Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

4 Jalan Kesuksesan dalam Satu Ayat Q.S Az-Zumar: 10

Sumber: https://www.islamicity.org/

Setiap orang mengharapkan sebuah kesuksesan dalam hidupnya. Baik kesuksesan di dunia maupun kesuksesan di akhirat kelak. Setiap orang memiliki impian dan cita-citanya masing-masing, mereka rela mengorbankan segalanya untuk meraih kesuksesan dan berlelah-lelah untuk menggapai impian.

Akan tetapi tidak semua orang dapat meraih kesuksesan tersebut. Entah faktor apa sehingga impian itu tidak tercapai. Untuk itu dalam tulisan ini, penulis paparkan empat jalan menuju kesuksesan hidup yang tercantum dalam Q.S Az-zumar [39] ayat 10.

Allah Swt. berfirman:

قُلۡ يٰعِبَادِ الَّذِيۡنَ اٰمَنُوا اتَّقُوۡا رَبَّكُمۡ‌ ؕ لِلَّذِيۡنَ اَحۡسَنُوۡا فِىۡ هٰذِهِ الدُّنۡيَا حَسَنَةٌ ‌ ؕ وَاَرۡضُ اللّٰهِ وَاسِعَةٌ ‌ ؕ اِنَّمَا يُوَفَّى الصّٰبِرُوۡنَ اَجۡرَهُمۡ بِغَيۡرِ حِسَابٍ

 Artinya: “Katakanlah, “Hai hamba-hamba ku yang beriman, bertakwalah kepada tuhanmu, “Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini akan memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu luas. Sungguh, hanya orang-orang yang sabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.”

Penafsiran Ayat

Menurut Imam Ar-Rozy, “Ayat ini turun di Makkah dan memberi isyarat kepada Nabi Muhammad Saw. bahwa suatu saat, ia akan hijrah dan sukses di kota Madinah.

Sedangkan Hamka dalam tafsir Al-Azhar, Juz 23, hal. 20-21 mengatakan, ayat ini dibuka dengan sapaan Allah kepada hambanya yang beriman, “Hai Hambaku yang beriman Bertakwalah kepada Tuhanmu” panggilan ini mencerminkan kedekatan dan kasih sayangnya Allah kepada orang-orang mukmin.

Pembuka ayat ini juga memberi isyarat agar menjaga hubungan baik dengan Allah dengan bertakwa dan tidak menyekutunya. Dengan begitu seorang hamba harus menanamkan keimanan kepada Allah, kemudian serahkan segala bentuk usaha yang dilakukan.

4 Jalan Kesuksesan Hidup

Ayat ini memberi penjelasan bahwa jalan menuju kesuksesan pertama yaitu dekatkan diri kepada dzat pemilik kesuksesan. Allah Swt. lebih dekat kepada hambanya dari pada hamba itu sendiri. Jika seorang hamba menuju kepada Allah dengan berjalan, maka Allah akan menyambutnya dengan berlari.

Baca Juga  Relasi Menantu dan Mertua Telaah QS. An-Nisa’ Ayat 23

Selanjutnya, seorang hamba yang beriman diminta membuktikan imanya dengan berbuat baik kepada semua manusia tanpa membedakan etnis, golongan, agama, dan lingkungan hidupnya. Allah Swt, berfirman “Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini akan memperoleh kebaikan”.

Al-Qurtubi dalam tafsirnya mengatakan “Apresiasi manusia atas kebaikan yang dilakukan termasuk dari kebaikan yang diperolehnya sewaktu di dunia. Tidak hanya itu di akhirat kelak, balasan kebaikan akan lebih besar”. Maka jalan menuju kesuksesan yang kedua adalah selalu berbuat baik kepada semua manusia. Dalam proses ini disadari atau tidak banyak rintangan yang kemudian membuat seseorang putus asa, sehingga tidak melanjutkan jalan menuju impian.

