Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Konsep Zauj (Pasangan) dalam Al-Qur’an dan Sains

Sumber: istockphoto.com

Tema Zauj akhir-akhir ini menjadi fenomena yang menarik untuk diperbincangkan. Dalam kehidupan sehari-hari, kita mengenal adanya pasang-pasangan. Seperti, Jantan-betina, siang-malam, terang-gelap, panas-dingin, dan lainnya. Kejadian ini seakan bersifat saling melengkapi satu sama lain sehingga terbentuklah suatu keharmonisan di jagat raya ini.

Dalam Al-Qur’an secara jelas disebutkan, seluruh makhluk yang diciptakan Allah SWT mempunyai pasangan. Allah berfirman dalam Qs. Adz-Dzariyat [51]:49

وَمِنْ كُلِّ شَيْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

“Dan segala sesuatu kami ciptakan berpasang-pasangan suapaya kamu mengingat akan kebesaran Allah.”Ayat ini mengemukakan bahwa makhluk yang diciptakan Allah secara berpasang-pasangan tidak hanya manusia, namun juga seluruh jenis makhluk. Tumbuhan juga ada jantan dan betina, hewan pun juga ada jantan maupun betina, bahkan sampai pada kategori benda hidup-benda mati pun.

Dalam dunia pengetahuan atau sains, setiap makhluk yang diciptakan berpasangan seperti yang telah dijelaskan al-Qur’an ini baru terbongkar pada abad ke-19, yaitu ketika seorang Ilmuwan berkewarganegaraan Inggris bernama Paul Dirac dalam penelitiannya berhasil menemukan materi yang tercipta secara berpasangan. Ia menamai penemuannya ini dengan “Parite”, dalam penemuan ini menyebutkan bahwa seluruh benda yang berada pada alam semesta hingga pada partikel terkecil yang tak terlihat oleh kasat mata memiliki pasangannya.

Sesungguhnya telah banyak dalil yang mengamini fenomena ini. Al-Qur’an pun sudah menerangkan secara gamblang teori ini. Allah berfirman dalam Qs.Yasin [36]: 36 “Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa-apa yang mereka tidak ketahui.” Meskipun sudah tertera jelas dalam Al-Qur’an juga bahkan dibuktikan dengan penelitian, namun masih saja ada beberapa pihak yang mempertanyakan, sampai menolak kebenaran teori itu.

Baca Juga  Al-Qur’an Mengangkat Derajat Perempuan

Definisi Lafaz Zauj Dalam Al-Qur’an

Al-Qur’an menyebut tema Zauj dengan 21 bentuk sebanyak 81 kali di dalam 72 ayat yang tersebar pada 43 surat yang berbeda. Beberapa di antaranya menggunakan kata zawajnakaha, zawajnahum,yuzawwijuhum, zuwwijat, zauj, zaujan, zaujaka, zaujuhu, zaujuha, zaujaini, azwaj, azwajan, Al-Azwaj, azwajah, azwajika, azwajukum, azwajuhum, azwajahunna, azwajina. Kata ini digunakan pada masing-masing dua hal yang berdampingan atau bersamaan, contohnya saja (al-Dzakar) dan betina (al-Untha), maskulin (Muzakkar)-feminim (Muannas), laki-laki -perempuan.

Dari segi bahasa, kata Azwaaj (pasang-pasangan) merupakan bentuk jamak (singular) dari kata Zauj (pasangan). Seperti firman Allah:

وَأَنَّهُ خَلَقَ الزَّوْجَيْنِ الذَّكَرَ وَالأنْثَى

Artinya: Dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan laki-laki dan perempuan. (Qs. An-Najm [53]: 45)

Berpasangan bukan hanya perihal konsep laki-laki dan perempuan. Allah telah menciptakan segala sesuatu secara berpasanan baik materi ataupun non-materi. Menurut al-Ashfahani keberpasangan tersebut akibat kesamaan dan juga karena bertolak belakang ataupun dalam bentuk susunan (tarkib). Konsep yang dapat dipengaruhi oleh konsep zauj, antara lain: konsep pernikahan, konsep keanekaragaman, konsep berpasang-pasangan, harmonisasi sosial, dan juga harmonisasi alam.

Konsep Berpasangan Dalam QS. Yasin ayat 36

Allah berfirman dalam surat Yasin [36]: 36

سُبْحَانَ الَّذِي خَلَقَ الْأَزْوَاجَ كُلَّهَا مِمَّا تُنبِتُ الْأَرْضُ وَمِنْ أَنفُسِهِمْ وَمِمَّا لَا يَعْلَمُونَ

Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.”

