklah kita menghindari semua dosa, sebab meskipun itu dipandang kecil tapi jika kita terus menerus melakukannya maka itu akan menjadi besar dan akan mempersulit diri kita sendiri.

Sebagai manusia biasa kita tidak akan suci dengan yang namanya dosa. Sebab itu bisa masuk dari mana saja, maka dari itulah kita selalu berlindung pada Allah dari perbuatan dosa yang disengaja maupun tidak.

Bersyukur: Mengigat Kala Bahagia

Setiap manusia tentu menginginkan kebahagiaan, tapi ingat jangan sampai terlalu berlebihan. Karena itu akan membuka pintu masuknya setan ke dalam hati kita dan memicu hawa nafsu yang menyesatkan.

Jalan tengahnya adalah ketika kita dalam situasi bahagia maka langsung mengucap rasa syukur sebanyak-banyaknya tanpa menggebu-gebu.

Allah lah yang layak berada di hati kita di balik semua itu; kebahagiaan, kesulitan, dan khayalan. Sebab dengan menghadirkan Allah semua itu sudah tercukupi.

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوب

Artinya: “(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”

Hakikat kebahagiaan bukanlah lepas dari masalah dan mengharap dari selain Allah, akan tetapi percaya sepenuhnya pada Allah bahwa kita sanggup untuk menerima ujian dari-Nya.

Baca Juga  Tafsir Surat Az-Zumar ayat 53: Inilah Ayat yang Penuh Harapan

Tidak ada yang sia-sia dalam hidup ini baik saat kita merasakan bahagia ataupun sengsara, sebab segala sesuatu yang datangnya dari Allah bukan ulah dari diri kita sendiri, maka semuanya membawa hikmah ataupun pelajaran yang berharga jika kita mau berpikir.

Penyunting: Bukhari