Aisyah binti Abu Bakar adalah seorang wanita yang terkenal akan kecerdasannya, ia juga memiliki peran yang amat strategis dalam sejarah Islam. Bahkan, kapasitas keilmuan yang dimilikinya telah memberikan banyak kontribusi bagi perkembangan keilmuan Islam. Aisyah r.a. juga sering kali menjadi referensi serta rujukan bagi para ulama dan para sahabat Rasulullah Saw. Dengan demikian, apa saja kepribadian yang dimiliki oleh Aisyah r.a. yang dapat dijadikan sebagai uswatun khasanah bagi umat Muslim?
Aisyah: Nama Yang Diberkahi
Siapakah yang tidak mengenal Aisyah r.a.? salah satu perempuan yang sangat mulia dalam sejarah Islam dan seorang istri Rasulullah Saw yang terkenal akan kecerdasannya. Ia memiliki budi pekerti yang sangat mulia, sehingga ia dijuluki sebagai ash-Shiddiqah yaitu wanita yang bernar dan lurus. Ia juga dijuluki sebagai Ummul Mu’minin sebagai tanda kehormatan serta kemuliaan.
Aisyah r.a. adalah putri dari Abu Bakar ash-Shiddiq dan Ummu Ruman, yang lahir pada bulan Syawal tahun ke-9 sebelum Hijrah, yang bertepatan pada bulan Juli tahun 614 M. Pada saat itu Aisyah r.a. disusui dan juga dirawat oleh istri Wa’il Abu al-Qa’is. Dan secara garis keturunan Aisyah r.a. berasal dari suku Quraisy kabilah Taimi dari pihak ayahnya sedangkan dari pihak ibunya, ia berasal dari kabilah Kinanah.
Kecerdasan dan Kapasitas Keilmuan Aisyah
Aisyah r.a. adalah wanita cerdas pendamping Rasulullah Saw, kecerdasannya telah terlihat sejak ia masih kecil. Dan setiap ada kesempatan untuk mendampingi Rasulullah, kepribadian Aisyah r.a. selalu mempergunakannya untuk bertanya sesuatu yang tidak ia pahami, ia juga memiliki ingatan yang begitu tajam. Termasuk dalam mengingat jawaban Rasulullah Saw atas setiap pertanyaan yang diajukan oleh umatnya. Sehingga ketika Rasulullah Saw telah wafat, Aisyahlah yang melanjutkan dalam menyebarkan ilmunya dan mengajarkannya kepada para umatnya lewat “Madrasah Aisyah r.a.”. Dan terdapat beberapa pakar ilmu pengetahuan terdahulu yang memberikan kesaksian mengenai tingginya ilmu Aisyah r.a., di antaranya yaitu:
- Ibnu Katsir telah mengatakan bahwa ia belum pernah mendapati seorang pun seperti Aisyah r.a. dalam ketajaman daya ingatnya, kapasitas keilmuannya, kefasihan serta kecerdasan akalnya.
- Urwah bin Zubair juga telah mengakui akan keunggulan dari ilmu yang dimiliki oleh Aisyah r.a. berdasarkan dari riwayat putranya yang bernama Hisham: “Aku tidak pernah melihat seseorang yang lebih pandai dalam ilmu Fiqih (agama), kedokteran, dan juga syair selain Aisyah r.a. dan selain kesaksian dari riwayat putranya, Urwah juga mengatakan bahwa “Aku tidak pernah melihat seorang pun yang lebih pandai dalam ilmu Al-Qur’an, mengenai sesuatu yang diwajibkan seperti halal dan haram, syair, cerita Arab, dan silsilah keturunan selain Aisyah r.a.
- Kesaksian Masruq mengenai ilmu Faraid yang dimiliki oleh Aisyah r.a. sebagaimana yang telah dijelaskan dalam riwayat Abu Daffa bahwa, “Aku melihat para Shaikh dari kalangan sahabat Rasulullah yang bertanya kepada Aisyah r.a. mengenai ilmu Faraid (ilmu waris).
Kepribadian-Kepribadian Aisyah r.a.
Sejak kecil hingga menjelang dewasa, kepribadian Aisyah r.a. berada dalam naungan Rasulullah Saw, sehingga menjadikan ia memiliki akhlak yang mulia dan kedudukan yang begitu istimewa pula. Dan terdapat beberapa kepribadian yang ada dalam diri Aisyah r.a. yang dapat dijadikan sebagai keteladanan bagi umat Muslim, di antaranya:
1. Gemar Bersedekah
Aisyah r.a. dikenal sebagai sosok wanita yang dermawan, karena kegemarannya dalam bersedekah. Sebagaimana pada masa pemerintahan Mu’awiyah, yang mana pada saat itu pemerintah Mu’awiyah memberikan 200.000 dirham kepada Aisyah r.a., tetapi Aisyah r.a. membagikan semua uang tersebut kepada orang-orang yang lebih membutuhkan, hingga tidak bersisa untuk dirinya sendiri.
2. Zuhud dan Qana’ah
Aisyah r.a. merupakan sosok wanita yang sangat zuhud dan qana’ah. Bahkan, ia dikenal sebagai wanita yang kuat dan tegar dalam menghadapi setiap cobaan dalam kehidupan. Sedikit pun ia tak pernah mengeluh baik ketika bersama Rasulullah Saw maupun ketika Rasulullah Saw telah wafat.
Dan ketika Aisyah mengetahui bahwa kas negara Islam Madinah sangat banyak, ia tidak pernah berpikir untuk meminta tambahan nafkah. Karena Aisyah tetap memilih hidup zuhud dan Qana’ah. Aisyah juga tidak pernah memakai pakaian yang glamor dan perhiasan mewah. Karena sering kali Aisyah r.a. hanya memakai sepotong pakaian saja. Akan tetapi, ia tetap berusaha menghias diri secukupnya untuk menyenangkan suaminya.
3. Gemar Belajar
Sejak kecil Aisyah r.a. sangat rajin dalam belajar. Setiap harinya ia selalu mendengarkan pelajaran yang disampaikan oleh Rasulullah, baik itu dalam majelis ilmu maupun dalam pengajian yang diadakan di Masjid Nabawi. Ketika Aisyah mendapatkan materi yang sulit untuk dimengerti, maka ia akan selalu meminta penjelasan kepada Rasulullah Saw. Dengan begitu, kepribadian Aisyah r.a. dapat menghafal banyak hadits tentang berbagai masalah dan ilmu pengetahuan.
4. Rendah Hati
Aisyah r.a. dikenal sebagai pribadi yang sangat rendah hati, meskipun ia memiliki ilmu dan pengetahuan yang sangat luas serta akal yang cerdas. Tetapi ia tidak pernah sombong dan membanggakan dirinya sendiri di hadapan orang lain.
Penyunting: Ahmed Zaranggi



























Kanal Tafsir Berkemajuan
Sebuah media Islam yang mempromosikan tafsir yang progresif dan kontekstual. Hadir sebagai respon atas maraknya tafsir-tafsir keagamaan yang kaku dan konservatif.