Bahasa Arab merupakan bahasa Al-Qur’an. Bahasa Arab adalah salah satu bahasa tertua di dunia. Ada beberapa teori yang menjelaskan tentang awal mula munculnya bahasa Arab. Salah satu teori menyebutkan bahwa manusia yang melafalkan bahasa Arab adalah Nabi Adam as. Analisa yang digunakan Nabi Adam as (sebelum turun ke bumi) adalah penduduk surga, dan dalam suatu riwayat dikatakan bahwa bahasa penduduk surga adalah bahasa Arab, maka secara otomatis bahasa yang digunakan oleh Nabi Adam as adalah bahasa Arab dan tentunya anak keturunan Nabi Adam pun berbahasa Arab.
Bahasa Arab di Mata Dunia
Seperti yang kita ketahui bahwa bahasa Arab adalah salah satu bahasa Internasional. Yang artinya bahwa dunia sudah mengakui bahasa tersebut sebagai bahasa yang digunakan di seluruh dunia, hal tersebut terbukti pada tanggal 18 Desember 1973 bahasa Arab resmi menjadi Bahasa Internasional. Sebenarnya yang mempunyai inisiatif agar bahasa Arab menjadi bahasa dunia adalah Maroko dan Arab Saudi. Keduanya menginginkan bahasa Arab menjadi bahasa resmi yang digunakan dan diakui seluruh negara-negara di dunia. Di sisi lain UNESCO juga melihat bahasa Arab memiliki peranan dan kontribusi terhadap pelestarian, penyebaran peradaban dan kebudayaan manusia.
Pada saat ini, lebih dari 422 juta jiwa di seluruh dunia menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa sehari-hari mereka. Terutama di willayah Timur Tengah dan Afrika Utara. Oleh karena itu, pada tanggal 18 Desember 1973, bahasa Arab resmi terdaftar sebagai bahasa Internasional yang masuk ke dalam kesepakatan UNESCO. Karena proses penetapan itulah bahasa Arab menjadi bahasa resmi dunia, dan berada dalam urutan ke-6 dari 22 bahasa Negara di seluruh dunia.
Bahasa Arab Bahasa yang Unik
Keunikan dan kekuatan bahasa Arab terlihat jelas dari kekayaan fonetik dari beberapa huruf yang sama. Keistimewaan ini hanyalah dimiliki bahasa Arab, tidak dimiliki bahasa lain di dunia. Kekayaan kosakata dan sinonim dalam bahasa Arab juga menjadi pembeda dengan bahasa lain di dunia. Misalnya kita akan mendapati minimal 21 sinonim untuk cahaya, 52 kata sinonim untuk kegelapan, 50 sinonim untuk awan, 64 sinonim untuk hujan, 1700 sinonim untuk air, 100 sinonim untuk jenggot, dan ribuan bahkan jutaan sinonim kata lainnya.
Keunikan dan keindahan Bahasa Arab inilah yang menyebabkan umat Islam di dunia semakin lengket dan ingin selalu mengetahui, mempelajari serta mendalami seluk-beluk bahasa Arab secara detai dan komprehensif. Para pecinta bahasa Arab mengakui dan meyakini bahwa bahasa Arab memiliki keistimewaan yang dahsyat dan luar biasa.
Antara lain, bahasa Arab memiliki kosakata (mufradat) yang indah dan bersenandung, kaya metafor (tasybihat) yang membuat orang terkesima dan terpukau. Redaksi (lafaz)-nya kaya akan sinonim (mutaradif) dan signifikan, struktur, gramatikal (qawaid nahwiyah) yang unik, ringkas, dan sederhana membuat orang tertarik dan penasaran untuk mempelajarinya, serta kaya akan komposisi baik dari sintaksis (tarkib wa jumal), morfologi (qawaid al-sharafiyah), derivasi (isytiqaqiyah) atau semantik-leksikologi-nya (ilmu dilalah), dan lain sebagainya.
