Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Tafsir Tematik: Beberapa Makna Sabar dalam Al-Qur’an

Sabar
Gambar: sabarhadi.com

Al Qur’an adalah petunjuk bagi umat Islam yang selalu dijadikan sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Banyak sekali makna yang terkandung dalam Al-Qur’an. Salah satunya yaitu makna sabar/ as-shabr. Kata ini juga terdapat di dalam al-Qur’an sebanyak 103 kali dalam 45 surah dan mencakup 90 ayat. Kata sabar berasal dari bahasa arab yaitu as-shabru, merupakan masdar dari fi’il madhi yang berarti menahan diri dari keluh kesah.

Makna Sabar Menurut Ulama

Kemudian ada juga yang mengatakan as-shibru dengan meng-kasrah-kan shad-nya yang berarti obat yang sangat pahit dan tidak enak. Imam Jauhari memahami kata sabar yang bentuk jamaknya berupa lafad صُبُرٌ dengan menahan diri ketika dalam keadaaan sedih atau susah.

Menurut Prof. M. Quraish Shihab bahwa sabar adalah sebagai “menahan diri atau membatasi jiwa dari keinginannya demi mencapai sesuatu yang lebih baik (luhur)”. Adapun menurut Ibnu Qoyyim Al-Jauziah bahwa sabar artinya menahan diri dari rasa gelisah, cemas, dan amarah, menahan lidah dari keluh kesah, menahan anggota tubuh dari kekacauan.

Dalam kitab Al-Mu’jam Al-Mufahras li Alfazhil Qur’an disebutkan bahwa kata sabar disebutkan lebih dari 100 kali. Menurut Muhammad Rabbi Muhammad Jauhari, sabar adalah bertahan diri untuk menjalankan berbagai ketaatan, menjauhi larangan dan menghadapi berbagai ujian dengan rela dan pasrah. Ash-shabur (Yang Maha Sabar) juga merupakan salah satu asma’ul husna Allah SWT. Yakni yang tak tergesa-gesa melakukan tindakan sebelum waktunya.

Dalam Al-Qur’an terdapat beberapa perubahan kata sabar dengan penyesuaian makna, seperti sabara, ishbiru, sabbar, asbara, assabru, assabirin, istabir.

Beberapa Makna Sabar dalam Al-Qur’an

Kata sabara dalam Al Qur’an diartikan dengan kata bersabar, tabah hati. Kemudian dijelaskan pula dalam kitab Lisanul A’rab bahwa kata sabara di sini adalah orang yang senantiasa memaafkan kesalahan orang lain dan tidak membalas kejahatan orang terhadap dirinya.

Baca Juga  Mengubah Anxiety Menjadi Kerinduan kepada Allah

Kata ishbiru adalah sebuah penekanan atau anjuran terhadap orang-orang banyak atau kelompok tertentu. Namun, dalam surat Sad ayat 6 di situ dimaknai dengan “tetap”  berikut redaksi ayatnya :

وَانْطَلَقَ الْمَلَاُ مِنْهُمْ اَنِ امْشُوْا وَاصْبِرُوْا عَلٰٓى اٰلِهَتِكُمْ ۖاِنَّ هٰذَا لَشَيْءٌ يُّرَادُ ۖ

Dan pergilah pemimpin-pemimpin mereka seraya berkata: pergilh kamu dan tetaplah menyembah Tuhanmu, sesungguhnya ini benar-benar hal yang dikehendaki.”

Kata sabbar ini diartikan dengan orang yang sangat sabar atau bisa dikatakan sebagai orang selalu sabar. Hal ini terdapat pada surat As-Syuara’ ayat 33 yang berbunyi :

اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّكُلِّ صَبَّارٍ شَكُوْرٍۙ

“Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan) bagi orang yang banyak bersabar dan banyak bersyukur.”

Kata asbara bisa diartikan sebagai berani. Seperti surat al-Baqarah ayat 175:

 فَمَآ اَصْبَرَهُمْ عَلَى النَّارِ

Maka alangkah beraninya mereka menentang api neraka”

Kata as-sabru adalah lawan kata dari sedih atau cemas, dan juga bisa diartikan dengan al-habsu yaitu menahan. Setiap orang yang bertahan atas sesuatu sungguh ia orang yang bersabar. Adapun ayat yang terdapat pada surat Al Balad ayat 17 :

ثُمَّ كَانَ مِنَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ وَتَوَاصَوْا بِالْمَرْحَمَةِۗ

 “Kemudian dia termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih saying”.

Kata as-sabirin diartikan dengan orang-orang yang sudah mempunyai sifat penyabar atau golongan orang-orang yang penyabar. Sebagaimana yang tertera pada surat Al Anbiya’ ayat 85 :

وَاِسْمٰعِيْلَ وَاِدْرِيْسَ وَذَا الْكِفْلِۗ كُلٌّ مِّنَ الصّٰبِرِيْنَ ۙ

“Dan (ingatlah kisah) Ismail, Idris dan Zulkifli. Mereka semua termasuk orang-orang yang sabar.”

Istabir dan Surah Maryam Ayat 65

Kata istabir terdapat tambahan huruf ta sehingga diartikan dengan sungguh-sunguh bersabar.

Baca Juga  Kajian Tafsir Ilmi: Sidik Jari dalam Al-Qur’an

Hal ini sesuai dengan Surat Maryam ayat 65 :

رَبُّ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا فَاعْبُدْهُ وَاصْطَبِرْ لِعِبَادَتِهٖۗ هَلْ تَعْلَمُ لَهٗ سَمِيًّا

“ Tuhan yang menguasai langit dan bumi dan apa-apa yang ada di antara keduanya. Maka sembahlah ia dan berteguh hatilah dalam beribadat kepada-Nya.”

Yang dimaksud dengan berteguh hati di sini ialah dengan bersabar secara besungguh-sungguh untuk mendapatkan ridho Allah.

Adapun salah satu contoh pengamalan sabar dalam menghadapi cobaan seperti dalam surat Al-Baqarah ayat 155 disebutkan bahwa :

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ

Artinya: Dan kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.

Contoh Pengamalan

Ayat tersebut menjelaskan bahwasanya kita sebagai hamba Allah ketika mendapat cobaan duniawi dari-Nya sepeti kemiskinan, kelaparan, maka kita harus menghadapinya dengan sabar. Kemudian dilanjutkan ayat tersebut dengan berbunyi :

اَلَّذِيْنَ اِذَآ اَصَابَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌ ۗ قَالُوْٓا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّآ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَۗ

Artinya : (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata “ sesungguhnya hanya kepada Allah kami kembali )

Dengan adanya cobaan yang kita alami, maka cara yang diajarkan Al-Qur’an salah satunya yaitu mengucapkan “innalilahi wa inna ilaihi raji’un”. Tak hanya sekedar mengucapkan saja, melainkan dengan hati bahwa semua yang telah kita alami sudah ketetapan Allah yang tidak bisa kita ubah selain berdo’a dan ikhtiar kepada-Nya. Wallahu a’lam bi ash-shawab.

Penyunting: Bukhari