Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Menelusuri Kisah Nabi Luth AS dan Kaum Sodom

nabi luth
Sumber: https://www.google.com/url?

Setiap manusia diciptakan berpasangan sesuai dengan kodratnya yaitu laki-laki dan perempuan. Setelah menikah sepasang laki-laki dan perempuan akan memiliki keturunan untuk mempertahankan nasab keluarganya. Kaum Sodom adalah kaum yang melakukan penyimpanan kodrat tersebut. Kemaksiatan dan kemungkaran yang dilakukan kaum Sodom sangat merajalela dalam kehidupannya. Kemungkaran yang menjadi ciri khas dan menjadi hal lumrah pada kaum Sodom adalah homoseksual. Homoseksual menjadi suatu kebudayaan bagi kaum Sodom. Sampai saat ini LGBT terus berkembang tidak hanya di negara-negara besar dan bebas. Beberapa negara juga telah menerima baik dan melegalkan pernikahan sesama jenis. 

Nabi Luth untuk Kaum Sodom

Nabi Luth memiliki nama asli Luth bin Haaran bin Azar, Nabi Luth merupakan kemenakan dari Nabi Ibrahim. Ketika keduanya pergi meninggalkan Mesir menuju Palestina keduanya berpisah karena suatu hal. Nabi Luth menetap di dusun Saddum, yang terletak disekitar Palestina. Penduduk kaum Sodom sangat jahat dan rusak. Mereka berlomba-lomba dalam melakukan kejahatan seperti merampok, membunuh, dan menganiaya antar sesamanya. Kemaksiatan yang paling menyimpang dan menjadi ciri dari kaum Sodom adalah menyukai sesama jenisnya, laki-laki menyukai sesama laki-laki (homoseksual) dan perempuan menyukai sesama perempuan (lesbi). Kehidupan kaum Sodom yang rusak berjalan puluhan tahun karena tidak ada seorangpun yang memberinya nasihat. Bahkan kejahatan yang dilakukan kaum Sodom semakin meningkat. Allah memberi perintah kepada Nabi Luth untuk membimbing kaum Sodom agar beriman kepada Allah dan meningkatkan semua kejahatan. Kaum Sodom mengingkari nasihat-nasihat dan peringatan yang diberikan Nabi Luth bahkan istrinya juga menentang yang diperingatkan Nabi Luth. 

Nabi Luth berdoa agar kaumnya diberi petunjuk. Allah mengutus tiga malaikat untuk mendatangi Nabi Luth dengan wujud laki-laki muda tampan. Nabi Luth menyambutnya dengan hati gembira sekaligus khawatir. Nabi Luth khawatir jika kaumnya mengetahui hal ini mereka akan mendatangi rumah Nabi Luth dan melakukan tindakan yang tidak terpuji kepada para tamunya. Nabi Luth berpesan kepada istri dan anak-anaknya agar tidak memberi tahu kepada kaumnya. Ternyata istri Nabi Luth memberitahu kepada tetangganya mengenai tamu Nabi Luth. Berita tersebut cepat menyebar kepada kaum Sodom lainnya. Para laki-laki kaum Sodom sangat ingin melihat ketampanan ketiga tamu nabi Luth tersebut. Mereka berdatangan dan berkumpul di rumah Nabi Luth. Nabi Luth mengunci pintu dan jendela rumahnya agar kaum Sodom tidak bisa masuk. 

Baca Juga  Degradasi Etika, Apakah Al-Qur’an Diam Saja?

Azab Kaum Sodom 

Nabi Luth berdoa kepada Allah agar kaumnya diberikan peringatan dan petunjuk, karena sudah tidak bisa diperingati. Nabi Luth memohon agar diturunkan adzab yang untuk kaum Sodom sehingga mereka insyaf atau musnah semua. Perbuatan kaum Sodom yang tertarik sesama jenis sudah sangat parah dan tidak bisa diberi peringatan oleh Nabi Luth. 

إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ

Artinya: Sesungguhnya kalian mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsu kalian (kepada mereka), bukan kepada wanita, bahkan kalian ini adalah kaum yang melampaui batas.” (QS. Al-a’raf: 81)

Imam al-Qurtubi menjelaskan dalam kitab tafsirnya ayat ini mengandung teguran, perbuatan yang dilakukan kaum sodom sangat jelek dan melampaui batas. Ketika malaikat yang datang kepada nabi Luth untuk menurunkan adzab Allah, Nabi Luth memohon kembali agar azab itu tidak diturunkan dahulu. Jika kaumnya diberi kesempatan maka mereka akan bertaubat. Hal tersebut ternyata tidak merubah kaum Sodom. Allah membinasakan kaum nabi Luth juga istrinya yang membangkang. Allah menjadikan tempat tinggal kaum sodom menjadi laut mati yang airnya berbau busuk.

