Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Rasi Bintang Sebagai Alat Navigasi: Perspektif Al-Quran

Navigasi
Gambar: infoastronomy.org

Alam semesta sangatlah luas. Dalam al-Qur’an Allah menciptakannya dalam enam masa yang terdiri dari berbagai macam bintang-bintang (planet, bulan, matahari, dan bintang-bintang lainnya). Sebagaimana yang telah kita lihat setiap malam hari langit yang terdapat ratusan bahkan ribuan bintang, yang kemudian tersebar mitos-mitos tentang rasi bintang yang biasanya disebut dengan zodiak. 

Sebelum teknologi berkembang pesat seperti zaman modern yang serba canggih dan praktis dengan mudah kita dapat menentukan arah mata angin khususnya para nelayan. Namun  dahulu para nelayan kesulitan dalam menentukan arah mata angin oleh karena itu dengan cara melihat pola bintang yang ada mereka dapat menentukan arah Barat, Timur, Selatan dan Utara. Dan dalam al-Qur’an surah al-An’am: 97 juga Allah SWT menjelaskan bahwa bintang digunakan sebagai petunjuk arah (alat navigasi).

Rasi Bintang

Dalam peradaban kuno sebelum masehi bintang-bintang telah menjadi bagian dari setiap kebudayaan dan memiliki kedudukan yang tinggi. Bintang-bintang digunakan dalam navigasi dan bercocok tanam. Mereka melihat bintang-bintang itu sebagai suatu pola yang sekarang pola itu dikenal dengan nama konstelasi atau rasi bintang yang menempati wilayah tertentu di langit. Yang kemudian berkembanglah mitologi dari peradaban kuno mengenai rasi bintang.

Rasi bintang atau konstelasi adalah sekelompok bintang yang terlihat seperti membentuk suatu pola tertentu dan jarak antar bintang saling berdekatan. Pada tahun 1922 International Astronomical Union (IAU) secara resmi membagi rasi bintang menjadi 88. Dengan batas-batas yang jelas, sehingga setiap arah hanya dimiliki satu rasi bintang saja.

Zodiak

Secara bahasa zodiak berasal dari bahasa Yunani yakni dari kata zoodiacos dan cylos yang artinya lingkaran hewan. Sedangkan secara istilah zodiak adalah sebuah sabuk khayal di langit dengan lebar 18° yang berpusat pada lingkaran ekliptika dan penetapan rasi bintang menjadi zodiak berdasarkan pada garis ekliptika. Yaitu garis edar bumi yang mengitari matahari.

Baca Juga  Anjuran Tolong-menolong: Tafsir Surah Al-Ma’idah Ayat 2

Awal mula konsep ini dipercaya berasal dari peradaban lembah sungai eufrat yang kemungkinan hanya ada 6 rasi. Yaitu Taurus, Cancer, Virgo, Scorpio, Capricorn, dan Pisces. Kemudian dipecah menjadi 12 rasi karena penampakan tahunan 12 kali bulan purnama pada bagian-bagian yang berurutan dari sabuk tersebut. Jadi zodiak adalah semua rasi bintang yang berada disepanjang lingkaran ekliptika.

Dari 88 rasi bintang yang ada, terdapat 12 rasi yang dikenal dengan nama zodiak di antaranya yaitu Aquarius, Pisces, Aries, Taurus, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, Virgo, Libra, Scorpio, Sagitarius, dan Capricorn.

Rasi Bintang Sebagai Alat Navigasi

Salah satu fungsinya adalah sebagai petunjuk jalan atau sebagai alat navigasi sebagaimana dalam firman Allah SWT dalam QS al-An’am: 97

وَهُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ النُّجُومَ لِتَهْتَدُوا بِهَا فِي ظُلُمَاتِ الْبَرِّ وَالْبَحْرِ ۗ قَدْ فَصَّلْنَا الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

“Dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kebesaran (Kami) kepada orang-orang yang mengetahui.”

