Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Menilik Lebih Jauh Makna Kata Rahmat dalam Al-Qur’an

al-maghdub
Sumber: muhammadiyahponorogo.or.id

Kata rahmat sudah tidak asing lagi kita jumpai dalam Al-Qur’an. Dalam Al-Qur’an kata rahmat ini selalu dikaitkan dengan lafadz Allah. Hal ini disebabkan karena rahmatnya Allah itu sangat luas kepada seluruh mahluknya, sehingga tidak ada yang sanggup untuk menyaingi luasnya rahmat Allah. Sebagaimana keterangan pada ayat 156 dari surat Al-‘Araf berikut :

وَاكْتُبْ لَنَا فِيْ هٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰخِرَةِ اِنَّا هُدْنَآ اِلَيْكَۗ قَالَ عَذَابِيْٓ اُصِيْبُ بِهٖ مَنْ اَشَاۤءُۚ وَرَحْمَتِيْ وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍۗ فَسَاَكْتُبُهَا لِلَّذِيْنَ يَتَّقُوْنَ وَيُؤْتُوْنَ الزَّكٰوةَ وَالَّذِيْنَ هُمْ بِاٰيٰتِنَا يُؤْمِنُوْنَۚ

Artinya: Tetapkanlah untuk kami kebaikan di dunia ini dan di akhirat. Sesungguhnya kami kembali (bertobat) kepada Engkau. (Allah) berfirman, “Siksa-Ku akan Aku timpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Akan Aku tetapkan rahmat-Ku bagi orang-orang yang bertakwa dan menunaikan zakat serta bagi orang-orang yang beriman pada ayat-ayat Kami.”

Kemudian apakah kata rahmat hanya diartikan sebagai kasih sayang saja? Di sini penulis akan mengungkapkan dua tafsir dari kata rahmat dalam Al-Qur’an.

Arti Kata Rahmat Secara Umum

Secara bahasa, kata rahmat berasal dari bahasa Arab yaitu  رَحْمَةٌ(dibaca rahmatun). Kata rahmat merupakan masdar dari kata kerja رَحِمَ – يَرْحَمُ – رَحْمَةً yang berarti rahmat, kasih sayang, simpati, keramahan, dan toleransi.

Secara istilah, di dalam kitab Mufradat Fi Gharibil Qur’an karangan Ar-Raghib Asfahani dijelaskan bahwa rahmah mencakup dua arti yaitu kelembutan dan kebaikan. Maksudnya, rahmatun adalah sifat kelembutan yang menghendaki kebaikan bagi orang yang dikasihani. Dengan demikian, maka dapat disimpulkan bahwa secara umum, rahmah adalah sikap kasih sayang yang dilakukan  kepada yang dikasihani.

Baca Juga  Semantik Qur’an: Analisis Kata An-Nisa’ di dalam Al-Qur’an

Arti Rahmat Secara Khusus

Dijelaskan dalam kitab al-Wujuh Wa an-Nadzhoir Fi al-Qur’an al-Karim karangan Harun bin Musa, menurut sudut pandang tafsir. Kata rahmatun memiliki beragam arti, di antaranya din al-Islam dan al-Jannatu penjelasannya sebagai berikut:

Arti yang pertama, rahmatun diartikan sebagai: din al-Islam artinya agama Islam. Ketika kata rahmatun diartikan sebagai agama Islam, terdapat dalam beberapa ayat Al-Qur’an diantaranya yaitu:

وَلَوْ شَاۤءَ اللّٰهُ لَجَعَلَهُمْ اُمَّةً وَّاحِدَةً وَّلٰكِنْ يُّدْخِلُ مَنْ يَّشَاۤءُ فِيْ رَحْمَتِهٖۗ وَالظّٰلِمُوْنَ مَا لَهُمْ مِّنْ وَّلِيٍّ وَّلَا نَصِيْرٍ

Artinya: “Seandainya Allah menghendaki, niscaya Dia akan menjadikan mereka umat yang satu. Akan tetapi, Dia memasukkan orang-orang yang Dia kehendaki ke dalam rahmat-Nya (ke dalam agama Islam). Adapun orang-orang zalim, mereka sama sekali tidak memiliki pelindung dan penolong.” (Qs. Asy-Syura ayat 8)

Dalam kitab al-Wujuh Wa an-Nadzhoir Fi al-Qur’an al-Karim, analisis kata rahmatun pada surat Asy-Syura ayat delapan ditafsirkan sebagai agama Islam. Adanya indikasi makna agama Islam pada kata rahmatun di ayat ini dapat terlihat dari kata sebelumnya yaitu : اُمَّةً وَّاحِدَةً yang artinya umat yang satu. Dalam kitab Tafsir al-Jalalain dijelaskan mengenai maksud dari ummah wahidah (umat yang satu) adalah أي على دين واحد وهو الإسلام  yang artinya: tegasnya yaitu ke atas agama yang satu, adapun agama yang satu itu (hanyalah) agama Islam. Kemudian analisis mengapa kata rahmatun di ayat ini dipilih sebagai ungkapkan agama Islam? jawabannya karena adanya kaitan erat antara rahmat Allah dan masuknya seseorang ke agama Islam. Perihal masuknya seseorang ke agama Islam tentunya atas hidayah dari Allah. Tanpa adanya hidayah maka tidak mungkin hati seseorang tergerak untuk memeluk Islam.

