Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

lnilah kitab itu; tidak ada sebarong keraguan padanya; satu petunjuk bagi orang-orang yang hendok bertaqwa. Ayat 2 Inilah dia kitab Allah itu. Inilah dia al-Quran, yang meskipun seketika ayat ini diturunkan belum merupakan sebuah naskah atau mushaf/berupa buku, namun setiap ayat dan surah yang turun sudah mulai beredar dan sudah mulai dihafal oleh sahabat-sahabat Rasulullah; tidak usah diragukan lagi, karena ...

Alif-Lam-Mim ayat 1 Di dalam al-Quran kita akan berjumpa dengan beberapa surat yang dimulai dengan huruf-huruf seperti ini: Alif-lam-mim, ha-mim, alif-lam-mim-shad, ‘ain-sin-qaf, alif-lam-mim-ra, tha-ha, kaf-ha-ya-‘ain-shad, tha-sin-mim, tha-sin, ya-sin, shad, qaf, dan nun. Baik penafsir lama, ataupun penafsir zaman-zaman akhir membicarakan tentang huruf-huruf ini menurut cara mereka sendiri-sendiri, tetapi kalau disimpulkan terdapatlah dua golongan. Pertama ialah golongan yang memberikan arti sendiri ...

“Dan bukan jalan mereka yang sesat”. (ujung ayat 7) Adapun orang yang sesat ialah orang yang berani-berani saja membuat jalan sendiri di luar yang digariskan Tuhan. Tidak mengenal kebenaran, atau tidak dikenalnya menurut maksudnya yang sebenarnya. Sebagaimana telah kita kenal pada keterangan-keterangan di atas, tentang kepercayaan akan adanya Tuhan, sampai orang-orang Arab mengkhususkan nama Allah buat Tuhan Yang Maha Esa. ...

“Bukan jalan mereka yang dimurkai atasnya.” (Ayat 7) Siapakah yang dimurkai Tuhan? Ialah orang yang telah diberi kepadanya petunjuk, telah diutus kepadanya rasul-rasul, telah diturunkan kepadanya kitab-kitab wahyu, namun dia masih saja memperturutkan hawa nafsunya. Telah ditegur berkali-kali, namun teguran itu, tidak juga diperdulikannya. Dia merasa lebih pintar dari pada Allah, rasul-rasul dicemuhkannya, petunjuk Tuhan diletakkannya ke samping, perdayaan syaitan ...

Kemudian permohonan petunjuk jalan yang lurus itu kita jelaskan lagi: “Jalan orang-orang yang telah Engkau karuniai nikmat atas mereka.” (pangkal ayat 7) Kita telah mendengar berita, bahwa terdahulu dari kita, Tuhan Allah telah pernah mengaruniakan nikmatNya kepada orang-orang yang telah menempuh jalan yang lurus itu, sebab itu maka kita mohon kepada Tuhan agar kepada kita ditunjukkan pula jalan itu. Telah ...

“Tunjukilah kami jalan yang lurus.” (ayat 6). Meminta ditunjuki dan dipimpin supaya tercapai jalan yang lurus. Menurut keterangan setengah ahli tafsir, perlengkapan menuju jalan yang lurus, yang dimohonkan kepada Allah itu ialah, pertama al-lrsyad,artinya agar dianugerahi kecerdikan dan kecerdasan, sehingga dapat membedakan yang salah dengan yang benar. Kedua at-Taufiq, yaitu bersesuaian hendaknya dengan apa yang direncanakan Tuhan. Ketiga al-llham, diberi ...

“Engkaulah yang kami sembah, don Engkaulah tempat kami memohon pertolongan” (ayat 5). Kalimat iyyaka, kita artikan Engkau lah, atau boleh dilebih dekatkan lagi maknanya dengan menyebut hanya Engkau sajalah yang kami sembah. Di sini terdapat iyyaka dua kali; hanya Engkau sajalah yang kami sembah dan hanya Engkau saja tempat kami memohonkan pertolongan. Kata na’budu kita artikan, kami sembah, dan nasta’inu ...

“Yang menguasai Hari Pembalasan.” (ayat 4)’ Klta artikan yang menguasai, apabila maliki kita baca dengan memanjangkan ma pada maliki. Dan kita artikan “Yang Empunya Hari Pembalasan”, kalau kita baca hanya maliki saja dengan tidak memanjangkan ma. Di sini dapatlah kita memahamkan betapa arti ad-din. Kita hanya biasa memberi arti ad-din dengan agama. Padahal dia pun berarti pembalasan. Memang menurut Islam ...

“Yang Maha Murah, Yang Maha Penyayang” (ayat 3). Atau bisa juga diartikan Yang Pengasih, lagi Penyayang. Ayat ini menyempumakan maksud dari ayat yang sebelumnya. Jika Allah Maha Pengasih sebagai Robb, sebagai Pemelihara dan Pendidik bagi seluruh alam tidak lain maksud dan isi pendidikan itu, melainkan karena Kasih-sayangNya semata dan karena murahNya belaka, tidaklah dalam memberikan Pemeliharaan dan pendidikan itu menuntut ...

“Segala puji-puiian untuk Allah” (pangkal ayat 2) Hamdan, artinya pujian, sanjungan. Di pangkalnya sekarang diletakkan Al atau Alif-lam, sehingga menjadilah bacaannya Al-hamdu. Al mencakup segala jenis. Dengan sebutan Alhamdu, berartilah bahwa segala macam pujian, sekalian apa juapun macam puji, baik puji besar ataupun puji kecil, atau ucapan terimakasih karena jasa seseorang, kepada siapapun kita memberikan puji, namun pada hakikatnya, tidaklah ...