Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Muhasabah diri atau dalam bahasa Indonesia sering disebut dengan intropeksi diri. Menurut KBBI intropeksi adalah sebuah peninjauan atau korelasi terhadap suatu perbuatan, sikap, kelemahan, kesalahan, dan lain sebagainya. Dengan objek pengamatan adalah diri sendiri yang mana bertujuan untuk mawas diri. Sedangkan berintropeksi adalah mengadakan atau melakukan pengoreksian terhadap diri sendiri sebelum mengoreksi atau mengkritik orang lain. Sedangkan dalam kamus al-Munawwir ...

Jannah dalam bahasa Arab bisa dimaknai surga, bisa juga kebun. Lafaz ashab al jannah, masyhurnya bermakna penghuni surga. Sebab hampir seluruhnya lafaz tersebut yang terdapat di dalam alquran bermakna penghuni surga sebagai lawan dari ashab an-nar (penghuni neraka). Menariknya, ada lafaz ashabul jannah yang tidak dimaknai para penghuni surga. Satu-satunya makna yang berbeda tersebut terdapat dalam surah al-Qalam, yang dimaknai ...

Ketaatan Kepada Allah Orang-orang muslim tentunya tahu akan kewajiban mereka yaitu taat atau tunduk kepada Allah SWT, dengan mengikuti perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Akan tetapi tidak semua perbuatan yang berkualitas baik itu juga dapat bernilai baik. Seperti terkait dengan hal ibadah, yang mana ibadah sendiri memiliki pengertian yang merupakan suatu perbuatan untuk merealisasikan ketundukannya kepada Allah SWT, yang didasari ...

Tafsir At-Tanwir Q.S Al-Baqarah ayat 25: Berita Gembira Bagi Orang Yang Beriman Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat kebajikan, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan: “Inilah rezki yang pernah diberikan kepada kami dahulu.” Mereka diberi buah-buahan yang serupa. Dan di sana mereka ...

Riya’ merupakan salah satu sifat yang dibenci Allah dan Rasul-Nya. Sifat ini memberikan gambaran palsu kepada masyarakat terhadap isi hati seseorang. Usaha untuk memberikan citra baik kepada masyarakat tidak dibarengi dengan niatan baik dari dalam hati. Di era modern ini, memungkinkan seseorang untuk menampakkan kehidupannya kepada khalayak ramai, seperti ibadah dan aktivitas lainnya. Apalagi dengan teknologi komunikasi yang semakin canggih. ...

Kosmologi dibahas pertama kalinya sebagai cabang metafisika dengan konteks pembahasan asal dan susunan alam raya, penciptaan, kekekalan, vitalisme, mekanisme, kodrat hukum, ruang, waktu, dan kausalitas. Kosmologi merupakan upaya memahami semesta raya. Hal ini didasari oleh kepercayaan manusia bahwa gerakan-gerakan planet yang “tampak kacau”, seharusnya ada sebuah pola yang sesuai dengan hukum mengatur mekanisme gerakan tersebut sehingga pandangan kosmologis tertentu telah ...

Beberapa hari yang lalu viral di media sosial terkait kasus perundungan yang terjadi di salah satu SMP di kota Bandung.  Dalam video tersebut terlihat seorang anak laki-laki yang kepalanya dipakaikan helm; kemudian dipukul dan ditendang secara bergantian hingga korban jatuh tersungkur. Sontak saja video tersebut mendapat banyak kecaman dari para netizen. Perundungan di Indonesia Kasus perundungan bukanlah kali pertama yang ...

Seperti yang sudah marak di media sosial, banyak orang kafir, atau artis-artis yang tidak beragama yang memiliki sifat dermawan. Mereka menyumbang sebagian harta ke panti asuhan, menyantuni anak yatim dan kaum dhuafa’ dan lain sebagainya. Hal ini memang baik karena pastinya dilandasi dengan dasar kemanusiaan yang tinggi. Sehingga mereka mau menolong sesama dengan hartanya sedemikian rupa. Hal ini juga pernah ...

Tafsir al-Qur’an di Indonesia selalu menarik untuk di kaji. Hal itu disebabkan karena para mufassir tidak hanya di tuntut untuk memahami makna-makna yang terkandung di dalam al-Qur’an. Tetapi juga berusaha untuk mengkontekstualisasikan antara makna teks dengan tempat dimana mufassir berada. Penafsir tidak akan bisa terlepas dari konteks sosial-budaya ketika dirinya menafsirkan al-Qur’an. Produk penafsirannya merupakan sebuah respon sosial yang di ...

Kasih sayang Allah begitu besar untuk hambaNya. Terbukti ketika para mufasir menafsirkan surat Al-Buruj ayat 14 yang membuat hati setiap insan meleleh. Allah berfirman dengan mempersandingkan asma Nya: Al Ghafur dan Al-Wadud. وَ هُوَ الْغَفُوْرُ الْوَدُوْدُ Artinya: “Dan Dia maha pengampun lagi maha mencintai.” (Q.S. al-Buruj: 14) Ayat ini adalah bantahan kepada orang-orang yang menganggap kalau seorang hamba yang bermaksiat ...