Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Mengenal Karya Kaidah Tafsir Syeikh Ibnu Taymiyah

Sumber: Youtube.com

Telah diketahui secara umum, terutama oleh seluruh kalangan ulama maupun para cendekiawan muslim, bahwa Syeikh Islam Ibnu Taymiyah merupakan salah satu ulama besar yang memiliki banyak kontribusi dalam peradaban Islam.

Sebagaimana banyak yang menyebutkan bahwa beliau merupakan pembaharu di abad pertengahan. Hal tersebut tidak lepas transisi atau bergesernya kekuatan Islam setelah serbuan Mongol dari Dinasti Abbasiyah menuju Dinasti Mamluk.

Selain itu, melihat kontribusi beliau yang lain adalah khususnya dari bidang ilmu pengetahuan Islam. Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya karya dan para ulama besar setelahnya yang beliau lahirkan. Sebut seperti Ibnu Qayyim al-Jauziyah, al-Hafidz Ab al-Fida’ Ibnu Katsir Rahimahullah, Imam al-Dzahaby dan lain sebagianya.

Oleh Karenanya,  dalam artikel ini akan dibahas secara khusus mengenai salah satu karya beliau yakni Muqaddimah Fi Usul al-Tafsir. Karya ini merupakan rujukan utama dari murid beliau dalam karya tafsir yang masih eksis sampai sekarang, yang biasa disebut Tafsir Ibnu Katsir.       

Berbagai Macam Karya Ibnu Taymiyah

Adapun berbagai macam karya Syeikh Islam Ibnu Taymiyah di berbagai displin ilmu sebagai berikut:  

Pertama, dalam bidang al-Aqidah; al-Hamawiyah al-Kubra, Baysan Mujmal an Ahl al-Jannnah wa an-nar,  al-Jawab ash-Shahih li man Baddala din al-Masih dan lain sebagainya.

Kedua, dalam bidang Fiqih atau Ibadah; Majmu’ Rasail al-Kubra, al-Masa’il Fiqhiyah, al-Majmu al-Fatawa, Risalah fi sunnah al-Jumu’ah dan lain-lain.

Ketiga, dalam bidang Tafsir; Tafsir ibn Taimiyah atau al-Kabir, Tafsir Surah al-Ikhlas, Tafsir surat al-kaustar, Tafsir Ayat Asykalat, Muqaddimah fi Ushul al-Tafsir, dan lain-lain.

Baca Juga  Pengembangan Asbabun Nuzul, Mungkinkah?

Keempat, dalam bidang Hadis; As’ilah fi Musthalah al-Hadits, Syarh Hadis al-Nuzul, Araba’un Hadisan Riwayah Ibn Taymiah, dan lain – lain.

Kelima, dalambidang Tasawuf; Risalah fi as-Suluk, Qa’idah fi as-Shabr, Qa’idah fi ar-Raddi ‘ala al-Ghazali fi Mas’alati at-Tawakkul, As-Sufiyah wa al-Fuqara’ dan masih banyak lagi.

Pembahasan Kitab Muqaddimah Fi Usul al-Tafsir

Latar belakang sebab muncul dan di tulisnya karya tersebut pertama diawali dari beberapa murid Ibnu Taymiyyah yang meminta untuk dituliskan pengantar kepadanya yang mencakup Qaidah; atau dasar-dasar yang membantu dalam memahami al-Qur’an dan mengetahui penafsiran dan maknanya. Kemudian agar dapat membedakan antara yang Manqul (riwayat) dan yang Ma’qul (dirayah); antara kebenaran dan jenis-jenis kebatilan, serta peringatan atas dalil yang terputus diantara perkataan. Selain itu, banyak dari kitab-kitab tafsir yang telah dikarang memuat penuh penyakit dan lemak, kepalsuan yang jelas dan kebenaran yang nyata.

Dengan demikian, latar belakang ditulisnya kitab ini adalah atas permintaan murid beliau sendiri yang meminta untuk dituliskan pengantar kepadamya. Terutama kaidah-kaidah dalam memahami al-Qur’an, penafsirannya beserta maknanya, membedakan riwayat dan dirayah, dan mengetahui dalil mana yang saja yang terputus dari banyak perkataan. 

