Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Selawat Nabi: Menggali Hikmah dan Keistimewaannya

selawat nabi
Sumber: https://muslimvillage.com/

Allah pun Berselawat

Allah Swt memerintahkan hambanya shalat tapi Allah sendiri tidak shalat. Juga Allah memerintahkan hambanya zakat tapi Allah sendiri tidak zakat. Sebab zakat menyucikan diri, sedangkan Allah dzat yang paling suci. Kemudian, Allah memerintahkan hambanya untuk puasa, akan tetapi Allah sendiri tidak puasa. Sebab puasa adalah tameng, sedangkan Allahlah tameng atau pelindung itu sendiri. Namun, Allah memerintahkan hambanya untuk berselawat, sebelum malaikat dan manusia berselawat. Allah lebih dahulu berselawat memberikan rahmat dan salam kepada Nabi Muhammad Saw. Menunjukkan keagungan dan keutamaan membaca selawat dan salam kepada Nabi Muhammad Saw.

Para ulama sepakat bahwa mereka yang membaca selawat pasti Allah Swt. terima. Meskipun dalam membacanya tidak adanya khusyukan, dan tidak mengerti maksud dan arti dari pada selawat tersebut. Alasanya karena selawat dalam rangka memuliakan Rasulullah Saw. Ada penyair berkata:

اَدِمِ الصَّلاَةَ عَلَى مُحَمَّدً  فَقَبُولُهَا حَتْمًا بِغَيْرِ تَرَدُّدِ

اَعْمَا لُنَا بَيْنَ الْقَبُولِ وَرَدِّهَا  اِلَّا الصَّلاَةَ عَلَى النَّبِيِّ مُحَمَّدٍ

Artinya: “Bacalah shalwat, sebab selawatmu pasti diterima. Adapun amal yang lain mungkin saja diterima dan mungkin ditolak, kecuali selawat.”

Ayat Perintah Selawat

Kita sekarang sudah berada dibulan Syakban. Ibnu Abi Shai Al-Yamanimengatakan bahwa bulan Syakban adalah bulan selawat. Sebab pada bulan ini ayat tentang anjuran membaca selawat dan salam kepada Nabi Muhammad Saw. diturunkan. Anjuran membaca selawat termaktub dalam Q.S. Al-Ahzab 56:

اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

Artinya: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.”

Syihabuddin Al-Qasthalanidalam Al-Mawahib-nya serta Ibnu Hajar Al-Asqalani mengatakan bahwa ayat ini turun pada bulan Syakban tahun ke-2 hijriyah. Dalam Tafsir Ibnu Katsir Abu Hurairah dan Abu Aliyah berpendapat, selawatnya Allah kepada Rasulullah Saw. adalah suatu pujian dan sanjungan kepada Rasulullah Saw. dihadapan para Malaikat. Sedangkan selawat para Malaikat adalah doa. (Ibnu Katsir, Tafsir Ibnu Katsir, juz 6, hal. 404). Juga terdapat dalam Tafsir Ibnu Katsir diriwayatkan oleh Sufyan Atsauri bahwa selawatnya Allah adalah rahmat dan selawatnya Malaikat adalah istighfar.

Baca Juga  Kepemimpinan Ideal Nabi dalam Tafsir Ar-Razi

Ibnu katsir juga mengatakan maksud dari ayat ini adalah sesungguhnya Allah Swt. mengabarkan kepada seluruh Malaikat atas hambahnya dan utusanya Muhammad Saw., bahwa sesungguhnya Allah Swt. memberi sanjungan kepada Nabi Muhammad Saw. dihadapan para Malaikat, dan para Malaikat juga berselawat kepada Nabi Muhammad Saw. kemudian memerintahkan penduduk bumi untuk senantiasa membaca selawat dan salam kepada Nabi Muhammad Saw. (Ibnu Katsir, Tafsir Ibnu Katsir, Juz 6, hal. 405).

