Secara geografis, Indonesia merupakan negara yang sangat strategis serta potensial akan sumberdaya alam yang ada. Dimana Indonesia ini merupakan sebuah negara berbentuk kepualauan yang secara astronomis; terletak di 6o LU-11o LS dan 95o BT – 141o BT. Indonesia memiliki banyak sekali keistimewaan di dalamnya, dengan letak keberadaan negara yang begitu strategis dan dengan sumber daya alam yang begitu melimpah. Dengan keadaannya yang begitu istimewa itu, sekarang yaitu tinggal bagaimana kita memanfaatkan sumberdaya alam yang sudah ada sehingga menjadi bermanfaat. Lantas sebenarnya apa yang dimaksud sumber daya alam itu? Banyak sekali pengertian pengertian mengenai Sumber Daya alam menurut para ahli. Menurut Surya negara (1977) yang mengatakan bahwa sumber daya alam merupakan unsur unsur lingkungan alam; baik fisik maupun hayati yang sangat diperlukan oleh manusia dalam memenuhi kebutuhannya guna meningkatkan kesejahteraan hidup.
Islam dan Sumber Daya
Di dalam Islam pun ada pandangan mengenai sumber daya alam. Dalam ekonomi Islam sendiri ia merupakan segala bentuk kekayaan yang dimiliki oleh alam yang telah disediakan oleh Allah SWT dengan tujuan. Yaitu untuk dimanfaatkan oleh manusia dalam rangka menjaga keberlangsungan hidupnya. Sesuai dengan pengertian tersebut artinya Islam sendiri telah memberikan kebebasan kepada manusia untuk memanfaatkan sumber daya alam yang telah diberikan.
Dan pastinya jika sumber daya Alam yang ada tidak kita jaga dan kita kelola akan berdampak buruk bagi kita sendiri. Contohnya yaitu adanya kerusakan alam yang dapat menimbulkan terjadinya bencana alam seperti longsor dan banjir, lalu akan berkurangnya sumber daya alam yang ada dan lain sebagainya. Pengelolaan sumber daya alam ini menjadi tugas kita, begitu baiknya Allah yang sudah menyediakannya dan tugas kita yaitu hanya mengelolanya dengan bijak dan sebaik mungkin. Seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa Allah menciptakan manusia Agar bisa menjadi seorang Khalifah atau pemimpin dan juga agar bisa mengelola lingkungan hidup yang ada di bumi agar tidak menjadi sia sia.
Allah SWT telah memberikan amanat untuk menjaga alam serta mengelola Alam dengan sebaik-baiknya. Allah pun tidak serta-merta memberikan amanat itu kepada kita tetapi itu artinya Allah yakin bahwa kita sebagai manusia yang diberikan akal dan mampu berpikir untuk menaati amanat yang telah diberikannya. sesuai dengan firman Allah dalam Al Qur’an
Artinya: “…Ya Tuhan Kami, Tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah Kami dari siksa neraka”. (QS. Ali-Imran [3]: 191)
Penafsiran Ayat
Allah pun telah memberikan tuntunannya untuk bagaimana di dalam Al-Qur’an dan hadist tentang bagaimana pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya alam. Hal ini harus untuk kepentingan semua mahkluk hidup jangan sampai hanya untuk kepentingan sebagian dan segelintir orang saja. Dan juga jangan sampai niat kita untuk mengelola alam tetapi malah merugikan beberapa pihak karena bukan itu tujuan dari pemanfaatan sumber daya alam yang sebenarnya. Karena masih banyak orang yang niat nya untuk memanfaatkan alam tetapi malah merugikan masyarakat sekitar yang tinggal di alam itu. Serta masih banyak juga orang yang masih kurang bersyukur atas nikmat yang telah Allah SWT berikan tetapi malah merusak serta mengekploitasi alam.
Segelintir orang orang itu hanya mencari keuntungan semata atas pemanfaatan alam yang telah ia lakukan. Hal ini tentulah bukan sebuah perilaku terpuji dan tidak seharusnya dilakukan oleh seorang manusia. Alam ini dapat membuat masyarakat merasakan dampak nya seperti dengan meningkatnya perekonomian di daerah setempat. Menjaga dan mengelola sumberdaya alam ini tidak hanya memberikan manfaat di dunia tetapi juga di akhirat menjadi amal jariyah untuk kita. Contoh nya yaitu seperti kita menanam pohon.
Kesimpulan
Di dalam hadist dikatakan bahwa“ Rasulullah saw. bersabda, “Seorang muslim tidak menanam tanaman kecuali apa yang dimakan dari tanaman itu menjadi sedekah baginya. Apa yang dicuri dari tanaman itu menjadi sedekah baginya. Kemudian dimakan binatang buas menjadi sedekah baginya. Apa yang dimakan burung menjadi sedekah baginya. Dan tidaklah orang lain mengambil manfaat (dari pohon iti) kecuali menjadi sedekah bagi (penanam)nya…..”(HR Muslim dari Ibnu Numair). Hadist ini menyadarkan kita bahwa menanam pohon bisa menjadi pahala yang terus mengalir. Dan juga betapa pentingnya menanam tanpa harus selalu menikmati sebuah hasil.



























Kanal Tafsir Berkemajuan
Sebuah media Islam yang mempromosikan tafsir yang progresif dan kontekstual. Hadir sebagai respon atas maraknya tafsir-tafsir keagamaan yang kaku dan konservatif.