Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Tabayyun adalah Ciri Orang Berilmu: Tafsir Al-Hujurat Ayat 6

Tabayyun
Gambar: aptika.kominfo.go.id

Hidup di zaman yang serba teknologi, serba canggih, serba cepat kita dituntut untuk menjadi pribadi yang smart. Seperti yang kita lihat sekarang, khususnya dalam bidang informasi dan komunikasi yang hari-hari ini mengalami perkembangan yang begitu cepat. Kita bisa dengan mudah melakukan komunikasi lintas negara hanya dengan hitungan detik. Komunikasi ini tidak hanya antar individu, melainkan juga antar kelompok. informasi atau berita yang sedang menjadi trending di negara lain bisa dengan mudah kita ketahui.

Fenomena perkembangan yang sangat cepat ini berbanding lurus dengan banyaknya berita-berita yang tersebar. Penyebaran informasi ataupun berita-berita yang tak terkontrol menjadikan kita kesusahan dalam menentukan kebenaran suatu berita. Apakah berita yang beredar ialah fakta ataukah hanya hoax-hoax dengan “motif” tertentu.

Hidup di zaman sekarang ini penting bagi kita untuk menyeleksi setiap berita yang kita terima dan mencari kebenaran akan berita tersebut. Sebagai seorang muslim anjuran untuk menyeleksi dan mencari bukti ini disebut dengan tabayyun. Mari kita simak sedikit uraian tentang tabayyun berikut ini.

Makna Tabayyun

Tabayyun berasal dari kata tabayyana – yatabayyanu – tibyaanaan yang memiliki arti nyata, memberi penjelasan. Secara terminologi tabayyun merupakan tindakan meneliti dan menyeleksi berita, tidak tergesa-gesa dalam memutuskan masalah baik dalam hal hukum, kebijakan dan sebagainya hingga benar-benar jelas permasalahannya.

Selain pengertian di atas perlu juga diketahui perbedaan penjelasan mengenai makna tabayyun menurut beberapa tokoh, yaitu:

Menurut Mawardi Siregar, tabayyun didefinisikan sebagai tindakan selektifitas untuk mendapatkan berita atau informasi secara hati-hati. Sedangkan bagi Thohir Luth, tabayyun merupakan suatu bentuk klarifikasi terhadap suatu peristiwa maupun berita melalui seseorang yang dianggap “mengetahui” akan peristiwa dan berita tersebut. Hal ini dimaksudkan dengan tujuan untuk mendapatkan informasi dari berita tersebut.

Baca Juga  Tafsir Surah Al-Baqarah Ayat 83: Berbuat Baik

Tabayyun merupakan salah satu contoh akhlakul karimah yang telah dicontohkan oleh Rasulullah Saw saat ada kejadian fitnah antara Walid dan Bani Mushtaliq tentang perenggangan dalam pembayaran zakat yang membuat Rasulullah marah besar dan akan memerangi Bani Mushtaliq.

Akan tetapi datanglah utusan dari Bani Mushtaliq yang menghadap ke Nabi Muhammad untuk menjelaskan kejadian sebenarnya. Sehingga Nabi mengutus salah satu orang yang bernama Khalid bin Walid untuk mengecek kebenaran berita tersebut. Kemudian, turunlah surat al-Hujurat ayat 6.

Tabayyun Sebagai Ciri Orang Berilmu

Tabayyun salah satunya dijelaskan dalam al-Quran surat al-Hujurat: 6 yang berbunyi:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS. Al-Hujurat: 6)

Dalam tafsir Mafatihul Ghaib dijelaskan bahwa orang yang bijak berpegang pada tabayyun. Dalam kitab taisir itu disebutkan bahwa tabayyun merupakan salah satu ciri orang yang berilmu dan beradab. Apabila datang kepadanya suatu berita maka hendaknya ia memastikan akan kebenaran berita tersebut. Berita yang benar dapat diterima, sedangkan berita yang palsu harus ditolak dan tidak dapat diterima.

Maka dari penafsiran tersebut dapat kita simpulkan bahwa sikap tabayyun merupakan ciri-ciri sikap orang yang berilmu, yang bijaksana dan memiliki adab. Orang yang bijaksana akan selalu meneliti setiap berita yang ia terima. Aapakah berita tersebut merupakan sesuatu yang benar atau sesuatu yang salah. Karena apabila kita bertindak berdasar pada berita yang salah maka akan membawa kita kepada penyesalan.

Baca Juga  Tafsir Surat Al-'Alaq 1-5: Pengamalan Perintah Membaca

Menurut mufassir Quraish Shihab, beliau menyatakan bahwa tabayyun merupakan suatu proses untuk melakukan penelitian terhadap suatu berita yang berasal dari kelompok yang fasik. Dalam proses tersebut secara cermat kita meneliti tentang siapa yang menyampaikannya. Apakah ia suka berdusta atau tidak, apakah ia bisa dipercaya atau tidak, serta apakah orang yang menyampaikan berita tersebut sudah mengetahui kebenaran dari berita tersebut atau tidak. Poin-poin yang telah disebutkan di atas harus sangat diperhatikan dalam proses pencarian benar atau tidaknya suatu berita yang diterima.

Kunci Kehidupan Damai

Sikap ini haruslah ditekankan dalam setiap kehidupat umat muslim. Dengan adanya sikap ini yang senantiasa kita junjung tinggi, maka dengan izin Allah Swt kehidupan ini akan berjalan dengan damai. Tanpa adanya berita-berita bohong yang menghasut atau bahkan merusak kehidupan yang berakibat pada pertengkaran

Untuk menerapkan sikap tabayyun seorang muslim bisa melakukan beberapa tindakan berikut: mengembalikan permasalahan-permasalahan tertentu kepada Allah Swt dan Rasul-Nya, memberikan pertanyaan-pertanyaan untuk menguji kebenaran suatu berita yang beredar kepada seseorang yang memberikan berita pertama, melakukan penelitian dan pemeriksaan suatu berita tersebut secara berkelanjutan, dan melakukan penyelidikan.

Hikmah dengan adanya sikap tabayyun antara lain yaitu: mampu meningkatkan ketakwaan seorang hamba kepada Tuhannya; mampu menjaga ketentraman masyarakat; menjaga persatuan antar kaum muslim, dan terbiasa untuk berprasangka baik terhadap sesama manusia, mampu menjauhkan keraguan serta bisikan dari setan, tidak mudah untuk men-judge atau melabel seseorang atau suatu lembaga.

Penyunting: Bukhari