Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Makna Khusyuk: Khusyuk Dalam Sholat vs Khusyuk Dalam Hidup

khusyul
Sumber: istockphoto.com

Kehidupan manusia yang semakin maju, tak jarang membawa beberapa perubahan dalam hidup yang konotasinya bisa bernilai positif bisa juga negatif. Hal ini tentu didukung oleh berkembangnya kemudahan dalam berbagai bidang, sehingga kebanyakan dari kita justru terlena dan secara tidak sadar terjadi penurunan kualitas dalam diri. Maka dari itu, penting bagi kita untuk senantiasa melakukan introspeksi atau muhasabah. Diantara sikap yang bisa mensupport proses ini adalah sikap sekaligus sifat khusyuk. Benarkah? Sebelum mengklaim pendapat, agar bijaksana dalam mengambil kesimpulan hendaknya kita mengetahui serta memahami apa itu khusyuk terlebih dahulu. Adakah dalil sekaligus ajaran tentang khusyuk?

Derivasi Makna Khusyuk

Kata khusyuk bukan lagi bahasa asing dalam telinga kita. Sedangkan yang masyhur memiliki korelasi erat dengan kata khusyuk ini adalah sholat. Kata ini dalam sholat telah digunakan oleh berbagai kalangan masyarakat. Akan tetapi, kata tersebut sebenarnya memiliki makna yang cukup relevan untuk disandingkan dengan kegiatan atau keadaan yang lain, meski penggunaannya hanya oleh orang-orang tertentu. Lalu bagaimanakah pemaknaan kata khusyuk yang sebenarnya? Kemudian pada titik manakah sikap khusyuk ini menjadi bekal yang sangat cukup dalam menghadapi arus peradaban zaman?

Khusyu’ merupakan kata murni bahasa arab dengan tulisan aslinya خشوع. Kata ini merupakan isim musytaq yang berasal dari kata fi’il madly mujarrod خشع dengan tashrifannya خشع-يخشَع-خشوعا yang berarti menyerah atau tunduk. Penyerapannya menjadi Bahasa Indonesia kemudian dibakukan menjadi kata khusyuk yang memiliki makna penyerahan atau kebulatan hati, sungguh-sungguh, dan penuh kerendahan hati. Adapun pada bahasa asalnya, kata خشوع memiliki beberapa makna. Imam Labid dalam diwannya menjelaskan bahwa kata الخشوع ini dimaknai dengan kata الاستكانة yang berarti merendahkan diri. Masih serupa dengan itu, kata الخشوع juga sering disandingkan dengan kata التواضع yang sama-sama berarti merendahkan diri. Sedangkan Imam Ats-Tsauri dalam tafsirnya menjelaskan bahwa kata khusyu’ berarti rasa takut atau khawatir yang senantiasa melekat di dalam hati (الخشوع الخوف الدايم في القلب).

Baca Juga  Menguatkan Nasionalisme untuk Membendung Radikalisme

Dalam al-Quran al-Karim ternyata banyak terdapat kata khusyuk dengan makna yang beragam, tergantung kolaborasi dan tujuan makna yang dikehendaki di dalamnya. Setelah melakukan pengkajian, penyebutan kata khusyuk dengan berbagai derivasi katanya dalam al-Quran tersebar dalam 17 ayat dengan surat yang berbeda-beda. Adapun ragam bentuknya yakni 1 kata menggunakan bentuk mashdar, 14 kata menggunakan bentuk isim fa’il, 1 kata menggunakan bentuk fi’il madly dan 1 kata menggunakan bentuk fi’il mudlore’. Berdasarkan data yang didapat, kata الخشوع dengan berbagai bentuknya hampir sebagian besar menunjukkan keadaan diri, sikap ataupun perilaku yang tunduk.

Bersikap Khusyuk dalam Sholat dan Implikasinya

Berbicara tentang khusyuk dalam sholat, menurut Muslim bin Yasar adalah menundukkan pandangan pada tempat sujud. Menambahi itu, menurut Abu Sufyan bin Jarah khusyuk ada di dalam hati, contoh ketika ada orang lain yang mengganggu di pangkuanmu engkau tidak berpaling dari sholat tersebut. Selain dalam sholat, kata ini memiliki arti yang sangat kuat dalam hal-hal lain di sekitar kita. Sinonim kata ini adalah kata dziro’ah (الضراعة) yang bermakna sikap merendahkan diri secara haq. Perbedaannya disebutkan dalam kitab Mufradat Fi Gharib al-Quran karya Imam Al-Ashfahani, bahwa kata ini lebih dominan dan banyak digunakan untuk mengambarkan keadaan anggota tubuh, sedangkan kata dziro’ah lebih dominan untuk digunakan dalam penggambaran keadaan hati. Keadaan apa yang digambarkan? Yakni keadaan tenang, fokus dan juga khidmat.

Contoh sikap khusyuk dalam sholat yang disajikan al-Quran mengandung makna yang sangat berarti dalam kehidupan sehari-hari. Satu uraian yang begitu kompleks hingga mampu menjadi role mode manusia pada perkara-perkara lain dalam hidupnya di luar sholat. Seakan menjadi pegangan prinsip ketika dihadapkan dengan berbagai macam situasi dan kondisi yang seringkali tanpa persiapan. Sekaligus menjadi bekal yang sangat memadai untuk menjalani kehidupan sebagaimana mestinya. Ya, sikap khusyuk dalam sholat ini melatih dan mengajarkan kita untuk senantiasa menghadirkan sikap khusyuk dalam diri kapanpun dan dimanapun.

Baca Juga  Tafsir Q.S An-Nisa’ Ayat 9: Refleksi Atas Perkaderan Muhammadiyah

Berkaitan dengan sikap khusyuk yang seiring berjalannya waktu mulai melekat dalam diri, mendidik kita untuk menjadi pribadi yang dewasa dan lebih baik. Dengan prinsip yang baik dan kuat seperti ini, maka tak menjadi khawatir apapun perkembangan dan peradaban manusia saat ini. Seseorang dengan sikap khusyuk akan lebih mudah melakukan olah pikir dan  mampu mengambil keputusan secara berbobot dalam hidupnya. Jadi, menumbuhkan sikap ini menjadi kebutuhan yang sangat urgent khususnya dalam menghadapi kemajuan zaman, agar senantiasa tenang dan fokus dalam keadaan seperti apapun. Dengan demikian, maka khusyuk tidak hanya berlaku dalam urusan sholat saja, tetapi justru sangat berlaku dalam berbagai kehidupan kita sehari-hari di dunia.

Editor: An-Najmi