Namun, sebagai juga kedua ayat ini diperingatkan kepada Nabi Muhammad saw. bukan buat beliau putus asa, melainkan supaya bekerja lebih giat. Maka bagi penyambung waris Muhammad, ayat ini pun bukan menyebabkan putus asa, tetapi buat pendorong semangat. Dan jangan pula salah manafsirkan, lalu berkata bahwa kalau sudah dicap Allah hati mereka, buat apa lagi dakwah? Padahal datangnya cap ialah sesudah ...
Telah dicap (dimeterai) oleh Allah atas hati mereka dan atas pendengaran mereka, dan atas penglihatan mereka ada penutup. ayat 7 Lantaran sikap mereka yang demikian, kesombongan, juhud (menentang), inad (keras kepala), maka hati dan pendengaran mereka telah dicap (dimaterai) oleh Tuhan. Atau telah disegel. Artinya kekafiran itu telah menjadi sikap hidup mereka. Tidak bisa dirubah lagi. Lantaran bekas cap itu ...
Sesungguhnya orang-orang yang tidak mau percaya (kafir), sama saja atas mereka, apakah engkau beri peringatan kepada mereka, ataupun tidak engkau beri penngatan, namun mereka tidaklah akan percaya. ayat 6 Pada ayat-ayat yang tersebut di atas telah ditunjukkan bahwa orang yang akan bisa mendapat petunjuk ialah orang yang bertakwa, yaitu orang yang telah menyediakan dirinya buat percaya. Dia telah membuka hatinya ...
Dan orang-orang yang percaya kepada apa yang diturunkan kepada engkau. ayat 4 Niscaya baru sempurna iman itu kalau percaya kepada apa yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw. sebagai iman dan ikutan. Percaya kepada Allah dengan sendirinya pastilah menimbulkan percaya kepada peraturan-peraturan yang diturunkan kepada utusan Allah, lantaran itu percaya kepada Muhammad Saw. itu sendiri, percaya kepada wahyu dan percaya juga ...
Mereka yang percaya kepada yangghaib, dan merekayangmendirikan sembahyang, dan dari apa yang Kami anugerahkan kepda mereka, mereka dermakan. ayat 3 Inilah tiga tanda pada taraf yang pertama. Percaya kepada yang ghaib. Yang ghaib ialah yang tidak dapat disaksikan oleh panca indera; tidak nampak oleh mata, tidak terdengar oleh telinga, yaitu dua indera yang utama dari kelima (panca) indera kita. Tetapi ...
Ada banyak definisi tentang Islam moderat. Di antaranya ialah mengambil jalan tengah di antara dua sifat buruk, dan mengedepankan sikap pertengahan dalam hal sikap, pemikiran serta perilaku keagamaan. Namun di antara semua definisi yang ada, definisi yang agaknya sesuai dengan spirit Muhammadiyah adalah definisi yang dibuat oleh John L. Espasito, terutama dengan jargon Islam Berkemajuan-nya. Ia mengartikan muslim moderat sebagai ...
lnilah kitab itu; tidak ada sebarong keraguan padanya; satu petunjuk bagi orang-orang yang hendok bertaqwa. Ayat 2 Inilah dia kitab Allah itu. Inilah dia al-Quran, yang meskipun seketika ayat ini diturunkan belum merupakan sebuah naskah atau mushaf/berupa buku, namun setiap ayat dan surah yang turun sudah mulai beredar dan sudah mulai dihafal oleh sahabat-sahabat Rasulullah; tidak usah diragukan lagi, karena ...
Alif-Lam-Mim ayat 1 Di dalam al-Quran kita akan berjumpa dengan beberapa surat yang dimulai dengan huruf-huruf seperti ini: Alif-lam-mim, ha-mim, alif-lam-mim-shad, ‘ain-sin-qaf, alif-lam-mim-ra, tha-ha, kaf-ha-ya-‘ain-shad, tha-sin-mim, tha-sin, ya-sin, shad, qaf, dan nun. Baik penafsir lama, ataupun penafsir zaman-zaman akhir membicarakan tentang huruf-huruf ini menurut cara mereka sendiri-sendiri, tetapi kalau disimpulkan terdapatlah dua golongan. Pertama ialah golongan yang memberikan arti sendiri ...
“Dan bukan jalan mereka yang sesat”. (ujung ayat 7) Adapun orang yang sesat ialah orang yang berani-berani saja membuat jalan sendiri di luar yang digariskan Tuhan. Tidak mengenal kebenaran, atau tidak dikenalnya menurut maksudnya yang sebenarnya. Sebagaimana telah kita kenal pada keterangan-keterangan di atas, tentang kepercayaan akan adanya Tuhan, sampai orang-orang Arab mengkhususkan nama Allah buat Tuhan Yang Maha Esa. ...
“Bukan jalan mereka yang dimurkai atasnya.” (Ayat 7) Siapakah yang dimurkai Tuhan? Ialah orang yang telah diberi kepadanya petunjuk, telah diutus kepadanya rasul-rasul, telah diturunkan kepadanya kitab-kitab wahyu, namun dia masih saja memperturutkan hawa nafsunya. Telah ditegur berkali-kali, namun teguran itu, tidak juga diperdulikannya. Dia merasa lebih pintar dari pada Allah, rasul-rasul dicemuhkannya, petunjuk Tuhan diletakkannya ke samping, perdayaan syaitan ...



























Kanal Tafsir Mencerahkan
Sebuah media Islam yang mempromosikan tafsir yang progresif dan kontekstual. Hadir sebagai respon atas maraknya tafsir-tafsir keagamaan yang kaku dan konservatif.