Keutamaan Membaca Selawat

Di balik perintah untuk senantiasa membaca selawat dan salam, ternyata banyak mengandung keutamaan. Dalam kitab Dalailul Khairat terdapat sebuah riwayat, sesungguhnya Rasulullah Saw. datang pada suatu hari dengan wajah yang gembira. Lalu Rasulullah Saw. bersabda: “Sesungguhnya Malaikat Jibril datang kepadaku lalu ia berkata: wahai Rasulullah apakah kamu puas jika salah seorang dari umatmu yang membaca selawat kepadamu lalu diberinya sepuluh rahmat, dan juga siapa dari salah satu umat mu yang memberi salam kepadamu maka diberinya sepuluh keselamatan” lalu Rasulullah Saw. bersabda: aku puas.  

Kabar ini diterima oleh Rasulullah Saw melalui malaikat Jibril. Melalui kabar ini Rasulullah Saw datang untuk menceritakan kepada para sahabat dengan wajah yang bergembira. Riwayat ini, sebagaimana hadis dari Amr bin Ash yang diriwayatkan oleh Imam Muslim bahwa Rasulullah Saw. bersabda:

مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ عَشْرًا

Artinya: “Barang siapa yang membaca shalwat sekali saja, Allah Swt akan memberi rahmat sebanyak sepuluh kali.” (HR. Muslim).

Selain Allah Swt. memberi sepuluh rahmat kepada mereka yang mau membaca selawat kepada Nabi Muhammad Saw., selawat juga dapat menghapus dosa dan mengangkat derajat orang yang mengamalkanya sebagaimana hadis riwayat An-Nasa’i:

Baca Juga  Resiliensi: Seni Bertumbuh Bersama Ujian

مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ عَشْرَا صَلَوَاتِ وَحُطَّتْ عَنْهُ عَشْرُ خَطِيْئَاتٍ وَرُفِعَتْ لَهُ عَشْرُ دَرَجَاتٍ  

Artinya: “Barang siapa yang membaca selawat kepadaku sekali, niscaya Allah berselawat kepadanya sepuluh kali, menghapus sepuluh dosanya, dan mengangkat sepuluh derajatnya.” (HR. An-Nasa’i).

10 Keutamaan Selawat Nabi

Lebih lanjut keutamaan membaca selawat pernah diklasifikasikan dan dihimpun oleh Sayyid Bakri bin Sayyid Muhammad Syatha Ad-Dimyati. Dalam kitabnya Kifayatul Atqiya wa Minhajul Ashfiya, menjelaskan 10 keutamaan membaca selawat kepada Nabi Muhammad Saw. Sepuluh keutamaan ini diambil dari Al-Qur’an dan Hadis-Hadis Nabi Saw. Adapun 10 keutamaan tersebut sebagai berikut:

  1. Shalatul malikil ghaffar (rahmat dari Allah yang maha kuasa lagi maha pengampun)
  2. Syafa’atun nabiyyil mukhtar (syafaat Nabi Muhammad, nabi pilihan)
  3. Al-Iqtida bil malai’ikatil abrar (mengikuti tradisi malaikat abrar)
  4. Mukhalafatul munafiqin wal kuffar (membedakan diri dari orang munafiq dan orang kafir)
  5. Mahwul khataya wal awzar (penghapus kesalahan dan dosa)
  6. Qadha’ul hawa’ij wal awthar (pemenuhan hajat dan harapan)
  7. Tanwirul zawahir wal asrar (penerangan lahir batin)
  8. An-najatu minan nar (keselamatan dari neraka)
  9. Dukhulu daril qarar (masuk ke dalam surga)
  10. Salamul azizil jabbar (salam dari Allah yang maha mulia lagi kuasa)

Itulah keutamaan membaca selawat dan salam kepada Nabi Muhammad Saw. jika Allah Swt. menyanjung Nabi Muhammad Saw. dan para malaikat tiada hentinya membaca selawat kepada Nabi Muhammad Saw. Maka kita selaku umatnya selayaknya senantiasa gemar membaca sahalawat dan salam kepada Nabi Muhammad Saw. Allahumma Shalli Ala Muhammad.

Penyunting: Ahmed Zaranggi