Risalah ini selalu meletakkan komunitas penafsir Al-Qur’an sebagai otoritas sentral dan esensial dalam tradisi penafsiran Islam. Adalah penafsir, bukan teks, yang berbicara kepada audiens. Sementara teks Qur’an berdiam diri, penafsir berbicara dan menafsirkan maknanya. Peran sentral dan esensial penafsir dalam konteks Qur’an tampak jelas pada perang diskursif antara ‘Ali (w. 661) dan Mu’awiyah (w. 680) dalam perang Siffin tahun 657 ...

























Kanal Tafsir Mencerahkan
Sebuah media Islam yang mempromosikan tafsir yang progresif dan kontekstual. Hadir sebagai respon atas maraknya tafsir-tafsir keagamaan yang kaku dan konservatif.