Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Kemendikdasmen Konsisten Hadirkan Berbagai Program Nyata demi Dorong Pendidikan Bermutu untuk Semua

Kemendikdasmen
Gambar: Kemendikdasmen.go.id

Program-program unggulan terus digulirkan Kemendikdasmen,  khususnya bagi daerah-daerah pelosok, demi mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua. Hal ini dipertegas kembali pada peringatan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2026 yang mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”. 

Di antara program yang kini dirasakan dampak dan manfaatnya oleh masyarakat secara luas ialah program prioritas pendidikan di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T), perbaikan sarana pendidikan melalui revitalisasi sekolah, perluasan jangkauan bantuan beasiswa hingga upaya peningkatan kesejahteraan guru.

Kehadiran program-program ini adalah bentuk perhatian nyata pemerintah dalam menyelenggarakan pendidikan bermutu, membangun kualitas sumber daya manusia yang berkemajuan, mengakselerasi pembangunan sekolah dan menjamin kesejahteraan untuk guru. Hal ini merupakan terjemahan nyata atas Asta Cita ke-4 Kabinet Merah Putih guna memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) menuju Indonesia Emas 2045.

Program Kemendikdasmen dan Capaian-Capaiannya

Perhatian yang diberikan pemerintah terhadap pembangunan kualitas pendidikan Indonesia telah berjalan dengan baik dan membanggakan. Pembangunan yang dicanangkan tidak hanya menyasar aspek fisik, tapi juga digital. Melalui program Revitalisasi Sekolah 3T, pemerintah telah melakukan perbaikan gedung dan fasilitas pendukung di berbagai daerah, misalnya rehabilitasi ruang kelas dan pembangunan laboratorium di SMK Negeri 1 Seram Bagian Barat (Maluku) serta SMK Negeri 1 Ampana Tete (Sulawesi Tengah).

Secara keseluruhan, program revitalisasi di 62 kabupaten daerah 3T telah menyerap anggaran lebih dari Rp1,38 triliun pada tahun 2025. Sedang dalam hal transformasi digital, sebanyak 288.865 satuan pendidikan telah menerima perangkat digital (papan interaktif digital, laptop, dan media penyimpanan) dengan persentase capaian realisasi mencapai 100%.

Baca Juga  Zakat untuk Korban Kekerasan Menurut Ulama Muhammadiyah dan 'Aisyiyah

Selain revitalisasi sekolah dan transformasi digital, program PIP (Program Indonesia Pintar) juga menjadi salah satu program unggulan demi menyelenggarakan pemerataan akses pendidikan. Di tahun 2025, realisasi penyaluran PIP secara nasional mencapai angka yang sangat besar, yakni 102,18% dari target volume, dengan total anggaran terserap sebesar Rp13,4 triliun untuk 19 juta siswa dari jenjang SD hingga SMK.

Di daerah 3T, bantuan ini menjangkau ribuan siswa di berbagai wilayah, seperti; Kabupaten Kupang, NTT: Menyalurkan dana sebesar Rp37,2 miliar kepada 52.716 siswa. Kabupaten Manggarai Timur, NTT; Memberikan bantuan senilai Rp30,7 miliar kepada 45.359 siswa. Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT; Menyalurkan Rp36,3 miliar untuk 48.989 siswa. Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku: Menyalurkan Rp18,6 miliar kepada 25.954 siswa.

Dari Peningkatan Kesejahteraan dan Profesionalisme Pendidik Hingga Inovasi Pembelajaran Digital

Program yang diusung Kemendikdasmen juga menargetkan peningkatan kesejahteraan pendidik, khususnya di daerah 3 T, melalui penyaluran Aneka Tunjangan Guru Non-ASN. Realisasi Tunjangan Profesi Guru (TPG) Non-ASN secara nasional mencapai 103,01% dengan total anggaran Rp12,1 triliun. Sementara untuk membentuk profesionalisme dan kualitas pendidik, Kemendikdasmen terus menggalakkan Pendidikan Profesi Guru (PPG) dengan ribuan peserta tersebar di wilayah 3T mulai dari Lampung hingga Papua.

Di sisi lain Kemendikdasmen juga meluncurkan terobosan baru dengan penyaluran tunjangan langsung ke rekening guru guna memastikan transparansi dan efisiensi. Kemudian demi memastikan kualifikasi guru terus terjaga, pemerintah menghadirkan bantuan pendidikan S1/D4 serta program Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang mencakup lebih dari 800 ribu pendidik pada tahun 2025.

Inovasi pembelajaran digital juga tak luput dari perhatian pemerintah. Melalui penyediaan perangkat seperti papan interaktif digital (PID) dan laptop di ratusan ribu satuan pendidikan, pemerintah berharap agar proses digitalisasi pembelajaran dapat berjalan cepat. Di sisi lain pemerintah juga menciptakan terobosan baru dengan memasukkan pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KSA) sebagai program utama.

Baca Juga  Jajang Rohmana: Pendekatan Baru Studi Al-Qur’an dan Tafsir