Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

“Alngkah buruknya harga yang dengan itu mereka menjual diri mereka.” (pangkal ayat 90). Itulah suatu penjualan diri dan penggadaian pendirian yang sangat rugi dan hina. Yaitu mempertukarkan kebenaran dengan kebatilan. “Bahwa mereka kafiri apa yang diturunkan Allah, karena dengki. “ Inilah sebab yang utama, yaitu dengki, sehingga kesesatan jadi berlarut-larut. Apa yang mereka dengkikan? “Bahwa diturunkan Allah dari kurniaNya ke ...

“Dan mereka berkata: Hati kami tertutup.” (pangkal ayat 88). Dengan terus-terang karena sombongnya, mereka mengatakan kepada Rasulullah s.a.w. seketika datang tempelak-tempelak semacam ini bahwa hati mereka tertutup. Artinya pengajaran dari siapapun tidak akan masuk lagi,lalu disambut Tuhan: “Bukan!” Bukan hati mereka yang tertutup. “Tetapi mereka telah dikutuki oleh Allah dari sebab kufur mereka.” Sebenarnya hati mereka bisa baik kembali, tetapi ...

Kalau mereka insafi akan kebenaran, tidaklah patut mereka berlarut-larut menentang Rasulullah s.a.w.: “Dan sesungguhnya telah Kami berikan Kitab kepada Musa.”  Yaitu Kitab Taurat yang mereka pusakai itu. “Dan Kami iringi di belakangnya dengan beberapa Rasul. “ (pangkal ayat 87). Banyaklah Rasul-rasul yang mengiringi kedatangan Musa, menegakkan syariat Taurat itu. Daud, Sulaiman, Daniel dan Yasy’iya, Armiya, Hazqil, Zakariya dan puteranya Yahya, ...

“Mereka itulah orang-orang yang telah membeli kehidupan dunia di Akhirat.” (pangkal ayat 86). Alangkah tepat ungkapan ini! Untuk merebut hidup dan kemegahan dunia yang fana, kedudukan pendeta-pendeta, ketinggian dalam pandangan masyarakat pengikut yang bodoh-bodoh, mereka lemparkan isi Taurat mereka oleh karena kalau dituruti isi Taurat pegangan itu sebenar-benarnya niscaya mereka terpaksa menerima al-Quran dan mengakui Nabi s.a.w. Kalau isi Taurat ...

Dibuka lagi suatu pemungkiran janji dari Bani Israil, yaitu janji mereka dengan Tuhan sebagai pelaksanaan dari janji yang tersebut tadi. Janji hidup rukun sekeluarga dan sekaum. Kalau terjadi selisih hendaklah diselesaikan dan didamaikan dengan baik: “Dan (ingatlah) tatkala Kami perbuat perjanjian dengan kamu: Tidak boleh kamu menumpahkan darah kamu.” (pangkal ayat 84). Demikian padatnya janji itu, sehingga jika ada darah ...

“Dan (ingatlah) tatkala Kami membuat janji dengan Bani Israil, supaya jangan mereka menyembah melainkan kepada Allah.” (pangkal ayat 83). Inilah pokok pertama janji, dipusatkan kepada Tauhid, yang sampai sekarang rnasih terpancang dengan teguhnya dalam yang dinamai Hukum Sepuluh di dalam Taurat. “Dan terhadap kedua ibu-bapa hendaklah berbuat baik.” Inilah janji yang kedua; yakni sesudah menyembah Allah hendaklah berkhidmat, berbuat baik ...

Sekarang disingkapkan lagi salah satu penyakit kesombongan mereka; “Dan mereka berkata: Sekali-kali tidak kami akan disentuh oleh api-neraka, melainkan berbilang hari saja.” (pangkal ayat 80). Mereka merasa demikian istimewa di sisi Tuhan. Kalau mereka dimasukkan ke neraka esok, hanya sebentar saja. Kata yang setengah kalau dimasukkan ke neraka orang Bani Israil, hanya selama empat puluh hari saja, yaitu selama mereka ...

Cendekiawan Muslim Jalaluddin Rakhmat (71 tahun) dilaporkan wafat di Rumah Sakit Santosa Internasional Bandung pada Senin (15/2) pukul 15.45 WIB. dilansir dari Republika, kabar itu juga dibenarkan M kazhim lewat akun Twitter @Kazhim. Republika sudah meminta izin dan mengofirmasi kabar tersebut. “Kami turut berduka cita yg mendalam atas meninggalnya salah satu cendekiawan Muslim terbaik Indonesia, Bapak Jalaluddin Rakhmat. Semoga Allah menerima ...

Salah satu dari sebab kerusakan yang menimpa Bani lsrail itu disebutkan pada ayat yang selanjutnya. “Maka celakalah bagi orang-orang yang menulis kitab dengan tangan mereka, kemudian mereka katakan: “lni adalah dari sisi Allah.” Karena mereka hendak menjualnya dengan harga yang sedikit. “ (pangkal ayat 79). Padahal Kitab Taurat mereka sendiri sudah ada. Sekarang mereka tambah lagi dengan penafsiran sendiri, membuat ...

Tafsir Ayat 76 “Dan apabila mereka berjumpa dengan orang-orang yang telah beriman, mereka pun berkata: Kami telah beriman.” (pangkal ayat 76). Di sini jelas jiwa yang mulai lemah dan ragu. Kebenaran lslam dengan semangat yang baru itu tidak dapat dihalangi lagi, tetapi mereka berat melepaskan yang lama. Sebab itu terpaksa mereka bermuka manis, kepada orang-orang yang telah beriman kepada Muhammad ...