Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Fakta Ilmiah tentang Lafadz Mawar Merah dalam Surat Ar-Rahman Ayat 37

Manusia masih belum banyak mengetahui rahasia di alam semesta ini, dan ilmu pengetahuan masih belum bisa menjangkau semua rahasia tersebut. Sehingga berbagai peristiwa yang terjadi belum bisa tertangkap oleh manusia. Namun, dalam kurun waktu empat belas ribu tahun yang lalu AlQur’an telah banyak memberitakan tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi di alam semesta ini.

AlQur’an mengandung beberapa ayat yang membicarakan alam semesta. Salah satu peristiwa yang sangat indah terabadikan dalam alqur’an tentang matinya sebuah bintang yang menghasilkan kilauan cahaya seperti bunga mawar merah yaitu surah arrahman [55] 37:

فَاِذَا انْشَقَّتِ السَّمَآءُ فَكَانَتۡ وَرۡدَةً كَالدِّهَانِ‌ۚ

Artinya : “Maka apabila langit telah terbelah dan menjadi merah mawar seperti (kilauan) minyak.”(Q.S. Arrahman [55] : 37)

Ayat tersebut memberi gambaran bahwa, jika langit terbelah maka akan menghasilkan fenomena warna merah mawar. Ilmuwan modern baru mengonfirmasi peristiwa tersebut, padahal pada masa itu manusia mustahil mengemukakannya karena belum memiliki teknologi untuk menyaksikan bintang atau nebula. Namun, Al-Qur’an telah terlebih dahulu memberitahukan tentang peristiwa tersebut sejak 14 abad yang lalu.

Awal ledakan bintang yang menghasilkan sebuah nebula, karena bintang tersebut sudah kehabisan bahan bakar, dengan begitu bintang tersebut akan memuai yang akhirnya meledak dalam kekuatan yang sangat besar, dan massanya akan hilang usai ledakan tersebut. Selanjutnya, dari ledakan tersebut menghasilkan awan yang memiliki banyak warna, karena kandungan yang ada di dalamnya. Para ilmuwan menyebutnya dengan istilah Nebula.

Ledakan bintang tersebut menghasilkan kilauan nebula cantik yang menghiasi langit. Nebula merupakan istilah bahasa latin yang mempunyai arti “kabut atau awan”. Jadi, Nebula merupakan awan yang berada di ruang antar bintang tersusun dari partikel gas, debu, dan plasma. Pada nebula inilah cikal bakal bintang – bintang baru lahir. Sehingga, Para astronom sering menyebutnya sebagai wilayah kelahiran bintang atau palung lahirnya bintang. Di dalamnya tidak hanya cikal bakal bintang baru, namun juga terdapat materi bintang yang sudah mati.

Baca Juga  Proses Hujan dalam Tafsir Ilmiah: Tantawi Al-Jauhari

Peristiwa tersebut tidak bisa disaksikan dengan mata telanjang ataupun dengan teropong bintang biasa, namun hanya dapat dilihat melalui teropong yang super canggih seperti teropong “Hubble Space Super Telescope” yang hanya dimiliki oleh National Aeronautics and Space Administration (NASA), yaitu sebuah badan independen Amerika Serikat yang bertanggung jawab atas penelitian luar angkasa.

Ibnu Katsir dalam menanggapi ayat tersebut, beliau menulis dalam tafsinya :

{ فَكَانَتْ وَرْدَةً كَالدِّهَانِ } أي: تذوب كما يذوب الدّرْدي والفضة في السبك، وتتلون كما تتلون الأصباغ التي يدهن بها، فتارة حمراء وصفراء وزرقاء وخضراء، وذلك من شدة الأمر وهول يوم القيامة العظيم.

“Firman Allah SWT : فَكَانَتْ وَرْدَةً كَالدِّهَانِ bermakna larut sebagaimana larutnya emas dan perak dalam pengecoran, dan warna – warni seperti warna – warninya celupan yang mewarnainya. Maka terkadang bewarna merah, kuning, biru, dan hijau. Demikian itu terjadi dari kerasnya perkara dan menakutkannya hari kiamat yang besar.” (Tafsir Ibnu Katsir, Surat Arrahman ayat 37, Juz 7, 498)

Faktanya nebula tersebut tidak hanya bewarna merah saja, namun juga ada yang bewarna hijau, kuning, maupun biru. Warna-warna  tersebut bisa terbentuk dari komposisi yang membentuk dari nebula tersebut yaitu hidrogen, oksigen, dan nitrogen. Warna merah menunjukkan komposisinya emisi atom belerang, warna biru berasal dari hidrogen, dan warna hijau berasal dari oksigen. Data tersebut dapat di lihat dalam situs web APOD (Astronomy Picture of the Day) yang dikelola oleh NASA.

Demikianlah bukti kebesaran Allah yang sudah dibuktikan oleh sains empiris. Surah Arrahman ayat 37 menggambarkan bahwa pada hari kiamat nanti semua bintang akan dihancurkan. Sehingga, ledakannya akan menghasilkan banyak nebula yang berbentuk seperti mawar. Pada hari kiamat itulah, gambaran Allah tentang terbelahnya langit akan terbukti kebenarannya. Maha benar Allah atas segala firmannya.

Baca Juga  Al-Quran: Kitab Suci yang Memotivasi Peradaban Umat Islam

Wallahu a’lam bish showwab.

Mahasiswa double degree pada prodi Sejarah dan Kebudayaan Islam di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan prodi Biologi Murni di Universitas Terbuka Yogyakarta, serta alumnus Perguruan Islam Matholi'ul Falah, Kajen, pati.