Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Islam mengajarkan manusia untuk selalu berbuat kebaikan kepada seluruh makhluk ciptaan-Nya, termasuk kepada sesama manusia. Berbuat baik memang sudah menjadi hal yang seharusnya dilakukan oleh kita sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain. Dalam ber-mu’āsyaroh kepada manusia, untuk mempererat hubungan, atau disebut dengan istilah ḥablun min an-nās, berbuat kebaikan menjadi komponen sosial yang perlu dikedepankan. Begini feedback perbuatan ...

Di sela-sela menguatnya pemikiran sekularisme, al-Qur’an sejak awal sudah menampilkan adanya hubungan yang intens antara ilmu dengan agama. Pemikiran sekularisme muncul ketika rasionalisme yang mengunggulkan nalar tanpa mengaitkan pada agama. Atau pemikiran ini ingin menegaskan pemisahan ilmu dengan agama. Sehingga menancap pada pandangan beberapa pemikir Barat bahwa tidak ada hubungan antara agama dengan ilmu. Agama menurut mereka tidak mampu untuk ...

Krisis pangan kini tengah menjadi perhatian serius para pemimpin dunia. Seperti yang dikatakan Menteri Pertanian Andi Amran mengungkapkan bahwa sudah ada 10 negara; dimana dengan 735 juta penduduk tengah mengalami kondisi kelaparan serius. Dan 44 negara lainnya juga terancam sebab krisis pangan dan energi. Untuk Indonesia sendiri, diperkirakan mendapat ancaman krisis sebesar 16-17%. Jika merujuk al-Quran surat Yusuf ayat 43-54, ...

Perempuan sering menjadi perbincangan dalam pembatasan ruang gerak di ranah publik. Dalam rangka memahami peranan perempuan dalam konteks masyarakat kontemporer seperti saat ini. Tidak bisa lagi hanya berperan di dunia domestik, sudah menjadi tuntunannya mereka harus menduduki multi peran. Jika ditinjau kembali, teks-teks al-Qur’an menunjukkan derajat yang sama di hadapan-Nya; baik laki-laki maupun perempuan, kecuali tingkat ketakwaan. Inilah yang dinamakan ...

Sebelum filsafat Yunani diterjemahkan ke dalam bahasa Arab. Umat Islam telah mengenal konsep akal atau intelek yang diuraikan dalam Al-Qur’an dan Hadis. Tentu, berbeda sekali dengan periode Jahiliyah (kebodohan)”. Islam merepresentasikan era keimanan, pengetahuan, akal, keadilan, dan kebebasan sekaligus. Seseorang yang masuk Islam berarti dirinya meninggalkan kebiasaan mental dan sosial dari zaman jahiliyah, politeisme, ketidakadilan dan amoralitas. Dalam kaitan ini, ...

Iman secara bahasa berarti “percaya”. Ketika dikaitkan dengan Islam, iman biasanya didefinisikan dengan; “Mempercayai dengan hati, mengucapkan dengan lisan, dan melakukan dengan perbuatan.” Orang yang beriman disebut mukmin sejati. Di dalam Al-Qur’an, Allah menyebutkan sifat-sifat dari orang mukmin sejati, tepatnya pada QS. Al-Anfal ayat 2-4 yang berbunyi: اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ الَّذِيْنَ اِذَا ذُكِرَ اللّٰهُ وَجِلَتْ قُلُوْبُهُمْ وَاِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ اٰيٰتُه زَادَتْهُمْ ...

Perlu ditanamkan bahwa tiada suatu bencana atau musibah pun yang menimpa di bumi dan tidak pula pada dirimu sendiri, melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh). Bahkan bisa menjadi sebuah berkah bagi dirimu sendiri. Adalah sebuah perjuangan dalam diri manusia dengan bantuan Tuhan dalam dirinya mampu menyelamatkan situasi menjadi sebuah jiwa yang tentram. Seperti diriwayatkan dari Anas bin Malik RA ...

MLM bisa dikatakan suatu hal yang tidak baru lagi dalam dunia bisnis, namun MLM merupakan sebuah bisnis modern yang tidak ada pada zaman Rasulullah, karenanya terdapat banyak pendapat mengenai hukum MLM. Terlepas dari adanya kontroversi, bisnis MLM berkembang baik di Indonesia, karena memiliki sistem yang jelas, surat izin, dan tentunya memiliki produk yang berkualitas. Beberapa produk populer di Indonesia yang ...

Sifat malu memang menjadi sifat alami bagi manusia. Rasulullah juga mengajarkan kepada umat muslim untuk memiliki rasa malu yang bahkan dalam hadits disebutkan bahwa malu adalah sebagian dari iman. Namun ada rasa malu yang tercela dan harus dihindari. Yaitu rasa malu atau kurang percaya diri ketika menuntut ilmu. Karena hal itu menyebabkan seorang pelajar dapat tertinggal dan bahkan menjadi bodoh. ...

Q.S Ali Imran ayat 139 merepresentasikan bahwa janganlah menjadi hamba yang lemah. Maksud lemah menurut pandangan Ibnu Katsir dalam ayat tersebut adalah lemah sebab sesuatu yang telah menimpahmu (setelah perang Uhud). Memang ayat tersebut diperuntukkan kepada umat Islam setelah kekalahanya dalam peperangan Uhud. Allah memberi isyarat bagi kaum muslim sekaligus pelajaran bahwa jadilah muslim yang kuat namun rendah hati dan ...