Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Potret perkembangan tafsir Al-Qur’an di Indonesia secara embriotik muncul bersamaan dengan masuknya ajaran Islam ke bumi Nusantara. Pembelajaran Al-Qur’an pun disebut-sebut menjadi brand atas penyebaran Islam di Nusantara. Pada masa itu, karya tafsir belum dibukukan layaknya karya tafsir yang berkembang pada masa sekarang. Kondisi masyarakat yang masih buta huruf dan awam akan materi keislaman menjadi faktor utama membuminya tradisi oral. ...

Penafsiran terhadap Al-Qur’an mempunyai peranan yang sangat penting bagi kemajuan serta perkembangan umat Islam. Sementara ulama memiliki perhatian yang sangat besar terhadap penafsiran ayat Al-Qur’an. Perhatian tersebut berupa sebuah upaya untuk menggali dan memahami makna-makna yang terkandung di dalam Al-Qur’an. Sehingga lahirlah banyak karya tafsir dengan metode serta corak penafsiran yang beraneka ragam. Salah satunya seperti Tafsir al-Jilani yang bercorak ...

Allah Swt banyak menitipkan pesan melalui hewan-hewan yang termaktub dalam al-Qur’an. Terlepas dari konteks historisnya, banyak ayat-ayat perumpamaan yang memaksa untuk memeras keringat otak para mufasir. Perumpamaan al-Qur’an menjadi hal yang menarik untuk dikaji dengan penemuan zaman dan akan memelopori pergantian zaman. Salah satu hewan yang sangat unik untuk dikaji atau dijadikan Allah Swt sebagai perumpamaan di dalam al-Qur’an adalah ...

Penafsiran al-Qur’an merupakan suatu proses di ranah salah satu cabang keilmuan yang tiada henti. Hal ini disebabkan karena seiring berkembangnya masa maka semakin bertambah pula problematika sosial yang terjadi di masyarakat dewasa ini. Terlebih di Indonesia yang merupakan negara yang kaya akan suku, budaya serta ras yang melatar belakangi kehidupan mereka hingga membentuk pola pikir yang berbeda di setiap daerah ...

K.H. Said Aqil Siradj–mantan Ketua Umum PBNU–dalam beberapa kesempatan mengatakan, kalau Islam diukur dengan prestasi politik, maka Islam seharusnya berakhir dengan runtuhnya kekhalifahan Islam di Turki. Nyatanya Islam bisa bertahan hingga kini. Tidak lain karena adanya para ulama yang menghasilkan karya-karya berupa kitab-kitab, yang dibaca oleh umat. Sehingga Islam tetap hidup walau kekhalifahan tak ada lagi. Pernyataan ini sepintas berlebihan. ...

Sifat teks dalam pandangan Julia Kristeva hakikatnya tidak bisa berdiri sendiri. Pemikiran semacam itu dipengaruhi oleh tiga tokoh yakni Sigmund Freud, Roland Barthes, dan Jacques Lacan. Sehingga gayanya masuk pada kategori post-structuralism dimana pandangan dalam filsafat yang melihat segala sesuatu lahir secara tidak pasti atau lebih tepatnya tidak percaya dengan pola yang pasti. Dengan demikian, adanya suatu teks pasti berhubungan ...

Reformasi pemikiran Islam terhadap stagnasi, kemunduran, bahkan mentalitas otoriter kian dibutuhkan dalam kerangka yang utuh. Khususnya dalam pemahaman terhadap Al-Qur’an. Telah banyak sarjana yang berkontribusi dalam perangkat metodologis terhadap teks Al-Qur’an. Satu di antara deretan para reformis adalah Huseyin Atay, akademisiasal Turki yang menekankan analisis teks. Dengan bertolak dari tesis bahwa semua teks Al-Qur’an valid sepanjang masa, Atay menegaskan tidak ...

Hiruk-pikuk kehidupan manusia di era covid-19 menimbulkan gelombang kegelisahan yang membabi buta. Kepastian kepada ujung penantian yang dirasa butuh kesabaran begitu ekstra, menimbulkan akan masalah kejiwaan yang diselimuti kecemasan. Obat mujarab yang menjadi sasaran seakan dicari-cari. Berangkat dari mengonsumsi obat-obatan terlarang, yang secara gamblang justru melanggar norma agama dan negara. Tidak ada obat mujarab di era covid-19 ini, selain daripada ...

Siapakah Mullā Ṣadrā? Mullā Ṣadrā adalah seorang filsuf dan teosof terkenal yang berasal dari kota Shiraz, Iran. Nama aslinya adalah Muhammad bin Ibrahim bin Yahya Al-Qawami ash-Shirazi. Ia dijuluki Mullā Ṣadrā karena dikenal sebagai tokoh yang utama dalam kalangan teosof (sadr al-muta’allihin). Kehidupan Mullā Ṣadrā, secara umum dapat dipetakan menjadi tiga periode; Pertama, periode menimba ilmu-ilmu dasar dan mendalam di ...

Abdurrahman Al-Sa’di, mufassir asal Arab Saudi yang berusaha menyusun kaidah-kaidah tafsir yang independen. Pemikirannya dia tumpahkan pada karyanya yang berjudul al-Qawaid al-Hisan li Tafsir al-Qur’an yang di dalamnya berisikan 71 kaidah tafsir. Sedikit berbeda dari kebanyakan buku kaidah tafsir pada umumnya, kaidah tafsir al-Sa’di dapat dipahami menjadi dua, yaitu kaidah sebagai alat pembacaan dan juga kaidah sebagai produk penafsiran. Lima ...