Al-Qur’an merupakan mukjizat terbesar bagi seluruh umat manusia. Seperti apa yang sudah dijelaskan oleh al-Qur’an bahwa ia bersifat abadi, tidak terbatas oleh waktu, dan sebagai bukti kenabian Nabi Muhammad SAW. Para ulama ulumul qur’an mengatakan bahwa selain memiliki kemukjizatan dari keindahan bahasa, munasabah, ilmu pengetahuan, hukum dan bilangan. Al-Qur’an juga memuat pemberitaan-pemberitaan gaib. Pemberitaan tentang hal-hal gaib dalam al-Qur’an adalah dalil yang menjelaskan bahwa al-Qur’an bukanlah buatan manusia, tetapi Zat yang Maha Mengetahui tentang hal yang gaib.
Definisi Al-I’jaz Al-Ghaibi
Lafadz I’jaz tidak terdapat dalam al-Qur’an, akan tetapi makna dan pengertian lafadz tersebut bisa diketahui menurut pandangan para ulama. Kembali kepada pengertian para ulama tentang makna I’jaz. Dalam segi bahasa, I’jaz adalah ketidakmampuan, sedangkan mukjizat adalah sesuatu yang menyalahi kebiasaan di luar adat. Mukjizat terbatas waktu, sedangkan I’jaz terus menerus dan kekal.
Syahla’Shahih Nashif mendefinisikan I’jaz al-Ghaibi merupakan ketidakmampuan seseorang untuk mendatangkan hal-hal dan perkara yang sama sebagiamana yang terkandung dan diceritakan dalam al-Qur’an mengenai peristiwa-peristiwa yang telah terjadi dan peristiwa-peristiwa yang akan terjadi.
I’jaz al-Ghaibi menceritakan kabar yang terjadi pada zaman para Nabi terdahulu dan kaumnya, menceritakan apa yang tidak diketahui oleh Nabi Muhammad SAW dan para pengikutnya. Hal yang serupa juga diungkapkan oleh Marwah Urwah dalam karyanya I’jaz al-Ghaibi, ialah pemberitaan dalam al-Qur’an mengenai hal-hal yang tidak kasat mata atau gaib, baik yang terjadi pada masa lampau, sekarang atau yang akan terjadi di masa depan yang tidak bisa dijelaskan kecuali dengan wahyu yang diberikan kepada Nabi Muhammad SAW.
Sehingga sebagian dari macam-macam I’jaz al-Qur’an disebutkan oleh beberapa ulama ialah berita-berita ghaib. I’jaz seperti ini termasuk dari bagian besar macam-macam I’jaz yang datang dari al-Qur’an karena manusia mustahil untuk bisa tahu apa yang akan terjadi pada masa depan. Allah berfirman:
قُل لَّا يَعۡلَمُ مَن فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ ٱلۡغَيۡبَ إِلَّا ٱللَّهُۚ وَمَا يَشۡعُرُونَ أَيَّانَ يُبۡعَثُونَ
Katakanlah (muhammad), “tidak ada sesuatu pum di langit dan di bumi yang mengetahui sesuatu yang ghaib selain Allah. Mereka juga tidak mengetahui kapan mereka akan dibangkitkan.” (Q.S An-Naml:65)
Macam-macam Al-I’jaz Al-Gaibi
Para ulama membagi I’jaz Gaibi itu sendiri menjadi tiga bagian yaitu:
I’jaz Gaibi al-Madhi
I’jaz Gaibi al-Madhi ialah pemberitaan hal-hal ghaib mengenai peristiwa pada masa lampau sebelum masa Nabi Muhammad SAW. Ketika peristiwa itu terjadi Nabi tidak menyaksikan secara langsung. Contohnya adalah al-Qur’an memberitahukan tentang kejadian umat-umat terdahulu, seperti firman Allah dalam QS. Hud:49.
“itu adalah sebagian dari berita-berita ghaib yang kami wahyukan kepadamu (muhammad). Tidak pernah engkau mengetahuinya dan tidak (pula) kaum mu sebelum ini. Maka, bersabarlah. Sesungguhnya kesudahan (yang baik) adalah bagi orang-orang yang bertaqwa.”
Ayat ini menjelaskan bahwa Allah SWT menjelaskan kepada Nabi Muhammad SAW bahwa kisah Nabi Nuh dan para Nabi lainnya adalah berita-berita penting yang di wahyukan Allah kepadanya.