Yang dimaksud ”an-nujuum” (bintang-bintang) di sini adalah bintang-bintang selain an-nayyiran (matahari dan bulan). Sebab bintang-bintang itulah yang dijadikan petunjuk arah (dan waktu)

Selain itu dalam Q.S an-Nahl: 16 Allah SWT berfirman,

وَعَلَامَاتٍ ۚ وَبِالنَّجْمِ هُمْ يَهْتَدُونَ

”Dan (Dia ciptakan) tanda-tanda (penunjuk jalan) Dan dengan bintang-bintang itulah mereka mendapat petunjuk.”

Firman Allah, “wa bi an-najm hum yahtaduun” berarti mereka (kaum pengembara) bisa menggunakan petunjuk bintang pada malam hari untuk mengetahui arah di tengah daratan maupun lautan.

Pada zaman dahulu rasi bintang banyak digunakan para nelayan untuk menentukan arah mata angin ketika meteka sedang berada di tengah laut. Dengan cara melihat bintang-bintang mereka akan tahu mana arah Timur, Barat, Selatan, dan Utara.

Baca Juga  Menstruasi dalam Al-Qur’an: Telaah Tafsir Zaghlul Al-Najjar

Selain itu rasi bintang juga banyak dipakai para petani untuk menentukan pada saat kapan akan terjadi musim hujan dan musim kemarau. Lebih tepatnya lagi adalah kapan para petani mengalami musim panen. Tetapi, pada zaman sekarang ini rasi bintang hanya digunakan oleh pakar-pakar ilmu astronomi saja, sebagai patokan dan petunjuk

Ragam Bentuk Bintang yang Menjadi Navigasi

  • Rasi Bintang Pari

Bintang pertama ini biasanya banyak sekali ditemukan dan dilihat di langit adalah rasi bintang pari/crux. Rasi bintang ini berbentuk seperti pari/layang-layang/salib dan bisa dilihat pada langit malam dengan arah agak ke selatan. Rasi bintang ini sangat bermanfaat apabila tersesat/kehilangan arah pada malam hari. Pada setiap rasi bintang, biasanya terdapat satu bintang yang bersinar paling terang, yang biasanya diberi simbol  

  • Rasi Bintang Orion/Waluku

Rasi bintang ini dapat dilihat pada langit di sebelah Barat. Dinamai orion karena memiliki arti pemburu. Selain sebagai petunjuk arah Barat, rasi bintang orion ini (waluku  dalam bahasa Indonesia) sering dijadikan tanda bagi para petani pada zaman dulu untuk memulai menggarap sawah dan ladangnya.

  • Rasi Bintang Great Bear/Biduk

Rasi bintang ini menunjukkan arah Utara. Mungkin rasi ini adalah rasi paling populer dan mudah dikenali. Dapat disebut dengan rasi bintang biduk/great bear/beruang besar. Bentuknya seperti gayung yang terdiri dari 7 buah bintang, karena itu rasi bintang ini disebut konstelasi bintang tujuh dan Rasi bintang ini terlihat sepanjang tahun.

  • Rasi Bintang Scorpio/Kalajengking

Rasi bintang ini agak susah dicari. Karena jumlah bintang yang membentuk konstelasinya cukup banyak. Rasio scorpio ini menjadi petunjuk arah Tenggara/Timur langit dalam mitologi Yunani Kuno.

Kesimpulan

Dapat disimpulkan bahwa rasi bintang sudah dikenal sejak zaman peradaban kuno yang mana mereka menggunakannya sebagai petunjuk arah selain itu juga untuk bercocok tanam. Dan kebanyakan nama rasi bintang ini berdasarkan kepada mitologi Yunani dan romawi, babilonia menyebut rasi bintang dengan sebutan zodiak. Dan penjelasan al-Qur’an dalam QS al-an’am: 97 dan An-Nahl: 16 mengenai bintang sebagai petunjuk jalan. 

Baca Juga  Mentadaburi I'jaz Al-Qur'an dalam Ilmu Biologi

Hal ini menunjukkan kesamaan antara al-Qur’an dan peradaban pada masa itu. Jika dulunya rasi bintang digunakan oleh para petani, namun saat ini rasi bintang hanya digunakan oleh para astronom.

Penyunting: Bukhari