Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Lebih Dalam Mengkaji Makna Kata Ikhlas dalam Al-Qur’an

ikhlas
Sumber: mukjizat.co

Kata ikhlas tidak asing lagi terdengar di telinga kita bahkan sudah melekat dalam kehidupan sehari-hari. Banyak masyarakat yang menyandangkan kata ikhlas kepada sesuatu tidak diinginkan yang sedang menimpa seseorang, seperti saat seseorang sedang tertimpa musibah. Seperti kalimat “ yang ikhlas ya, Dik”. Dalam contoh tersebut, kata ikhlas diartikan sebagai arahan kepada seseorang yang sedang tertimpa musibah untuk menerima dengan lapang dada dari apa yang sedang dialaminya dengan tujuan agar seseorang tersebut dapat rela dan tidak putus asa.

Secara bahasa kata ikhlas memang dapat diartikan sebagai penerimaan, termasuk dalam sikap menerima atas sebuah musibah. Namun faktanya, secara teologis yang terdapat di dalam Al-qur’an jika dikaji lebih lanjut ternyata seluruh ayat tentang ikhlas tidak ada yang disandingkan dengan musibah. Dalam kitab tafsir al-Kasyafkarya Zamakhshari, tidak pula dijelaskan mengenai keterkaitan antara ikhlas dengan musibah dalam ayat-ayat Al-qur’an. Lalu bagaimana kata ikhlas dijelaskan dalam al-qur’an dan apa saja ragam maknanya dikaji melalui ilmu semantik yang menganalisis makna suatu kata dari segi bahasanya?

Dalam kitab ­al-Mu’jam al-mufahras li Afadz al-Qur’an al-Karim karya Muhammad ‘Abd al-Baqi menyebutkan istilah ikhlas dalam bentuk asli  tidak ditemukan di dalam alqur’an. Namun, term ikhlas yang berakar dari khalasa dengan berbagai macam derivasinya secara menyeluruh ditemukan sebanyak 31 kali dalam 30 ayat, sedangkan jumlah bentuk yang berbeda terdapat 14bentuk yang tersebar dalam 17 surat sebagai berikut QS. Yusuf: 80, QS. Shad: 46, QS. an-Nisa’: 146, QS. al-Zumar: 3, QS. al-Baqarah: 94, QS. al-An’am: 139, QS. al-A’raf: 32, QS, al-Ahzab: 50, QS. Shad: 46, QS. az-Zumar: 2, 11 dan 14, QS. al-Baqarah: 139, QS. Yunus: 22, QS. al-Ankabut: 65, QS. Luqman: 32, QS. Gafir: 14 dan 65, QS. al-Bayyinah: 5, QS. Saffat:40, 74, 128, 160,dan 169.

Baca Juga  Sudahkah kita Ikhlas? Mari Pahami Makna Ikhlas yang Sesunguhnya!

Kata ikhlas dan beragam bentuknya yang tersebar dalam ayat di atas, dapat diringkas menjadi 3 tema umum yakni yang terpilih, dibersihkan, dan dimurnikan.

  • Yang terpilih

Makna tersebut terdapat sebagaimana dalam QS. Shad: 46 dan 83, QS. Yusuf: 54, QS. Maryam: 51, QS. Yusuf: 24, QS. al-Hijr: 40 memiliki makna yang sama. seperti dalam surah Shad: 46

اِنَّآ اَخْلَصْنٰهُمْ بِخَالِصَةٍ ذِكْرَى الدَّارِۚ

Artinya: “Sungguh, Kami telah menyucikan mereka dengan (menganugerahkan) akhlak yang tinggi kepadanya yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat.

Dalam ayat tersebut, dua derivasi kata ikhlas yakni اَخْلَصْناyang berarti mensucikan dan بِخَالِصَةٍyang bermakna menganugerahkan (akhlak yak baik) kepada Ibrahim, Ishaq, dan Ya’qub seperti yang dijelaskan pada ayat sebelumnya.

Ragam kata lain yang berkaitan dengan makna ‘ yang terpilih’ juga terdapat dalam QS. al-Ahzab: 50

اِنْ اَرَادَ النَّبِيُّ اَنْ يَّسْتَنْكِحَهَا خَالِصَةً لَّكَ مِنْ دُوْنِ الْمُؤْمِنِيْنَۗ  …

Artinya: “… kalau Nabi mau mengawininya, sebagai pengkhususan bagimu, bukan untuk semua orang mukmin”.

Makna dari derivasi kata ikhlas dalam ayat tersebut ialah ‘ dikhususkan’. Dengan artian, yang dimaksud dalam makna ‘yang terpilih’ ialah mereka yang dipilih oleh Allah.

  • Dibersihkan dari dosa

Makna ini sebagaimana ditemukan dalam QS. as-Saffat: 169, 160, 128, 74, 40 dengan ayat yang berbunyi

اِلَّا عِبَادَ اللّٰهِ الۡمُخۡلَصِيۡنَ

Artinya: “kecuali hamba-hamba Allah yang disucikan (dari dosa)”.

Yang dimaksud dari مُخۡلَصِيۡنdiatas adalah mereka yang dibersihkan atau disucikan dari dosa dan siksa.

  • Taat kepada Allah ( Memurnikan Agama)

Ragam makna ini banyak ditemui dalam penafsiran mengenai agama, perintah, dan anjuran. Seperti yang terdapat dalam QS. az-Zumar: 2,3, QS. al-Baqarah: 139, QS. an-Nahl: 66, QS. an-Nisa’: 146, QS. al-Mu’min: 14, QS. al-Ankabut: 65, QS. Yunus: 22. Contohnya derivasi kata ikhlas dalam ayat

Baca Juga  Mengapa Harus Puasa di Bulan Ramadhan? Renungan Ayat Berpuasa

فَادۡعُوا اللّٰهَ مُخۡلِصِيۡنَ لَهُ الدِّيۡنَ وَلَوۡ كَرِهَ الۡـكٰفِرُوۡنَ

Artinya : maka sembahlah Allah dengan memurnikan ibadah kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukainya. (QS. al-Mu’min: 14)

Makna yang sama juga terdapat dalam surah az-Zumar ayat 3

اَلَا لِلّٰهِ الدِّيْنُ الْخَالِصُ

Artinya: “ingatlah, hanya milik Allah lah agama yang murni”.

Kesimpulan dari yang telah dipaparkan di atas, bahwa kata ikhlas dalam al-Qur’an dengan berbagai macam derivasinya memiliki ragam makna yang tidak hanya sekedar digunakan sebagai arahan sikap kepada seseorang yang sedang terkena musibah. Dalam al-qur’an kata ikhlas memiliki keterkaitan dengan perintah untuk memurnikan agama Allah, hubungan ikhlas dengan tauhid atau mengesakan Allah sebagai Tuhan satu-satunya, dan ikhlas yang berarti orang-orang yang terpilih dan bersih dari siksa dan dosa. Namun, juga tidak menutup kemungkinan akan lebih beragam dan lebih luas lagi selain ditinnjau dari kajian semantik mengenai makna kata ikhlas jika dikaji dari ilmu yang lainya, seperti ilmu akhlak dan tasawuf.

Editor: An-Najmi