Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Pentingnya Istikamah dalam Hijrah Dalam Qs. Hud ayat 112

istikamah dan hijrah
Sumber: https://www.pinterest.com

Rasanya kata hijrah tidak asing lagi bagi para muslimah. Karena perilaku hijrah ini dapat menghantarkan wanita agar menjadi pribadi yang lebih istikamah kepada Allah dan Rasulullah. Hijrah secara bahasa artinya meninggalkan, menjauhkan diri, atau berpindah tempat. Hijrah zaman now yang dihadapi para muslimah lebih diartikan sebagai; perpindahan hidup yang jauh dari Allah menjadi hidup yang lebih dekat dengan Allah yang meliputi berbagai aspek kehidupan.

Fenomena Hijrah

Karena sebagian muslimah milenial masi banyak yang salah dalam melakukan hijrah ini dimulai masih suka menonton siarang langsung yang bukan mahromya. Terkadang dapat kita jumpai mereka juga ikut bergabung dalam siaran langsung tersebut. Bukankah sebaiknya muslimah sejati seharusnya selalu mengupgrade kualitas akhlak yang baik untuk meningkatkan kualitas diri agar selalu berada pada lingkaran fitrahnya.

Lantas bagaimana ketika kaum hawa yang berada di zaman era digital ini memandang pemaknaan kata hijrah yang menisbatkan diri mereka dalam melakukan perubahan meninggalkan sesuatu yang buruk agar menjadi muslimah yang diharapkan Al-Qur’an dan Sunnah hanya di pandang sebagai panjat sosial, istilah ini hanya menggambarkan bahwa bagaimana seseorang akan terlihat unggul di mata masyarakat lainya. Tak heran karena keberadaan media digital sekarang banyak digunakan pada kalangan usia yang berbeda-beda. Pada kenyataanya, hijrah memang tidaklah mudah berbagai rintangan menanti menemani muslimah dalam proses berhijrah tentunya ini hanya bisa di jalani bagi mereka yang memiliki niat karena Allah swt.

Hijrah dalam Al-Qur’an

Muslimah yang terlalu banyak memberikan target perubahan yang sangat tinggi dalam pelaksanaan proses hijrah membuat iman mereka naik turun. Mereka sulit untuk dikondisikan tak heran trend hijrah mulai banyak timbul di tengah-tengah masyarakat. Saat ini dimulai mereka yang aktif mengikuti kajian karena ada seseorang yang dicintai; atau ingin di pandang manusia sebagai seorang yang ahli ibadah. Hingga pada waktu tetentu ketika niat hijrah tidak didasari pada niat yang murni. Sikap istikamah yang tinggi membuat muslimah kembali hijrah lagi menjadi pribadi yang bermalas-malasan dalam beribadah.

Baca Juga  Mencetak Generasi Tangguh: Telaah Surah An-Nisa Ayat 9

Bukankan ketika memulai tekad untuk berhijrah muslimah juga harus beritikamah selama melakukan pelaksanaanya bukahkah Allah telah berfirman didalam Qs. Hud ayat 112

فَٱسْتَقِمْ كَمَآ أُمِرْتَ وَمَن تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْا۟ ۚ إِنَّهُۥ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Artinya: Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

Penafsiran Ayat

Di dalam tafsir kementrian agama RI, kata فَٱسْتَقِمْ  merupakan fi’il amr dari istaqama-yastaqimu-istiqamatan yang artinya tetaplah engkau dijalan yang benar. Menunjukkan arti kesungguhan, maka kata istaqim berarti berdiri tegak (tetap dalam pendirian) kamu secara bersungguh-sungguh. Ungkapan lainnya adalah konsisten dengan sesuatu pekerjaan. Ungkapan Istikamah diperuntukkan pada kepatuhan seseorang secara terus-menerus dalam menempuh hijrah yang benar. Istikamah juga menjadi ungkapan untuk jalan yang lurus karena Allah membalas mereka yang selalu beristikamah dengan menjalankan perintah agama dengan balasan yang berlimpah. (Al-Qur’an dan Tafsirnya, Kementrian Agama RI, 2009)

Sangat beruntung seorang hamba yang berpulang kembali kepada Rabb-Nya dengan keadaan husnul khotimah. Karena ia berpulang dengan membawa bekal iman yang menjadi kebahagiaannya di alam kubur; memperoleh kenikmatan yang di janjikan hingga hari kiamat. Tentu satu-satunya istikamah menjadi landasan dalam meraih hijrah jalan husnul khotimah. Karena dengan bersungguh-sungguh dan niat yang benar dengan selalu menjaga amalan yang mendekatkan diri kepada Allah swt.

Penyunting: Ahmed Zaranggi