Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Rahman dan Rahim: Dua Kasih Sayang Allah yang Serupa tapi Tak Sama

serupa
Sumber: https://deviantart.com/baraja19

Lafadz basmalah, atau bismillahirrahmanirrahim pasti sudah tak asing lagi bagi umat islam, bahkan bagi non Islam. Sebagai umat Islam, kita dianjurkan mengucapkannya di setiap awal aktivitas atau perkataan. Karena menurut Imam Ibnu Katsir, lafadz ini serupa keberkahan.

Lafadz basmalah ini punya keunikan tersendiri. Bahwa setelah nama Allah, diikuti langsung oleh dua kata sifat Allah, yaitu ar-rahman dan ar-rahim. Prof. Quraish Shihab dalam bukunya Tafsir Al-Mishbah menjelaskan bahwa kata ar-rahman dan ar-rahim diambil dari akar kata ­rahmah yang bermakna kasih sayang.

Kebanyakan orang awam pasti mengira kedua kata tersebut serupa dan tidak ada bedanya. Karena dalam pemaknaan Bahasa Indonesia, keduanya bermakna Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Padahal jika diperinci terdapat perbedaan konteks dan makna pada kedua kata sifat Allah tersebut. Lalu apakah bedanya?

Makna dan Konteks Ar-Rahman

Sebagaimana yang sudah dijelaskan, makna kasih sayang yang ada pada kata ar-rahman adalah yang Maha Pengasih. Dengan sifat kasih sayang Allah ini semua makhluk yang ada di dunia ini dapat hidup terus menerus sampai ajal yang telah ditentukan. Dalam Al-Qur’an, kata ar-rahman disebutkan sebanyak 57 kali.

Menurut Syekh Ali As-Shabuni, dikutip dari Imam Al-Qurthubi. Dikatakan bahwa kata ar-rahman secara kualitas dan kuantitas merupakan kasih sayang yang banyak dan besar, tetapi tidak bersifat selamanya. Artinya perihal kemaslahatan kasih Allah begitu luas untuk segenap makhluk baik itu mukmin ataupun kafir.

Prof. Nasaruddin Umar, Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta meyatakan bahwa kata ar-rahman adalah sifat dan simbol kemahapengasihan Allah. Sifat ini menunjukkan betapa Allah dan seluruh makhluknya tidak bisa dipisahkan. Semua yang diciptakan oleh Allah mendapatkan kasih sayang dan rahmat-Nya.

Baca Juga  Solusi Bahagia dalam Al-Qur’an Perspektif Tafsir Mahmud Yunus

Dalam hal ini bisa dikatakan bahwa konteks dari ar-rahman ini adalah bersifat umum. Maksudnya kasih sayang yang diberikan Allah ditujukan kepada seluruh makhluknya di dunia ini. Tidak memandang dia muslim atau kafir, tanaman ataupun tumbuhan, bahkan hewan sekecil serangga pun tak luput dari belas kasih Allah.

Makna dan Konteks Ar-Rahim

Dari akar kata yang serupa yaitu “rahmah”, kasih sayang yang ada pada kata “ar-rahiim” memiliki arti yang Maha Penyayang. Rahmat dan kasih sayang yang diberikan oleh Allah bersifat lebih khusus yaitu hanya kepada hambanya yang beriman. Dengan sifat rahim-Nya, Allah menunjukkan kepada hambanya yang beriman jalan yang lurus.

Terdapat perbedaan pendapat mengenai jumlah penyebutan kata ar-rahim dalam al-Qur’an. Ada pendapat yang mengatakan kata ar-rahim disebut sebanyak 95 kali. Namun pendapat yang lebih kuat mengatakan bahwa dalam al-Qur’an kata ar-rahim disebutkan sebanyak 114 kali.

Mengutip dari Al-Qurthubi, Syekh Ali As-Shabuni mengatakan bahwa kata ar-rahim bermakna kasih sayang yang bersifat langgeng dan abadi. As-Shabuni juga mengutip dari Al-Khattabi dan mengatakan bahwa kata ar-rahim ditujukan pada kasih Allah yang sifatnya lebih khusus untuk orang beriman, sebagaimana ayat:

وَكَانَ بِٱلْمُؤْمِنِينَ رَحِيمًا

Artinya: “Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.”
Dari semua pendapat itu, dapat dipahami bahwa konteks kata ar-rahim adalah bersifat khusus. Yakni kasih sayang Allah hanya diperuntukkan bagi orang-orang beriman. Kata ar-rahim ini juga berlaku hanya di akhirat saja, dan sudah pasti sifatnya abadi. Karena di akhiratlah hakikat kehidupan yang sebenarnya.

Perbedaan di antara Ar-rahman dan Ar-rahim

Kata ar-rahman dan ar-rahim merupakan dua bentuk kasih sayang Allah kepada makhluk-Nya yang serupa tapi tak sama. Kata ar-rahman dan ar-rahim ini meliputi segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah dan meliputi segala makhluknya.

Baca Juga  Surat Al-Mu’awwidzatain: Single and Triple Protection

Setelah membahas tentang makna ar-rahman dan ar-rahim, tentu terdapat beberapa perbedaan, terutama dari sisi konteks di antara kedua kata tersebut:

1. Kata ar-rahman memiliki konteks makna secara umum, yaitu belas kasih dan kasih sayang diberikan kepada seluruh makhluknya di alam semesta. Sedangkan kata  ar-rahim konteksnya lebih khusus karena belas kasih dan kasih sayang Allah dianugerahkan kepada hambanya yang beriman.

2. Disampaikan oleh Syekh Ali As-Shabuni mengutip dari Imam Al-Qurthubi, kata ar-rahman merupakan kasih sayang yang sifatnya tidak langgeng. Sedangkan kata ar-rahim , kasih sayangnya bersifat langgeng atau abadi.

3. Pada kata ar-rahman, belas kasih dan kasih sayang Allah berlaku di dunia. Sedangkan pada kata ar-rahim, belas kasih dan kasih sayang Allah hanya berlaku di akhirat saja. Hal ini bisa diketahui dalam pemaknaan lafadz basmalah menggunakan Bahasa jawa gandul. Jika diartikan, kata ar-rahim bermakna welas kasihe gusti Allah ono ing akhirat bloko.

Dengan mengetahui adanya perbedaan kata yang sekaligus sifat Allah tersebut, sudah sepantasnya kita mengimaninya. Dengan mengimaninya, maka akan menambah rasa syukur kita kepada Allah. Karena nikmat yang kita peroleh seperti bisa bernafas, merupakan anugerah Allah yang diberikan kepada kita. Wallahu a’lam.

Penyunting: Ahmed Zaranggi