Malaikat memerintahkan Nabi Luth meniggalkan kaumnya dengan orang-orang beriman dari tempat tinggal Kaum Sodom. Allah menghancurkan tempat tinggal kaum Sodom dengan berbagai macam adzab. Pada mulanya terdengar suara yang memekik di telinga, kemudian turunlah hujan batu dari langit. Adzab yang Allah turunkan tersebut untuk membumihanguskan kaum yang tidak taat kepada Allah dan melakukan kejahatan yang belum pernah dilakukan oleh kaum sebelumnya. 

Hikmah Kisah Nabi Luth dan Kaum Sodom

Kaum Sodom adalah kaum pertama kali yang melakukan kejahatan homoseksual. Sebagaimana dalam QS. Al-a’raf: 80

Baca Juga  Insecure Muslimah Era Modern: Tinjauan QS. Ali Imran: 139

وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ

Artinya: Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka, “Mengapa kalian mengerjakan perbuatan fahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun (di dunia ini) sebelum kalian?” 

Tafsir al-Qurtubi menjelaskan bahwasanya nabi Luth merupakan anak dari saudara Ibrahim yang di utus untuk Kaum Sodom. Sebuah pertanyaan yang diajukan kepada kaum Sodom, mengapa mereka melakukan perbuatan cabul. Perbuatan yang belum pernah dilakukan oleh orang-orang sebelum mereka. Dalam penafsiran imam al-Qurtubi menafsirkan dengan mengunakan istilah “cabul” menunjukkan bahwa hal tersebut termasuk dalam zina, sebagaimana dalam QS. Al-Israh: 32. Para ulama yang dijelaskan dalam tafsir al-Qurtubi bersepakat bahwa perbuatan tersebut termasuk perbuatan haram. Hukuman bagi pelaku perbuatan cabul tersebut adalah sama seperti berzinah. Sehingga pelaku homoseksual dalam tafsir al-Qurtubi ini jika sudah menikah maka harus dirajam dan jika belum belum menikah maka dipenjara. 

Dalam tafsir al-Qurtubi juga dijelaskan hukuman bagi orang yang melakukan seks dengan binatang. Sebagian ulama berpendapat maka orang tersebut dirajam dan binatang tersebut harus dibunuh. Sebagian lagi berpendapat cukup orang yang melakukan perbuatan zinah itu yang dirajam tanpa perlu membunuh binatang tersebut. Ada juga pendapat tidak perlu ada hukuman.

Kisah Nabi Luth memberikan pelajaran bagaimana pentingnya kita menjadi orang yang taat terhadap apa yang diperintahkan Allah. Perbuatan yang dilakukan oleh kaum Sodom telah menyalahi fitrah manusia, sebab manusia diciptakan dengan jenis laki-laki dan perempuan saling berpasangan. 

Kisah Nabi Luth dapat dijadikan acuan bagaimana membina sebuah keluarga. Sangat penting dalam satu keluarga memiliki satu visi dan misi yang sama, agar rumah tangga memiliki arah dan tujuan yang jelas. Seorang suami memiliki andil yang besar dalam mengarahkan, membimbing dan memberi teladan yang baik untuk anggota keluarganya. Istri Nabi Luth termasuk wanita yang dilaknat oleh Allah karena berkhianat, tidak bisa memegang amanah yang diberikan suaminya sehingga terjadi kerusuhan di rumah Nabi Luth. Pada era sekarang dengan kemajuan teknologi yang pesat, sulit untuk membentuk sebuah keluarga ideal seperti ajaran nabi-nabi terdahulu. Jikalau tidak bisa mengimbangi kemajuan zaman dengan semua teknologinya maka kita akan tertindas dan tertinggal. Anak-anak sangat cepat bertumbuh dan mengikuti arus perkembangan teknologi. Perkembangan yang cepat dan penuh ketidakpastian akan dapat diatasi dengan pengetahuan yang bisa didapatkan dari belajar. Belajar dapat dilakukan di mana saja, dari siapa saja, dan dengan siapa saja tidak harus secara formal.

Baca Juga  Relevansi Semiotika dengan Model Tafsir Al-Qur’an di Medsos

Editor: Trisna Yudistira