Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Nilai Kesataraan Gender dalam Lagu “Kita Usahakan Rumah Itu”

Sumber: istockphoto.com

Sal Priadi dengan lagunya berjudul “Kita Usahakan Rumah Itu” telah memberikan pelajaran tentang konsep masa depan dalam berumah tangga bersama seseorang yang dicinta. Berisikan harapan-harapan dan design rumah yang digambarkan melaui visualisasi lagu itu, Sal Priadi memahamkan para pendengar lagunya bahwa salah satu bumbu berumah tangga adalah tentang kenyamanan ataupun kedamaian.

Di dalam Al-Qur’an menjelaskan, bahwa salah satu tujuan pernikahan adalah untuk mencapai ketenangan. Kenyamanan dan kedamaian yang didapatkan dalam berumah tangga ini, bisa diwujudkan dengan selalu membalutnya dengan rasa kasih (mawaddah) dan sayang (rahmah).

Kerjasama Suami dan Istri

Kita usahakan rumah itu, dari depan akan tampak sederhana, tapi kebunnya luas, tanamannya mewah, megah.

Pembuka lagu itu, secara kontekstual mendidik para pasangan bahwa makna kenyamanan dalam sebuah hubungan bukan tentang kemewahan yang sifatnya material. Tapi justru lahir dari hal-hal sederhana yang senantiasa membuat pasangan saling bersyukur.

Dalam suatu hubungan rumah tangga, tentu suami dan istri memiliki orientasi untuk hidup harmonis, layak dan nyaman. Sal Priadi dalam lagu ini mengemas untuk menyampaikan pesan tersebut, bahwa keharmonisan dan kenyamanan mampu dicapai ketika suami dan istri saling bekerjasama. Ternyata, dalam lagu Kita Usahakan Rumah Ini, mengandung dua pesan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan; dalam hal ini difokuskan pada relasi suami dengan istri untuk membangun hubungan yang mengedepankan nilai-nilai kesalingan, bukan saingan.

Pertama, relasi vertikal dalam keluarga yang memposisikan hirarki keluarga berdasarkan sistem kekuasaan telah banyak menimbulkan konflik berkepanjangan dalam keluarga. Sal Priadi dalam pembuka lagunya yang juga diambil sebagai judul, menggunakan kalimat “Kita usahakan rumah itu“. Hal itu mengajarkan kepada kita bahwa usaha-usaha membangun rumah tangga bukan tentang aku dan kamu, melainkan kita. Artinya, istri sebagai pihak perempuan memiliki keleluasaan untuk saling sama-sama mengusahakan keharmonisan dalam rumah tangga ataupun mengusahakan hal teknis dan konsep.

Baca Juga  Kesetaraan Gender dalam Islam

Kesetaraan Laki-laki dan Perempuan

Hal ini menandakan bahwa pelajaran yang bisa kita petik adalah perihal konsep kerja sama antar suami dan istri. Perintah di dalam al-Qur’an menegaskan hubungan laki-laki dan perempuan adalah saling bekerjasama, tidak ada yang paling mendominasi. Allah Swt berfirman di surah At-Taubah ayat 7; “Dan orang-orang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain.”

Ayat ini sebagai validasi bahwa hubungan antara laki-laki dan perempuan adalah saling membantu; kerja sama. Sal Priadi menegaskan bahwa untuk mengusahakan hal-hal yang membuat suasana nyaman dalam rumah tangga membutuhkan kedua belah pihak yang saling menolong. Dalam rumah tangga, keputusan tidak hanya bisa diambil oleh seorang suami, melainkan musyawarah suami dan istri.

Dari salah satu kajian yang pernah penulis dengar, ada salah satu ustadzah yang menyampaikan bahwa, “Tanpa ada kerja sama antara laki-laki dan perempuan, maka tugas kekhilafahan akan terasa berat. Kita harus bersama-sama bergandengan tangan, saling mendukung, membantu, dan menguatkan. Sehingga fungsi atau tugas kekhilafahan benar-benar dapat direalisasikan.”

Manajemen Keluarga dalam Hubungan Suami Istri

Kedua, salah satu bagian part lirik yang sangat membuat penulis kagum adalah bagian ketiga. Tidak hanya romantis, tapi pesan tentang relasi antara suami dan istri sangat ‘deep’ dalam lirik ini.

Urusan perabotan dan wangi-wangian kuserahkan pada seleramu yang lebih maju, tapi tata ruang aku ikut pertimbangkan.

Sal Priadi dalam lirik tersebut mengajarkan tentang manajemen berkeluarga, meletakkan tanggung jawab berdasarkan kemampuan, kapabilitas, kompetensi, bukan berdasarkan gender. Kata ‘seleramu lebih maju’ menjadi alasan laki-laki dalam lagu itu menyerahkan pilihan perabotan pada perempuan. Artinya, dalam meletakkan amanah perlu melihat alasan logis untuk pemilihannya.

Baca Juga  Hanya Umat Terbelakang yang Membelenggu Perempuan

Hal tersebut menyadarkan bahwa peran-peran dalam keluarga tidak seluruhnya kaku sebagai tugas peran ibu, ayah, anak perempuan, anak laki-laki, melainkan ada beberapa peran dan tugas yang dapat dipertukarkan. Peran-peran yang melekat pada perempuan atau laki-laki tidak seharusnya terjebak pada stereotip yang diletakkan pada perbedaan gender.

Jika suami lebih teliti dalam memegang manajemen kebersihan, itu bukan hal yang masalah ketika suami yang bertanggung jawab untuk mengatur soal kebersihan di rumah. Pada intinya, pesan yang akan disampaikan adalah ada beberapa tugas dan peran yang bisa dipertukarkan, sesuai dengan kemampuan dan fleksibelitas keadaan.

Peran Suami Istri Tidak Hanya di dalam Keluarga

Sebagai penutup, Sal Priadi juga mengakhiri lagu miliknya dengan sangat romantis.

Boleh kamu keliling dunia dan temukan banyak tempat-tempat tuk singgah, sementara.

Lirik ini mengajarkan para suami dan istri bahwa kita dalam urusan rumah tangga boleh untuk berperan di ranah publik, berdampak untuk sekitar. Tetapi tetap sejauh apapun kita bertumbuh dan sibuk diluar, pasangan kita adalah tempat pulang ternyaman.

Sebagaimana yang ditulis oleh Lilis Widaningsih dalam artikel berjudul Relasi Gender dalam Keluarga; Nilai-nilai Kesetaraan dalam Memperkuat Fungsi keluarga yang mengutip salah satu sastra filsafat confosius, “Apabila ada cinta dalam perkawinan, akan ada suasana harmoni dalam keluarga. Ketika suasana harmoni tercipta dalam rumah, maka ada kedamaian dalam masyarakat. Apabila ada kedamaian dalam masyarakat, maka akan tercipta kemakmuran dalam negara. Apabila ada kemakmuran dalam negara, maka akan ada kedamaian di seluruh dunia.”

Sebenarnya masih banyak nilai yang bisa ditadabburi dari lagu Kita Usahakan Rumah Itu milik Sal Priadi ini. Kesimpulannya, dalam lagu ini setidaknya ada dua pesan yang bisa kita pelajari; bahwa dalam urusan rumah tangga harus saling kerja sama dan meletakkan amanah sesuai dengan kemampuannya. Urusan domestik tidak hanya melekat pada perempuan, tetapi keduanya memiliki tanggung jawab untuk menciptakan suasana nyaman.

Baca Juga  Kajian Ayat Darah Haid Perempuan Prespektif Tafsir Nusantara

Editor: An-Najmi