I’jaz Ghaibi al-Hadhir
I’jaz Ghaibi al-Hadhir ialah pemberitaan hal-hal gaib yang sedang terjadi pada zaman Nabi Muhammad SAW mengenai peristiwa yang belum terjadi kemudian turun ayat Al-Qur’an sebagai pemberi kabar bahwa hal tersebut benar adanya. Seperti firman Allah dalam QS. Al-Baqarah: 142
Orang-orang yang kurang akal di antara mereka akna berkata “ apakah yang memalingkan mereka (kaum muslim) dari kiblat yang dahulu mereka (berkiblat) kepadanya?” katakanlah (muhammad), “ milik Allah lah timur dan barat. Dia yang memberi petunjuk kepada siapa yang dia kehendaki ke jalan yang lurus (berdasarkan kesiapannya menerima petunjuk.
***
I’jaz Gaibi al-Mustaqbal
I’jaz Gaibi al-Mustaqbal ialah pemberitaan hal-hal gaib tentang gambaran peristiwa-peristiwa yang akan terjadi di masa yang akan datang setelah masa rasulullah. Ia tidak bisa diketahui kecuali dengan wahyu. I’jaz macam ini dicontohkan di dalam QS. Al-Anbiya: 96
“Hingga apabila (tembok) ya’juj dan ma’juj dibuka dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi.”
Contoh Ayat Al-I’jaz Al-Ghaibi yang Telah Terbukti
Berita kemenangan Bangsa Romawi, seperti firman Allah dalam QS. Ar-Rum: 1-6. At-Thabari dalam kitab Tafsirnya Jami’al-Bayan al-Qur’an ia menukil dari pendapat dan riwayat Ibnu Abbas, beliau menafsirkan surah Ar-Rum ayat 1-3 ialah menjelasjan peristiwa peperangan antara Perasia dengan Romawi. Di mana awalnya Persia mengalahkan Romawi akan tetapi setelah kekalahan tersebut Romawi berhasil mengalahkan Persia. Sedangkan ayat 4-6 merupakan perwujudan atau pembuktian kebenarana janji Allah SWT.
Contoh Ayat Al-I’jaz Al-Ghaibi yang Belum Terbukti
Prediksi keluarnya binatang melata seperti firman Allah yang terkandung dalam QS. An-Naml:82
۞وَإِذَا وَقَعَ ٱلۡقَوۡلُ عَلَيۡهِمۡ أَخۡرَجۡنَا لَهُمۡ دَآبَّةٗ مِّنَ ٱلۡأَرۡضِ تُكَلِّمُهُمۡ أَنَّ ٱلنَّاسَ كَانُواْ بِايَٰتِنَا لَا يُوقِنُونَ
“dan apabila perkataan (ketentuan masa kehancuran alam) telah berlaku atas mereka, kami mengeluarkan makhluk bergerak dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka bahwa manusia selama ini tidak yakin pada ayat-ayat kami.”
Dalam ayat ini terdapat kata yang cukup yang menarik perhatian para penafsir, kata itu adalah dabbah. Kata dabbah menggambarkan akibat manusia yang tidak meyakini bahkan medustakan ayat-ayat al-Qur’an yang menjadikan hilangnya pedoman hidup. Menurut M. Quraish Shihab beliau menafsirkan kata dabbah dari segi bahasa berarti semua binatang yang memiliki nyawa, berakal, atau tidak berakal, jantan atau betina, ia terambil dari kata dabba yang berarti berjalan. Namun kata dabbah biasanya digunakan untuk menunjukkan kepada binatang yang berkaki empat.
Kesimpulan
Al-Qur’an merupakan kitab Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad sekaligus menjadi mukjizat terbesar yang tidak dapat dibantah dalam aspek manapun. Salah satu satunya dalam aspek gaib atau yang disebut dengan al-i’jaz al-ghaibi.
Kajian terhadap I’jaz al-Qur’an cukup penting dilakukan, karena al-Qur’an memiliki peran penting dalam kehidupan ini. dan kajian ini juga bertujuan untuk mengetahui dan memahami al-i’jaz al-ghaibi sekaligus sebagai bukti bahwa al-Qur’an memang kalam Allah bukan buatan manusia.


























Kanal Tafsir Berkemajuan
Sebuah media Islam yang mempromosikan tafsir yang progresif dan kontekstual. Hadir sebagai respon atas maraknya tafsir-tafsir keagamaan yang kaku dan konservatif.