Baca Juga  Derivasi Makna dan Konteks Rizq dalam Al-Qur'an

Hal ini selaras dengan penjelasan al-Hafidz Ibnu Katsir mengenai ayat ini dalam kitabnya Tafsir al-Qur’an al-Adzhim. “Yakni (seseorang) adakalanya dalam hidayah atau dalam kesesatan, tetapi dia memisahkan antara mereka. Maka dia memberi petunjuk kepada jalan yang benar bagi siapa yang dia kehendaki dan menyesatkan dari jalan yang benar bagi siapa yang dia kehendaki. Tetap bagi (kekuasaan) Allah mengandung hikmah dan alasan yang tepat. Karena itulah disebutkan firman selanjutnya, yang artinya:  “Akan tetapi, dia memasukkan orang-orang yang dia kehendaki ke dalam rahmat-Nya (ke dalam agama Islam). Adapun orang-orang zalim, mereka sama sekali tidak memiliki pelindung dan penolong.”

Rahmat Sebagai Surga

Arti yang kedua, rahmatun diartikan sebagai: al-Jannatu artinya surga. Ketika kata rahmatun diartikan sebagai syurga, terdapat dalam beberapa ayat Al-Qur’an diantaranya yaitu:

اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَالَّذِيْنَ هَاجَرُوْا وَجَاهَدُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۙ اُولٰۤىِٕكَ يَرْجُوْنَ رَحْمَتَ اللّٰهِ ۗوَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang beriman serta orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Q.S Al-Baqoroh ayat 218)

Dalam ayat dua ratus delapan belas surat Al-Baqarah di atas, menjelaskan dua perbuatan orang beriman dikategorikan sebagai orang yang mengharap rahmat Allah. Adapun dua perbuatan tersebut adalah orang yang beriman kemudian berhijrah dan berjihad di jalan Allah. Dijelaskan dalam kitab al-Wujuh Wa an-Nadzhoir Fi al-Qur’an al-Karim analisis dari ungkapan mengharap rahmat Allah adalah اي جنة الله  tegasnya adalah mengharap syurganya Allah.

Adapun kaitan erat antara rahmat Allah dan syurga adalah menggambarkan bagaimana sebab bisanya seseorang masuk ke dalam surga. Dikatakan dalam redaksi ayat اُولٰۤىِٕكَ يَرْجُوْنَ رَحْمَتَ اللّٰهِ yang artinya: mereka itu yang mengharap rahmat Allah. Kenapa dalam ayat ini redaksi yang digunakan mengharap rahmat Allah bukan langsung syurga Allah? jawabannya, karena seseorang tidak dapat masuk ke dalam surga, jika tanpa kasih sayang dan simpati Allah. Maka tidak ada yang dapat menjamin dimana kelak tempat seseorang kembali setelah kematian kecuali Allah.

Baca Juga  Analisis Semantik Kata Ithmun dalam Al-Qur’an

Kesimpulan

Setelah menyimak pembahasan di atas, dapat diketahui bahwa kata rahmatun merupakan masdar dari kata kerja رَحِمَ – يَرْحَمُ – رَحْمَةً dibaca (rahima – yarhamu – rahmatan) yang berarti rahmat, kasih sayang, simpati, keramahan dan toleransi. Sedangkan menurut istilah, di dalam kitab Mufradat Fi Gharibil Qur’an karangan Ar-Raghib Asfahani dijelaskan bahwa rahmatun mencakup dua arti yaitu kelembutan dan kebaikan. Maksudnya, rahmatun adalah sifat kelembutan yang menghendaki kebaikan bagi orang yang dikasihani.

Setelah membahas definisi rahmatun secara bahasa dan istilah, kemudian dianalisis artinya dalam pandangan tafsir. Maka kata rahmatun tidak hanya berarti rahmat atau kasih sayang saja, namun dapat beragam arti, hal ini sebagaimana keterangan dalam kitab al-Wujuh Wa an-Nadzhoir Fi al-Qur’an al-Karim karangan Harun bin Musa, menurut sudut pandang tafsir, kata rahmatun memiliki beragam arti. Oleh karena itu, hadirlah beragam tafsiran makna darinya seperti dua arti yang telah disebutkan. Yaitu berarti agama Islam dan surga, tentunya disebabkan karena adanya kaitan erat antara kata rahmatun dengan dua hal tersebut.

Wallahu ‘alamu bishowab.