Seorang berbuat baik belum tentu dibalas baik oleh sekitarnya. Kadangkala sebaliknya, berupa perlawanan, cacian, sinisme, teror bahkan penyiksaan. Dalam sejarah Nabi Muhammad Saw. misalnya, baliau selama di Makkah mengalami intimidasi, penghinaan, penyiksaan oleh kaumnya padahal Nabi membawa kebaikan dan keselamatan untuk masyarakat Makkah. Maka jangan heran ketika berjuang menggapai impian banyak yang meremehkan, mencaci, bahkan menghina, itu semua proses dari Allah untuk mendidik hambanya.  Untuk itu dalam menuju kesuksesan siapkan tissue sebanyak-banyaknya untuk mengusap keringat, air mata dan darah karena harus berluka-luka menjalani kerasnya tantangan usaha.  

Jika kerja keras sudah mengiri, akan tetapi usaha tidak berhasil di suatu tempat atau lingkungan, maka janganlah berkecil hati, carilah tempat lain yang siap mengembangkan usaha kita. Allah Swt. berfirman “Dan bumi Allah itu luas”. Jika sebuah ide tidak diterima oleh suatu komunitas, jangan bersedih, masih banyak komunitas lain yang siap menerima ide kita. Jika usaha bisnis tidak berkembang di suatu wilayah, coba pergi cari tempat lain yang berpotensi mengembangkan bisnis kita.

Baca Juga  Mengkaji Hate Speech Melalui Perspektif Al-Quran

Refleksi Ayat

Potongan ayat ini juga memberi inspirasi, untuk selalu berfikir luas, seluas bumi, selalu optimis, berfikir besar dan berpandangan luas. Jangan memandang dunia seluas daun kelor. Jangan beranggapan kegagalan sebagai akhir dari perjuangan. Maka jalan menuju kesuksesan yang ketiga yaitu pantang menyerah, selalu optimis dan berfikir luas seluas bumi. Keempat untuk menuju kesuksesan membutuhkan keuletan, kesabaran, menunggu hasil, tidak tergesah-gesah melihat kesuksesan, dan ketegaran menghadapi tantangan yang menjadi syarat mutlak untuk menuju kesuksesan.

Allah Swt. berfirman” Sungguh, hanya orang yang bersabarlah yang dipenuhi pahala mereka tanpa batas”. Mungkin seseorang sedang terhuyung-hyung kelelahan menghadapi masalah hidup yang amat berat. Belum selesai masalah satu, muncul masalah lain. Ketika dalam kondisi tersebut, ingatkan untuk selalu bersabar dan jangan mengelu dengan cobaa hidup.

Imam Al-Auzaiy dalam tafsirnya membeberkan, bahwa orang yang sabar menjalani penderitaan hidup akan diberi bonus istimewa, yaitu pembebasan dari ketatnya pemeriksaan akhirat. Ia akan dimasukkan di surga ruang istimewa sebab kesabaranya. Sabar itu pahit, akan tetapi besar ganjaranya. Adapun ganjaran sabar bagi orang yang gagal adalah kesuksesan. 

Kesimpulan

Itulah empat hal yang harus ditempuh seseorangjika ingin meraih kesuksesan. Pertama tanamkan iman kepada Allah Swt. serta serahkan semua urusan kepada Allah, juga tidak kalah pentingnya memohon kepada Allah agar impian dan cita-cita tercapai. Karena Allah lah sang pemilik kesuksesan. Kedua taburlah kebaikan kepada semua orang. Sebab setitik kebaikan adalah investasi untuk masa depan kita. Bangun relasi seluas-luasnya, dan baikilah mereka.

Ketiga berpikirlah seluas bumi, bergeraklah melampaui batas wilayah tempat tinggal. Sebab orang sukses itu ulet dan selalu merasa tidak puas pada pekerjaannya. Keempat jadilah manusia yang tahan banting, sabar, kuat menahan berbagai rintangan. Jika empat hal tersebut mampu di praktikkan seseorang tunggulah kesuksesan akan menghamipirinya. Wallahuaalam.

Penyunting: Ahmed Zaranggi

Baca Juga  Ciri, Sudut Pandang, dan Respons Ulama atas Riwayat Israiliat