Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Mendidik Anak Bagi Orang Tua Perspektif Tafsir Ibnu Abbas

Abbas
Sumber: Tokopedia

Beberapa waktu ada kejadian seorang anak remaja yang berlaku tidak sopan kepada orang tua. Berawal dari kebisaan nya begadang dimalam hari, membuat anak remaja tersebut terlambat datang ke sekolah. Sebagai orang sudah berusaha untuk membangunkan di waktu yang tepat, tetapi anak remaja tersebut membalas dengan membentak-bentak orang tuanya karena merasa terganggu.

Disini dapat dilihat betapa pentingnya para orang tua membrikan penanaman nilai akhlak kepada anak. Akhlak merupakan hal yang sangat penting diberikan kepada anak sejak anak masih usia dini. Setelah mengetahui penfsiran Ibnu Abbas pada surat Al -Furqon ayat 63-67, dihrapkan dapat menjadikannya sebagai rujukan dan pedoman dalam rangka menanamkan nilai-nilai akhlak kepada anaknya.

Tanwir Al-Miqbas Min Tafsir Ibn ‘Abbas Karya Al-Fairuzabadi

Ibnu Abbas adalah sosok sahabat yang memiliki ilmu yang luas, ahli fiqih, dan imam tafsir, maka tidak aneh jika ia kemudian dijuluki dengan Lautan Ilmu(al-bahr), Tinta Umat Islam (hibru al-ummah), Manusia Robbani (robbaniyyu al-ummah) dan Penerjemah al-Qur‟an (turjuman alQur‟an). Julukan-julukan di atas sebagai wujud pengakuan umat atas ilmunya yang melimpah-ruah, ijtihadnya yang agung, dan ma„rifatnya terhadap makna-makna yang terkandung di dalam al-Qur’an al-Karim di samping akhlaknya yang mulia

Dalam usia muda, Ibnu Abbas telah mendapatkan tempat yang istimewa dikalangan para senior sahabat mengingat ilmu dan ketajaman pemahamannya, sebagai wujud dari doa Rasulullah untuknya. Dalam sebuah riwayat dari Ibnu Abbas sendiri dijelaskan, nabi pernah merangkulnya dan berdo’a, “Ya Allah, ajarkanlah kepadanya hikmah. Selain dapat doa khusus dari Rasulullah, Ibnu Abbas juga termasuk salah satu di antara sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadis Nabi. Selain itu beiau juga ahli dalam bidang tafsir. Dalam bidang tafsir Ibnu Abbas merupakan peletak dasar dari teori penafsiran yang banyak mengilhami model-model penafsiran era berikutnya.

Baca Juga  Mengkaji Ayat-Ayat tentang Bidadari dalam Perspektif Al-Qur’an

Ia mempunyai pengetahuan yang luas tentang aspek-aspek bahasa Arab. Hingga pada akhirnya beliau meninggal di Thaif tahun 68 H. Jenazahnya dishalatkan oleh Muhammad bin al-Hanafiyah. Pada saat pemakaman jenazahnya, Muhammad bin al-Hanafiyah berkata, “Telah berpulang ulama umat ini untuk selama-lamanya.

Pendidikan Akhlaq Bagi Anak

Mengenai nilai dalam berinteraksi dengan anak Ibnu Abbas berkata : “Muliakanlah anak-anak, dan baguskanlah pendidikannya.”. Maksudnya, orang tua merupakan sumber pendidikan yang utama. Sebagai orang tua mempunyai andil dalam rangka memuliakan anak dengan memberikan pendidikan karakter dan akhlak untuk bekal masa depannya.

Landasan pendidikan etika adalah menanamkan pemahaman yang benar untuk memiliki tata krama atau akhlak dalam berhubungan dengan Allah Sang Pencipta. Betapa pentingnya penanaman nilai-nilai akhlak yang dilakukan sejak anak masih berusia dini.

Mengajarkan untuk membalas kebaikan dengan kebaikan, meskipun datang dari orang kafir. Ibnu Abbas berkata: “Seandainya Fir‟aun berkata padaku: „Baarakallahu Fiik, maka aku akan menjawabnya: dan berkah Allah untukmu pula”.  Seorang muslim harus berusaha untuk menarapkan hal tersebut. Selalu menanam kebaikan dimanapun berada.

Mengajarkan adanya hal-hal yang harus selalu berdampingan tak dapat dipisah-pisahkan. Ibnu Abbas berkata: Ada 3 hal yang diturunkan berdampingan tidak dapat dipisahkan, yaitu pertama ketaatan pada Allah yang senantiasa berdampingan dengan ketaatan pada Rasulullah, kedua salat yang senantiasa berdampingan dengan zakat, ketiga syukur pada Allah yang senantiasa berdampingan dengan rasa terima kasih kepada kedua orang tua.

Mendidik menuju kedewasaan secepat mungkin. Ibnu Abbas berkata bahwa sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya pemuda terbaik adalah mereka yang dewasa, dan yang berusia tua terburuk adalah yang kekanak-kanakan”.

Dalam penafsirannya, Ibnu Abbas berupaya menjelaskan sifat-sifat ibad alrahman pada ayat 63-67 dengan bahasa yang mudah dipahami. Sehingga hal yang demikian ini membuat kitab ini sering disampaikan pada masyarakat, orang yang menyampaikan apalagi mendengarkan mudah menangkap bahasa pemaparannya. Bukan hanya itu Ibnu Abbas tergolong mufassir yang menafsirkan ayat-ayat al-Qur‟an dengan riwayat yang tersabut sampai kepada Rasulullah saw.

Baca Juga  Seimbangkan Antara Harapan dan Ikhtiar: Pesan QS. Al-Syarh Ayat 7-8

Editor: An-Najmi