Sifat hasad merupakan penyakit hati. Seseorang tidak senang terhadap kelebihan yang dimiliki oleh orang lain seperti; kedudukan, kecakapan, kehormatan dan kebahagiaan tanpa ada alasan yang jelas. Sifat ini sangatlah berbahaya. Sebab apabila sifat ini telah tertanam dalam diri seseorang, maka ia akan menghalalkan segala cara supaya dapat menghancurkan orang yang tidak disukainya.
Memiliki sifat hasad terhadap orang lain merupakan sebuah kerugian, karena sifat tersebut dapat menghapus segala bentuk kebaikan yang telah dikerjakan. Sebagaimana yang telah dikatakan oleh Rasulullah bahwa sifat hasad dapat menghapuskan semua pahala dari amal kebaikan yang telah dilakukan oleh seseorang. Maka dari itu jauhkanlah diri kamu dari sifat ini. Seperti yang telah dijelaskan dalam hadits:
إٍيَّاكُمْ وَالْحَسَد فَإِنَّ الْحَسَدَ يَأْكُلُ الْحَسَنَاتِ كَمَا تَأْكُلُ النَّار الْحَطَبَ
“Jauhkanlah diri kamu sekalian dari sifat hasad, karena sesungguhnya hasad itu dapat memakan kebaikan-kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar” (HR. Abu Daud). Dengan demikian, bagaimana tingkatan orang yang memiliki sifat hasad?
Faktor-Faktor Yang Menimbulkan Sifat Hasad
Abdullah Gymnastiar mengatakan bahwa orang yang hasad adalah orang yang telah kehilangan rasa percaya diri. Bahkan selalu merasa kalau dirinya sendiri tidak mampu untuk meraih sesuatu yang ditargetkannya. Dan orang yang memiliki sifat itu disebabkan oleh dua faktor, di antaranya:
1. Faktor Fisik
Faktor fisik adalah faktor yang berhubungan dengan kondisi fisik yang datang dari dalam dirinya sendiri melalui berbagai sumber. Begitu juga dengan orang yang memiliki sifat hasad selalu berpikiran negatif terhadap orang yang tidak disukainya, hal tersebut akan berdampak pada kesehatan tubuh. Karena pada dasarnya pikiran itu sangat mempengaruhi kinerja organ dalam tubuh manusia, dan pikiran yang negatif dapat menyebabkan sistem kekebalan dalam tubuh menjadi lemah. Sehingga dapat diketahui bahwa sifat ini sangat merugikan diri sendiri.
2. Faktor Psikis
Sifat hasad memiliki hubungan yang erat terhadap kepribadian seseorang, bahkan penilain orang lain terhadap kepribadian seseorang menjadi suatu hal yang penting. Karena jika penilaian orang lain terhadap kepribadian seseorang itu salah maka akan menghasilkan kepribadian yang tidak seimbang. Dengan demikian, terdapat tiga penilaian yang dianggap salah yaitu:
Pertama, high profile adalah orang yang merasa tinggi diri, di mana seseorang merasa bahwa dirinya sendiri lebih tinggi daripada orang lain. Sehingga orang yang memiliki sifat ini akan selalu membanggakan dirinya sendiri.
Kedua, superiority complex yaitu seseorang yang sombong karena menilai dirinya sendiri melebihi dari kenyataan yang ada. Karena pada dasarnya orang yang sombong selalu ingin dipuji dan ingin orang lain dipandang hina, dan apabila harapannya tidak sesuai dengan ekspektasinya maka ia akan merasa hasad.
Ketiga, Tidak menyukai kebaikan yang didapatkan oleh orang lain. Karena ia akan selalu merasa sakit hati jika melihat orang lain merasakan kebahagiaan, dan ia tidak akan pernah rela jika seseorang lebih sukses darinya.
Tingkatan Orang Yang Hasad
Orang-orang yang memiliki sifat hasad digolongkan menjadi beberapa jenis serta tingkatannya yaitu:
- Seseorang yang berusaha untuk menghilangkan nikmat yang dimiliki oleh temannya dengan cara berbuat zalim kepadanya baik itu perkataan maupun perbuatan.
- Hasad Ghibthah yaitu seseorang yang ingin mendapat kenikmatan seperti kenikmatan yang ada dalam diri temannya tanpa ada keinginan untuk menghilangkan kenikmatan dalam diri temannya. Jadi untuk mendapatkan kenikmatan tersebut seseorang akan berusaha bersaing secara sehat.
- Seseorang yang dalam hatinya muncul sifat hasad tetapi ia menahannya dengan berusaha agar ia tidak berbuat kedzaliman kepada orang yang sedang dihasadi. Jika di antara kamu sekalian termasuk golongan ini maka ia tidak berdosa, sebab ada usaha untuk menghilangkan sifat hasad dari dalam hatinya dengan cara melawannya.
- Apabila dalam hati seseorang muncul sifat hasad tetapi ia berusaha menahannya dan mengganti perasaan hasadnya dengan cinta serta berbuat baik kepada orang yang dihasad.
Upaya Menghindari Sifat Hasad
Sifat hasad sangatlah berbahaya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga kamu sekalian harus berhati-hati terhadap sifat tersebut. Ada beberapa upaya yang harus dilakukan untuk menghindari sifat hasad di antaranya:
- Takdir Allah
Memahami konsep takdir yang telah Allah tentukan kepada setiap hambanya, bahwa segala nikmat Allah seperti rizki, jodoh, dan kematian yang di alami oleh seluruh manusia di bumi ini tak terlepas dari ketentuan Allah. Dan setiap yang Allah takdirkan kepada hambanya itu baik untuknya.
2. Berdoa
Memohon kepada Allah SWT supaya selalu dijauhkan dari berbagai penyakit hati, salah satunya seperti sifat hasad. Sebagaimana dalam surah al-Falaq ayat 5.
وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ
“Dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki”
3. Bersyukur
Sebagai seorang muslim hendaklah bersyukur atas segala nikmat yang telah Allah berikan kepada kita. Karena dengan bersyukur atas nikmatnya maka kita akan selalu merasa cukup terhadap apa yang kita miliki.
4. Saling Menyayangi
Hendaklah kita selalu menanamkan rasa cinta serta kasih sayang sesama saudara, sehingga kita tidak akan pernah merasa gelisah ketika melihat saudara kita atau orang lain yang lebih baik daripada kita dalam hal duniawi.
Penyunting: Ahmed Zaranggi



























Kanal Tafsir Berkemajuan
Sebuah media Islam yang mempromosikan tafsir yang progresif dan kontekstual. Hadir sebagai respon atas maraknya tafsir-tafsir keagamaan yang kaku dan konservatif.