Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

5 Ayat Favorit Untuk Beristighfar di Bulan Ramadan

beristighfar
Sumber: https://pngtree.com

Memohon ampun adalah suatu tindakan yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari seorang muslim. Dalam Al-Qur’an, terdapat beberapa ayat yang memperlihatkan betapa pentingnya beristighfar atau memohon ampun kepada Allah.

Bulan Ramadan adalah bulan penuh ampun. Ampunan di bulan ini dibuka selebar-lebarnya oleh Allah kepada hamba-Nya yang memohon ampun. Perintah bersitighfar dan keutamaannya disebutkan dalam berbagai ayat Al-Qur’an. Berikut adalah 5 ayat memohon ampun di dalam Al-Qur’an beserta penafsiran dan hikmahnya:

1. QS. Al-Baqarah [2]: 199

ثُمَّ اَفِيْضُوْا مِنْ حَيْثُ اَفَاضَ النَّاسُ وَاسْتَغْفِرُوا اللّٰهَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

Artinya: “Kemudian, bertolaklah kamu dari tempat orang-orang bertolak (Arafah) dan mohonlah ampunan kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Terjemahan Kemenag 2019)

Ayat ini mengajarkan agar kita berhenti dari segala bentuk dosa, baik yang besar maupun kecil, dan memohon ampun kepada Allah. Dia adalah Maha Pengampun dan Maha Penyayang, sehingga kita harus senantiasa berusaha untuk memperbaiki diri dan memohon ampun kepada-Nya. Dengan memohon ampun, kita juga akan merasa tenang dan damai, karena kita telah mengakui segala dosa dan kesalahan kita di hadapan Allah.

2. QS. Ali Imran [3]: 135

وَالَّذِيْنَ اِذَا فَعَلُوْا فَاحِشَةً اَوْ ظَلَمُوْٓا اَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللّٰهَ فَاسْتَغْفَرُوْا لِذُنُوْبِهِمْۗ وَمَنْ يَّغْفِرُ الذُّنُوْبَ اِلَّا اللّٰهُ ۗ وَلَمْ يُصِرُّوْا عَلٰى مَا فَعَلُوْا وَهُمْ يَعْلَمُوْنَ

Artinya: “Demikian (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, mereka (segera) mengingat Allah lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya. Siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Mereka pun tidak meneruskan apa yang mereka kerjakan (perbuatan dosa itu) sedangkan mereka mengetahui(-nya).”

Ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa ketika kita melakukan kesalahan atau dosa, kita harus segera mengingat Allah dan memohon ampun kepada-Nya. Allah adalah satu-satunya yang dapat mengampuni dosa-dosa kita, dan kita tidak boleh terus-menerus melakukan perbuatan keji atau dosa yang sama. Kita harus belajar dari kesalahan kita dan berusaha untuk tidak mengulanginya di masa depan.

Baca Juga  Bulan Ramadhan Sebagai Spirit Meningkatkan Wawasan Keislaman

3. QS. An-Nisa [4]: 64

وَمَآ اَرْسَلْنَا مِنْ رَّسُوْلٍ اِلَّا لِيُطَاعَ بِاِذْنِ اللّٰهِ ۗوَلَوْ اَنَّهُمْ اِذْ ظَّلَمُوْٓا اَنْفُسَهُمْ جَاۤءُوْكَ فَاسْتَغْفَرُوا اللّٰهَ وَاسْتَغْفَرَ لَهُمُ الرَّسُوْلُ لَوَجَدُوا اللّٰهَ تَوَّابًا رَّحِيْمًا

Artinya: “Kami tidak mengutus seorang rasul pun, kecuali untuk ditaati dengan izin Allah. Seandainya mereka (orang-orang munafik) setelah menzalimi dirinya datang kepadamu (Nabi Muhammad), lalu memohon ampunan kepada Allah, dan Rasul pun memohonkan ampunan untuk mereka, niscaya mereka mendapati Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.”

Ayat ini mengajarkan bahwa Allah mengutus para nabi dan rasul untuk membimbing umat manusia menuju jalan yang benar. Ketika seseorang melakukan kesalahan atau dosa, dia harus memohon ampun kepada Allah dan para rasul-Nya. Jika dia sungguh-sungguh memohon ampun dengan tulus dan ikhlas, Allah akan menerima taubatnya dan memberikan rahmat-Nya.

Wasilah Nabi menjadi kunci diterimanya taubat kita. Karena Nabi merupakan penghubung terbaik antara hamba dan Allah. Oleh karena itu, kita diperintahkan berselawat kepada Nabi, karena menghubungkan diri kepadanya sama saja dengan menghubungkan diri kepada Allah. Di satu sisi Nabi memiliki dimensi kemanusiaan (insaniyyah) dan di sisi yang lain berdimensi ketuhanan (ilahiyyah).