Alasan Al-Qur’an Dengan Bahasa Arab
Allah SWT banyak menjelaskan di dalam firman-firmannya terkait alasan mengapa Al-Qur’an yang diturunkan-Nya tersebut berbahasa Arab. Salah satu firmannya yaitu pada Q.S Yusuf: 2
إِنَّآ أَنْزَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَّعَلَّكُمْ تَعْقِلُوْنَ
Artinya: “Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al-Qur’an dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.”
Ayat ini memberkan informasi bahwa Allah menurunkan Al-Qur’an dengan menggunakan bahasa Arab dan kita diminta merenungi alasan di balik itu semua. Yakni kenapa bahasa Arab yang dipilih dengan bahasa Al-Qur’an? Kenapa bukan bahasa yang lain? Apakah semua ayat Al-Qur’an murni berbahasa Arab atau ada beberapa yang terindikasi berasal dari bahasa lain? Ini semua mesti kita renungi secara seksama. Oleh karena itulah, dalam ayat tersebut diakhiri dengan redaksi لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُوْنَ (agar kamu memahaminya) sebagai teknik Al-Qur’an dalam menstimulasi manusia supaya tergerak untuk mengetahui lebih lanjut terkait rahasia penurunan Al-Qur’an dengan bahasa Arab tersebut. Sehingga pada akhirnya, mereka menjadi yakin atas jawaban-jawaban pertanyaan itu.
Berikut pendapat para mufassir mengenai alasan mengapa Al-Qur’an diturunkan dengan bahasa Arab berdasarkan surah Yusuf ayat 2:
Alasan Sosiologis
Allah SWT menurunkan Al-Qur;an dengan bahasa Arab sesuai bahasa orang Arab, supaya orang Arab mengetahui artinya dan memahami apa yang terdapat di dalamnya. (Tafsir al-Baghawi, II/473). Begitu juga dengan al-Tsa’laby dalam tafsir al-Kasf wa al-Bayan ‘an Tafsir al-Qur’an, mengutarakan pendapat yang sama dengan al-Baghawi.
Alasan Superioritas Bahasa Arab
Menurut Ibnu Katsir Al-Qur’an diturunkan dengan bahasa Arab karena bahasa Arab paling fasih, paling jelas, paling luas dan paling banyak pemenuhan terhadap arti. Maka dari itu, menurut Ibnu Katsir Allah menurunkan kitab terbaik dengan bahasa terbaik, kepada utusan terbaik, dengan duta malaikat terbaik, di tempat terbaik di belahan bumi dan memulai penurunannya pada bulan yang terbaik, yaitu Ramadan. Sempurnalah dari berbagai sisinya. (Tafsir Al-Qur’an al-Adhim, Dar Thayyibah, IV/366).
Alasan Tujuan Al-Qur’an
Salah satu tujuan Al-Qur’an yaitu untuk menantang orang-orang yang meragukan kebenarannya. Sehingga tidak ada yang mampu menandinginya dari segi susunan dan keindahan bahasanya serta maknanya padahal mereka semua (orang-orang yang meragukan Al-Qur’an) berbahasa Arab.
Alasan Agar Kita Berfikir
Ini sebuah alasan yang menarik, menurut al-Qudhamy Al-Qur’an diturunkan dengan bahasa Arab agar kita memahaminya, agar kita menyadari artinya, dengan begitu tidak menimbulkan kerancuan.
Selain menggunakan akal pikiran, kemudian juga dapat mengetahui tentang kisah Nabi Yusuf yang ternyata kisah tersebut bukan dari orang yang tidak belajar tentang kisah cerita, akan tetapi kisah Nabi Yusuf merupakan mu’jizat dan hal itu turun karena pewahyuan. Disamping itu al-Qudhamy juga menyampaikan pendapatnya seperti alasan superioritas bahasa Arab. (Mahasin at-Ta’wil, Dar al-Kutub al-Ilmiah, VI/145).
Penyunting: Ahmed Zaranggi


























Kanal Tafsir Berkemajuan
Sebuah media Islam yang mempromosikan tafsir yang progresif dan kontekstual. Hadir sebagai respon atas maraknya tafsir-tafsir keagamaan yang kaku dan konservatif.