Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Qawaid Tafsir merupakan suatu landasan, aturan-aturan ataupun kaidah-kaidah bagi seorang mufassir. Agar penafsirannya tidak melenceng dan keluar dari aturan yang berlaku, sehingga penafsirannya dapat dikatakan sebagai penafsiran yang shahih dan benar. Selain itu Qawaid Tafsir juga merupakan salah satu ilmu baru dalam penulisannya. Namun penerapannya sudah ada dan bahkan telah dijalankan sejak masa Rasul, Sahabat sampai masa para tabi’in dan ...

Secara etimologis al-munasabah ( المناسبة) berasaldari mashdar an-nasabu  (انسب)yang berarti al-qarabah (الفرابة). Kata qaraba sendiri berarti dekat. Orang yang berasal dari nasab yang sama disebut qarabah(kerabat) karena kedekatannya. Dari nasab itulah dibentuk menjadi al-munasabah ( المناسبة) dalam arti al-muqabarah ( المقاربة), kedekatan satu sama lain. Sedangkan secara terminologis, munasabah itu sendiri mempunyai arti maksud mencari kedekatan, hubungan ataupun kaitan antara ...

Huruf مِنْ adalah salah satu kata depan yang ada dalam kaidah tafsir. Kata depan adalah semua kata yang dapat membantu menunjukkan benda atau kegiatan dalam keterangan waktu dan tempat. Dalam hal ini, kata depan dikatakan mirip dengan kata keterangan, seperti di atas, di depan, dan di bawah. Dilihat dari segi maknanya dalam kaidah tafsir, kata tersebut merujuk pada huruf jar ...

Terdapat beberapa teori tentang linguistik sebagai penyempurna teori-teori terdahulu. Salah satunya ialah teori tentang “Language as a social semiotics” yang memiliki arti bahasa sebagai semiotika sosial. Teori ini diciptakan oleh Michael Halliday, yang termuat dalam buku beliau yang berjudul “Languange social semiotic”. Hal unik yang terdapat dalam teori yang dikemukakan Michael Halliday ialah bahasa bukan hanya dipahami sebagai kajian tentang ...

Diskursus peneltian tafsir al-Qur’an secara umum adalah penelitian berbasis mendeskripsikan makna teks (konten) dalam al-Qur’an. Namun, seiring berkembangnya kajian-kajian dan peneltian tafsir al-Qur’an dengan piranti yang semakin kompleks, tidak hanya sekedar bagaimana mengurai maka teks dalam al-Qur’an; melainkan juga ada yang dinamakan teori dalam pendekatan studi al-Qur’an maupun tafsir. Salah satu teori yang digunakan sebagai pendekatan tafsir adalah epistemologi. Secara ...

Dalam memahami Al-Quran, sebagaimana ia adalah jawaban dari berbagai lini kehidupan, maka ia tidak dapat dipahami kecuali dengan memerhatikan konteks atau tantangan yang dihadapinya. Mengapa? Karena tanpa melirik latarbelakang diturunkannya sebuah ayat, kerancuan makna akan terjadi. Dalam ulûmul Qur’ân, permasalahan seputar konteks ayat dikenal dengan asbabun nuzul. Pada tulisan kali ini, kita akan mencoba menerangkan pandangan dua kelompok ulama seputar patokan ...

Ma’nā cum maghzā (McM), merupakan sebuah pendekatan dalam metode penafsiran yang dirancang dalam rangka menggali signifikansi pesan/ makna di dalam ayat-ayat Al-Qur’an untuk dapat diterapkan pada masa kini. Metode Penafsiran Muktakhir Sahiron Syamsuddin, seorang perancang dari metode ini mengatakan bahwa ma’nā cum maghzā merupakan bentuk penyederhanaan sekaligus pengembangan atas aliran yang diusung oleh Fazlur Rahman, Nasr Hamid Abu Zayd, Abdullah ...

Allah berfirman dalam QS. Al-Maidah ayat 38 berbunyi; وَالسَّارِقُ وَالسَّارِقَةُ فَاقْطَعُوْٓا اَيْدِيَهُمَا جَزَاۤءًۢ بِمَا كَسَبَا نَكَالًا مِّنَ اللّٰهِ ۗوَاللّٰهُ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ  Artinya: Adapun orang laki-laki maupun perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) balasan atas perbuatan yang mereka lakukan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana. Ayat tersebut memberikan penjelasan hukuman bagi para pencuri baik laki-laki maupun perempuan. ...

Pada artikel sebelumnya, penulis telah menjelaskan mengenai ‘Paradigma Ma’na Cum Maghza sebagai pendekatan Tafsir ala Sahiron Syamsuddin’. Adapun dalam tulisan kali ini penulis akan memaparkan terkaitprinsip hermeneutika gramatikal Schleiermacher ketika direlevansikan dengan pendekatan tafsir Ma’na Cum Maghza. Dalam pengembangan pendekatan tafsir Ma’na Cum Maghza ini, ternyata Sahiron tidak hanya merujuk kepada tokoh-tokoh Muslim; (seperti Fazlur Rahman, Abu Zayd, dan al-Talibi), ...

Dalam setiap keilmuan tentu kita akan mengenal yang namanya paradigma, pun demikian dalam keilmuan penafsiran Al-Qur’an. Setiap pendekatan tafsir yang ditawarkan mufassir tentu akan memiliki paradigma atau cara pandang tersendiri terhadap Al-Qur’an sebagai kitab suci yang hendak ditafsirkan, sehingga hal ini dapat mempengaruhi terhadap cara berfikir sang mufassir yang mana nantinya dapat menghasilkan pemikiran baru atau pandangan baru dalam pendekatan ...