Terdapat tiga macam pasangan dalam penciptaan seperti yang digambarkan dalam ayat diatas:

  1. Benda-benda yang ditumbuhkan-Nya di bumi yang telah diketahui manusia seperti tumbuh-tumbuhan dan sebagainya. Sebagaimana Firman Allah SWT. Dalam Q.S. Taha [20]:53.
Baca Juga  Martabat Perempuan dalam Perspektif Al-Qur'an

“Yang telah menjadikan bagimu bumi sebagai hamparan dan Yang telah menjadikan bagimu di bumi itu jalan-jalan, dan menurunkan dari langit air hujan. Maka Kami tumbuhkan dengan air hujan itu berjenis-jenis dari tumbuh-tumbuhan yang bermacam-macam.”

  • Pada diri manusia sendiri, yaitu laki-laki dan perempuan. Dari hubungan kedua jenis itu lahirlah keturunan-keturunan mereka. Termasuk juga kategori seperti; cinta-benci, keberanian-ketakutan, baik-buruk, dan lain sebagainya. Sebagaimana firman Allah pada surat Q.S. Fatir [35]:11

“Dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan).

  • Pasangan yang tidak diketahui manusia. Ilmu Allah amat luas dan tidak terhingga, sedangkan yang diketahui manusia hanyalah sebagian kecil saja. Dalam sains modern, setiap partikel memiliki anti-partikel dengan muatan yang berlawanan dan hubungan ketidakpastian mengatakan kepada kita bahwa penciptaan berpasangan dan pemusnahan berpasangan terjadi di dalam vakum di setiap saat, disetiap tempat.

Konsep Berpasangan Dalam Prespektif Sains

Berpasangan merupakan aksi dari satu pihak kemudian disambut dengan reaksi penerimaan dari pihak lainnya, antara yang mempengaruhi dan yang dipengaruhi, atas dasar inilah Law of Sex berjalan.

Dalam Q.S. Yasin ayat 36 benar-benar ditegaskan bahwa semua yang berpasangan memiliki banyak jenisnya, mulai dari makhluk hidup, benda mati atau tak bernyawa, ataupun segala sesuatu yang bahkan tidak kita ketahui. Pasangan yang tidak kita ketahui juga ternyata ada dalam tubuh kita, seperti jumlah dan jenis bakteri baik dan bakteri jahat yang ada dalam usus. Beberapa contoh bakteri baik seperti: lactobacillus, bifidobacterum, dan eubacterium; sedangkan jenis bakteri jahat yaitu: clostridia, salmonella, dan listeria.

Ilmuwan asal Inggris, Paul Dirac pun menyatakan bahwa materi diciptakan secara berpasangan, dengan penemuannya ini beliau dihadiahi Nobel di bidang fisik di tahun 1933 yang disebut “parite”, yaitu bahwa materi berpasangan dengan lawan jenisnya atau disebut anti-materi. Anti-materi mempunyai sifat-sifat berlawanan dengan materi. Misalnya, berbeda dengan materi, elektron anti-materi bermuatan positif, dan protonnya bermuatan negative. Fakta ini dinyatakan dalam sebuah sumber ilmiah sebagaimana berikut:

Baca Juga  Mengenal Pemikiran KH. Husein Muhammad dalam Tafsir Gender

“…setiap partikel memilki anti-partikel dengan muatan yang berlawanan… …dan hubungan ketidakpastian mengatakan kepada kita, bahwa penciptaan berpasangan dan pemusnahan berpasangan terjadi dalam vakum di setiap saat, di setiap tempat.”

Konsep berpasangan ini juga terjadi pada arus listrik, yaitu arus positif dan negative, yang kemudian menimbulkan kekuatan yang dapat membangkitkan tenaga listrik dan menimbulkan cahaya. Tenaga listrik.

Dalam kasus reproduksi tanaman: ada tanaman yang bereproduksi seksual atau aseksual, generative atau vegetative. Contohnya spesies tumbuhan dioecious artinya organ jantan dan bentina ditemukan dalam tumbuhan terpisah. Namun, ada pula spesies monoecious yaitu dimana organ jantan maupun betina ditemukan pada tumbuhan yang sama atau dalam satu tumbuhan

Hikmah dari Konsep Berpasangan dalam Al-Qur’an

Dalam berpasangan keduanya saling berhubungan atau saling melengkapi antara satu dengan yang lain. Selain itu berpasangan menciptakan keseimbangan dengan contoh ada siang-malam, panas-hujan dll. Menurut pandangan sains modern, bahwa inti atom pun berpasangan.

Dengan contoh tersebut bahwa berpasangan ada yang dapat kita lihat atau kita ketahui dan juga kita tidak ketahui, maka dari itu kita bertakwalah kepada Allah SWT yang telah menciptakan semuanya dengan sangat sempurna. “Sesungguhnya orang yang beriman itu ialah orang yang apabila disebutkan Allah akan gementar hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya (ayat-ayat Allah) akan bertambahlah iman mereka, dan kepada Rab (Tuhan) mereka bertawakal”.

Editor: An-Najmi