Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Kitab yang diturunkan bersama diutusnya para nabi itu membawa ajaran yang dapat memberi jalan keluar terhadap persoalan-persoalan yang diperselisihkan di antara manusia apabila mereka mau menjadikan Kitab itu sebagai tuntunan. Allah akan memberi petunjuk atau jalan kebenaran melalui al-Kitab yang diturunkan bersama nabi kepada orang-orang yang beriman. Salah satu fungsi al-Kitab itu adalah untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang mereka perselisihkan. ...

Gerakan penggalangan dana zakat harus mulai dialokasikan untuk pemberdayaan perempuan korban kekerasan dan perlindungan anak. Pesan ini disampaikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, I Gusti Ayu Bintang Darmawati, dalam pidato kuncinya di acara Peluncuran Gerakan Zakat Nasional bagi Korban Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, yang diselenggarakan Pusat Studi Islam Perempuan dan Pembangunan (PSIPP) Institute Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan ...

(Pada awalnya) manusia itu adalah umat yang satu. Selanjutnya Allah mengutus Para Nabi (Rasul), sebagai pemberi peringatan dan Allah menurunkan bersama mereka kitab yang benar, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Tidaklah berselisih tentang kitab itu melainkan orang yang telah didatangkan kepada mereka Kitab, yaitu setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, karena kedengkian di ...

Firman Allah: وَيَشْتَرُونَ بِهِ ثَمَنًا قَلِيلًا (menjualnya dengan harga yang sedikit (murah)) memberi arti bahwa betapa pun besaran imbalan yang diterima akibat penyelewengan dan penyimpangan terhadap kebenaran yang diturunkan oleh Allah terhadap Rasul-Nya, harga imbalan tersebut pada hakikatnya sangat sedikit di sisi Allah dibanding dengan kesediaan mereka menerima siksaan api neraka di hari Kemudian nanti, sehingga semua nilai yang diperoleh ...

MAARIF Institute bekerjasama dengan Pusat Studi Islam, Perempuan, dan Pembangunan (PSIPP) Institute Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan (ITB AD) Jakarta, menyelenggarakan diskusi dan peluncuran Jurnal MAARIF Jurnal MAARIF Vol.18 No. I Juni 2021 – Edisi ke-37 dengan tema “Muhammadiyah dan Moderasi Islam; Etos Gerakan dan Strategi Aksi Muhammadiyah Jelang Muktamar Ke 48”. Kegiatan yang dilakukan melalui webinar ini dilaksanakan pada Minggu, ...

(174) Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan yang telah diturunkan Allah yaitu al-Kitab, dan menjualnya dengan harga yang sedikit (murah), mereka itu sebenarnya tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api, dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari Kiamat dan tidak akan mensucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih. (175) Mereka itulah yang membeli kesesatan dengan petunjuk ...

Allah Swt terkadang memberikan cobaan manusia di dunia sebagai ujian kesabaran terhadap imannya.  Karena itu Allah memerintahkan manusia dalam surah Al-Baqarah ayat 153, menjadikan sabar dan shalat sebagai penolongmu. Di kala manusia ditimpa ujian, mendirikan shalat sebagai kunci untuk meneguhkan batin kita dalam menghadapi cobaan. Ustadz Aly Aulia, Lc, M.Hum mengatakan dalam Pengajian Muhammadiyah Edisi 138 tentang Tafsir At-Tanwir Surat ...

Pelarangan mengkonsumsi terhadap hal-hal tersebut di atas sesuai dengan ilmu pengetahuan bahwa bangkai, darah, dan babi itu tidak cocok bagi kesehatan. Meskipun ayat ini menyatakan bahwa “yang diharamkan hanyalah bangkai…” dan seterusnya, bahwa yang haram terbatas pada empat jenis, tetapi ada barang haram dikonsumsi yang tidak disebut di sini, yaitu khamar, disebut dalam surah al-Maidah ayat 90. Larangan mengkonsumsi khamar ...

(172) Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada-Nya kamu menyembah. (173) Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barang siapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang ia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, ...

“(…dan memberikan harta yang dicintainya) memberi arti bahwa orang yang berbuat kebajikan adalah orang yang sangat senang dengan harta, orang yang selalu menginginkan harta itu selalu ada dalam kepemilikannya. Tapi ia rela memberikan harta itu kepada pihak-pihak yang lemah dan membutuhkan, seperti kerabat, anak yatim, orang-orang miskin, orang-orang yang dalam perjalanan (musafir), peminta-peminta, dan untuk memerdekakan hamba sahaya“. Oleh karena ...