Adapun isi pembahasan yang terdapat di dalam Muqaddimah fi Ushul Tafsir, sebagaimana Adnan Zarzur menjelaskan isi di dalam kitab Muqaddimah fi Ushul Tafsir dibagi kepada 5 Bab yaitu:

Pertama, Membahas tentangPenjelasan Nabi Muhammad SAW mengenai lafal dan makna al-Qur’an kepada para sahabat.

Kedua, Membahas tentang perbedaan-perbedaan di antara para Ulama Salaf di dalam Tafsir al-Qur’an.

Tiga, Membahas tentang dua jenis perbedaan dalam tafsir baik dari segi sumber sanad maupun riwayatnya. yaitu: Tafsir bi al-Naql dan Tafsir bi al-Ra’yi.

Baca Juga  Munasabah Al-Qur’an: Harmoni Pesan Kalam Ilahi

Keempat, Membahas tentang perbedaan dalam tafsir dari sisi Istidlal nya.

lima, Membahas tentang cara menafsiran al-Qur’an yang paling baik yaitu: tafsir al-Qur’an dengan al-Qur’an, Tafsir al-Qur’an dengan al-Sunnah, Tafsir al-Qur’an dengan perkataan sahabat, dan Tafsir al-Qur’an dengan perkataan Tabi’in.    

Kelebihan dan kekurangan kitab Muqaddimah fi Ushul Tafsir

Pertama, dari segi kelebihannya yaitu kitab Muqaddimah fi Ushul Tafsir merupakan kitab yang menjelaskan cara menafsirkan al-Qur’an yang paling baik dan selamat dari kesalahan yaitu menafsirkan al-Qur’an dengan al-Qur’an sampai dengan tabi’in. Hal tersebut sebagaiaman yang telah disepakati oleh para ulama al-Qur’an dan Tafsir.

Selanjutnya dalam Muqoddimah fi Ushul Tafsir juga menjelaskan tentang bagian-bagian dan posisi yang harus diambil dari riwayat Israiliyyat, baik menerima maupun menolaknya.

Selain itu, kelebihan lain dari kitab ini adalah Ibnu taymiyah menulis secara lengkap bagian ini. Beliau telah meletakkan Qowaid al-Asasiyyah yang membuka jalan para pengkaji al-Qur’an dalam memahami al-Qur’an. Dan meletakan di antara para Mufassir prinsip-prinsip keseimbangan dan al-Tarjih  antara perkataan dan pendapat, dan melindunginya dari kesalahan dan ketergelinciran. 

Kedua,dari segi kekurangannya adalah bahwa syeikh Islam Ibn Islam Taymiyyah tidak bergantung pada salah satu ulama pengarang dari disiplin ilmu tafsir, Ulum al-Qur’an. Maupun juga Qowaid al-Tafsir sebelumnya dalam menulis karya-karyanya. Meskipun demikian, beliau menulisnya dengan kemudahan oleh Allah Ta’ala dari kesetian hati, dan Allah pemberi petunjuk kepada jalan yang benar.

Selain itu yang menjadi kekurangannya yang lain adalah Ibnu Taymiyah dalam karyanya menolak segala bentuk penafsiran menggunakan al-Ra’yu atau rasio. Bahkan dalam pernyataannya “haram hukumnya bagi seorang yang menafsirkan al-Qur’an dengan hanya mengandalkan akal fikirannya semata”. Padahal menafsiran al-Qur’an dengan al-Ra’yu dizaman setelahnya di bolehkan oleh para ulama. Akan tetapi tentu dengan berbagai persyaratan yang telah diijtihadkan. Sebagaimana Muhammad Husein al-Zahaby menyaratkan lima poin yang harus dihindari oleh para Mufassir dalam penafsirannya. 

Baca Juga  Studi Tafsir Al-Qur’an dengan Pendekatan Teori Epistemologi

Editor: An-Najmi