4. QS. Al-Furqan [25]: 70

اِلَّا مَنْ تَابَ وَاٰمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَاُولٰۤىِٕكَ يُبَدِّلُ اللّٰهُ سَيِّاٰتِهِمْ حَسَنٰتٍۗ وَكَانَ اللّٰهُ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا

Artinya: “Kecuali, orang yang bertobat, beriman, dan beramal saleh. Maka, Allah mengganti kejahatan mereka (dengan) kebaikan. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Ayat ini mengajarkan bahwa ketika seseorang melakukan dosa atau kesalahan, dia harus bertaubat dan beriman kepada Allah SWT. Selain itu, dia juga harus mengerjakan amal saleh untuk memperbaiki diri dan mendapatkan pahala dari Allah SWT. Jika dia benar-benar bertaubat dengan sungguh-sungguh, Allah SWT akan mengganti keburukan yang pernah dia lakukan dengan kebaikan dan memberikan rahmat-Nya yang besar.

Baca Juga  Kisah Ikrimah bin Abu Jahal dalam QS. Luqman Ayat 32

Perintah bersitighfar harus diawali dengan taubat. Taubat adalah kembali ke jalan Allah, jalan ketaatan setelah menyimpang dari jalan-Nya. Bertaubat dan beramal saleh menghapus keburukan. Kemudian beristighfar dapat membuka pintu rezeki baik yang material dan non material.

5. QS. Hud [11]: 3

وَّاَنِ اسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوْبُوْٓا اِلَيْهِ يُمَتِّعْكُمْ مَّتَاعًا حَسَنًا اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّى وَّيُؤْتِ كُلَّ ذِيْ فَضْلٍ فَضْلَهٗ ۗوَاِنْ تَوَلَّوْا فَاِنِّيْٓ اَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ كَبِيْرٍ

Artinya: “Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu kemudian bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia akan memberi kesenangan yang baik kepadamu (di dunia) sampai waktu yang telah ditentukan (kematian) dan memberikan pahala-Nya (di akhirat) kepada setiap orang yang beramal saleh. Jika kamu berpaling, sesungguhnya aku takut kamu (akan) ditimpa azab pada hari yang besar (kiamat).”

Ayat ini mengajarkan bahwa Allah SWT adalah Maha Pengampun dan kita harus selalu memohon ampun kepada-Nya. Dalam kehidupan sehari-hari, kita pasti melakukan kesalahan atau dosa, baik yang besar maupun kecil, horizontal (kepada sesama) maupun vertikal (kepada Allah). Oleh karena itu, kita harus selalu merenungkan perbuatan kita dan memohon ampun kepada Allah SWT agar kita senantiasa dalam perlindungan-Nya.

Kandungan Hikmah

Hikmah dari lima ayat memohon ampun di atas adalah mengajarkan kepada kita untuk selalu memperbaiki diri dan mengembangkan keimanan kita kepada Allah. Dalam kehidupan sehari-hari, kita akan selalu dihadapkan dengan berbagai godaan dan cobaan. Namun, dengan memohon ampun kepada Allah, kita akan memperoleh kekuatan dan keberanian untuk menghadapi semua tantangan tersebut.

Selain itu, memohon ampun juga merupakan tindakan yang dapat membantu kita memperbaiki hubungan dengan orang lain. Ketika kita meminta maaf kepada orang yang pernah kita sakiti atau khilaf, itu akan membantu kita untuk memperbaiki hubungan dan membangun kembali kepercayaan yang telah hilang. Dengan demikian, memohon ampun tidak hanya memperbaiki hubungan kita dengan Allah, tetapi juga dengan sesama manusia.

Baca Juga  Tafsir Tematik (10): Keragaman adalah Niscaya

Beristighfar dan Membaca Istighfar

Sebagai catatan, terdapat perbedaan antara beristighfat dan membaca istighfar. Sering kali bersitighfar hanya dimaknai mengucap kalimat astaghfirullah. Padahal, beristighfar harus mencakup tiga hal. Pertama, beristighfar secara intelektual. Artinya kita tahu kalau kita telah melakukan perbuatan yang salah. Kedua, secara amal. Setelah mengakui salah, kita berjanji tidak mengulangi kembali dan menggantinya dengan amal saleh. Ketiga, secara verbal. Setelah dua langkah sebelumnya, barulah kita memantapkan istighfar kita dengan mengucapkan kalimat istighfar.

Dalam kesimpulannya, lima ayat memohon ampun di dalam Al-Qur’an mengajarkan kepada kita tentang pentingnya memohon ampun kepada Allah dan berusaha memperbaiki diri. Kita harus selalu berusaha untuk menghindari perbuatan dosa dan kesalahan, namun jika kita salah, kita harus segera bertaubat dan memohon ampun kepada Allah dengan sungguh-sungguh. Dengan memohon ampun, kita akan merasa lebih tenang dan damai, dan kita juga dapat memperbaiki hubungan dengan sesama manusia.