Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Menelaah Makna Kata Khauf dan Khasyyah dalam Al-Qur’an

Khasyyah
Gambar: akurat.co

Al-Qur’an adalah mukjizat Islam yang abadi dan memiliki banyak keistimewaan. Salah satunya yaitu kata dan kalimat-kalimatnya yang singkat dapat menampung sekian banyak makna. Sebagai seorang muslim tentunya kita sering menjumpai kosa kata dalam al-Qur’an yang berbeda. Namun mempunyai arti yang sama, dalam ilmu bahasa disebut sinonim atau dalam bahasa arab biasa disebut an-nazhair dan al-taraduf.

Prof. Quraish Shihab dalam bukunya Kaidah Tafsir menjelaskan an-nazhair adalah makna bagi satu kata dalam satu ayat sama dengan makna tersebut pada ayat yang lain. Kendati menggunakan kata yang berbeda. Dalam ilmu balaghah, al-Qur’an memiliki makna yang mendalam dan setiap kata mempunyai makna berbeda walaupun sama dalam bentuk tekstualnya. Pada kesempatan kali ini, penulis akan mengajak kepada pembaca untuk mengulik lebih dalam tentang makna khauf dan khasyyah. Di mana kedua kosa kata tersebut mempunyai makna yang sama yaitu takut.

Makna Khauf dalam Al-Quran

Kata khauf terdiri dari tiga huruf kha’ (خ), wau (و), dan fa’ (ف). Merupakan bentuk mashdar dari khafa (خاف), yakhafu (يخاف), khaufan (خوف). Kata ini memiliki arti khawatir atau takut yang bersifat umum dan terbawa dalam bawaan fitrah kehidupan kita. Lafaz khauf dalam al-Qur’an disebutkan pada 124 ayat dengan berbagai bentuk (derivasi).

Dalam Mu’jam Mufrodat li Alfaz Al-Qur’an, Ragib al-Asfahani mengatakan bahwa khauf adalah ketakutan atas suatu hal yang sudah diduga atau sudah diketahui dengan pasti, atau takut yang timbul karena lemahnya pihak yang merasa takut, meskipun yang ditakuti adalah hal remeh atau sepele. Sebagaimana dalam firman-Nya:

وَقَالَ الَّذِيْٓ اٰمَنَ يٰقَوْمِ اِنِّيْٓ اَخَافُ عَلَيْكُمْ مِّثْلَ يَوْمِ الْاَحْزَابِۙ

Artinya: “Orang yang beriman itu berkata, “Wahai kaumku, sesungguhnya aku khawatir (bahwa) kamu akan ditimpa (bencana) seperti hari (kehancuran) golongan yang bersekutu.” (Q.S Gafir [40]; 30).

Baca Juga  Aerodinamika dalam penafsiran QS. Al-Mulk ayat 19

Pada ayat tersebut lafaz khaafu menunjukkan rasa takut dan khawatir kepada musibah atau bencana. Prof. Quraish Shihab dalam tafsirnya mengatakan, ayat di atas menjelaskan kaum Nabi Nuh yang selalu menolak ajaran Nabi dan bersikeras mempertahankan kemusyrikan. Sehingga mereka ditenggelamkan Allah dengan banjir besar, sehingga menjadikan Nabi Nuh khawatir mengenai kaumnya.

Makna Khasyyah dalam Al-Quran

Khasyyah merupakan bentuk mashdar dari fi’il madhi khasyia (خشي), yakhsya (يخشى), khasyyah (خشية) yang mempunyai arti takut. Kata khasyyah dalam al-Qur’an disebutkan sebanyak 48 kali dengan berbagai bentuk (derivasi). Dalam Mu’jam Mufrodat li Alfaz al-Qur’an, Al-Ragib al-Asfahani menjelaskan makna dari kata khasyyah yaitu rasa takut yang dilandasi dengan sikap mengagungkan.

Kedudukan khasyyah lebih khusus dan lebih tinggi dari pada khauf yang sifatnya umum karena dilandasi dengan ilmu pengetahuan. Khasyyah menunjukkan ketakutan dan kekhawatiran karena memang mengenal yang ditakuti dengan pengenalan yang sebenar-benarnya, pengetahuan yang dalam, serta melahirkan rasa takut yang luar biasa akibat pengetahuan yang dalam itu. Sebagaimana dalam firman-Nya:

اِنَّمَا يَخْشَى اللّٰهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمٰۤؤُاۗ

Artinya: “Di antara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya, hanyalah para ulama.” (Q.S Fathir [35]; 28).

Ibnu Katsir dalam tafsirnya menguraikan, maksud ayat diatas yakni sesungguhnya yang benar-benar takut kepada Allah dari kalangan hamba-hamba-Nya hanyalah para ulama. Yakni para ulama yang mengetahui tentang Allah SWT. Karena sesungguhnya semakin sempurna pengetahuan seseorang tentang Allah SWT yang Maha Besar, Maha Kuasa, Maha Mengetahui lagi menyandang semua sifat sempurna dan memiliki nama-nama yang terbaik. Maka makin bertambah sempurnalah ketakutannya kepada Allah SWT.

Kesamaan dan Perbedaan Khauf dan Khasyyah         

Berdasarkan penjelasan diatas, khauf dan khasyyah mempunyai kesamaan makna yaitu takut. Akan tetapi khasyyah lebih tinggi dari pada khauf, karena kata khasyyah adalah rasa takut yang sangat dan timbul karena agungnya pihak yang ditakuti meskipun pihak yang mengalami takut itu seorang yang kuat. Dengan demikian, khauf merupakan rasa takut yang timbul karena lemahnya pihak yang merasa takut meskipun yang ditakuti itu remeh.

Baca Juga  Memahami Keindahan Relasi Antarkata dalam QS. At-Tin

Dalam al-Qur’an, biasanya kata khauf menggambarkan rasa takut dan khawatir tentang bahaya yang akan mengancam seperti halnya manusia takut terhadap masa depan, takut menjadi miskin, dan lain-lain. Sedangkan khasyyah, merupakan rasa takut yang disertai pengetahuan dan rasa hormat (ta’zhim). Oleh karena itu, kata khasyyah sering dipergunakan berkenaan dengan hak Allah, semakin tinggi pengetahuan seseorang kepada Allah maka semakin tinggi pula rasa khasyyah kepada-Nya.

Penyunting: Bukhari