Al-Qur’an dengan kuantifikasi yang cukup intens mengakui eksistensi manusia-manusia saleh dan asketis dalam banyak kaum. Tak terkecuali dengan manusia yang disebut dengan ahl al-Kitab –selanjutnya, untuk memudahkan disebut ahli kitab. Secara garis besar, konsep “ahli kitab” dalam al-Qur’an spesifik dan terbatas kepada tiga golongan, Yahudi, Nasrani (Kristen), dan Sabian (sābi’in). Diksi “ahli kitab” disebut sebanyak 31 kali dalam al-Qur’an. Meskipun ...
“Dan gembirakanlah orang-orang yang beriman dan beramal shalih, bahwa untuk mereka adalah syurga-syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.” (pangkal ayat 25) Keras kepala nerakalah ancamannya. Tetapi kepatuhan dijanjikan masuk syurga. Sedangkan yang diajak buat kepatuhan itu ialah hal yang masuk di akal dan hal untuk keselamatan hidup sendiri di dunia ini, bukan memaksa yang tidak dapat dikerjakan. “Tiap-tiap kali diberikan ...
“Maka jika kamu tidak dapat membuat, dan sekali-kali kamu tidak akan dapat membuat, maka takutlah kamu kepada neraka yang menyalakannya ialah manusia dan batu, yang disediakan untuk orang-orang yang kafir.” (ayat 24). Kalau kamu sudah nyata tidak sanggup menandingi al-Quran, dan memang selamanya kamu tidak akan sanggup, baik susun kata atau makna yang terkandung di dalamnya, maka janganlah diteruskan juga ...
“Dan jika adalah kamu dalam keraguan dari hal apa yang telah Kami turunkan kepada hamba Kami.” (pangkal ayat 23) Hamba kami yang Allah maksudkan ialah Nabi kita Muhammad s.a.w, satu ucapan kehormatan tertinggi dan pembelaan atas diri beliau. Dan yang kami turunkan itu adalah al-Quran. Di ayat kedua permulaan sekali, Tuhan telah menyatakan bahwa al-Kitab itu tidak ada lagi keraguan ...
Ada banyak kitab tafsir yang lumayan familiar di Indonesia. Di antaranya ialah: Tafsir Jalalain, Tafsir At-Thabari, dan Tafsir Al-Qurthubi. Kitab yang disebut terakhir ini adalah karya tafsir yang cukup banyak dirujuk oleh umat Islam Indonesia dalam memahami kandungan-kandungan al-Quran. Pengarangnya bernama Imam Al-Qurthubi. Salah satu di antara faktor yang membuat kitab tafsir ini cukup familiar dan banyak dirujuk adalah karena ...
Kemajuan demi kemajuan pengkajian al-Quran terus berkembang sampai hari ini. Ulama yang menyusun Tafsir al-Quran dengan bahasa lokal di Indonesia pada abad ke 20 pun mengalami kemajuan. Muncul beberapa literatur berbahasa Melayu yang mencoba memberikan kemudahan masyarakat dalam berinteraksi dengan al-Qur’an. Muncul nama-nama seperti Mahmud Yunus, Hassan Bandung, Zainuddin Hamidy dan H. Fachruddin HS serta mufasir lainnya Prinsipnya, dorongan menulis ...
Biografi Intelektual M. Quraish Shihab dilahirkan pada 16 Februari 1944, di Kabupaten Dendeng Rampang, Sulawesi Selatan. Nama Shihab merupakan nama yang digunakan dalam keluarga besarnya. Ia dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang taat beragama. Sejak umur sembilan tahun, ia sudah terbiasa mengikuti ayahnya mengajar. Ayahnya merupakan sosok yang banyak membentuk kepribadian Quraish Shihab. Sejak umur 6-7 tahun, ia juga sudah memfokuskan ...
“Nyarislah kilat itu menyambar penglihatan mereka.” (pangkal ayat 20). Oleh karena mereka meraba-raba di dalam gelap, terutama kegelapan jiwa, maka kilat yang sambung-menyambung yang mereka takuti itu nyarislah membawa celaka mereka sendiri. Demikianlah, bagi orang mukmin kilat itu tidak apa-apa. Penglihatan mereka tahan melihat guruhnya dan melihat pancaran apinya yang hebat itu, tetapi si munafik menjadi kebingungan karena tidak tentu ...
“Perumpamaan mereka adalah laksana orang yang menyalakan api.” (pangkal ayat 17). Mengapa api mereka nyalakan? Ialah karena mereka mengharap mendapat terang dari cahaya api itu: “Maka tatkala api itu telah menerangi apa yang di sekelilingnya, dihilangkan Allahlah cahaya mereka.” Api telah mereka nyalakan dan telah menggejolak naik dan yang di sekelilingnya telah diberinya cahaya, tetapi mata mereka sendiri tidak melihat ...
Syahîd yang sesungguhnya adalah laku, bukan kata. Tapi kini semata-mata adalah kata. Ketika dia berubah menjadi kata, maka maknanya diperebutkan, dipertikaikan, bahkan dipolitisir. Saat dia menjadi laku, maka tidak ada perebutan. Saat dia laku, maka syahîd adalah kesenyapan karena diperhadapkan kepada Yang Maha Tahu terhadap segala kepura-puraan dan segala kata yang menutupi laku. Tidak perlu ada perebutan makna untuk syahîd ...































Kanal Tafsir Mencerahkan
Sebuah media Islam yang mempromosikan tafsir yang progresif dan kontekstual. Hadir sebagai respon atas maraknya tafsir-tafsir keagamaan yang kaku dan konservatif.