Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Pengaruh Syukur Terhadap Kesehatan Mental dalam Al-Qur’an

syukur dan kesehatan mental
Sumber: https://mawdoo3.com/

Ajaran tentang kewajiban manusia untuk bersyukur atas nikmat Allah yang telah dilimpahkan kepada kita sebagai hambanya menempati kedudukan yang sangat penting dalam ajaran Islam dan juga untuk menjaga kesehatan mental (mental health). Ucapan kalimat terima kasih juga termasuk jalan bersyukur kepada Allah swt. Dan menghargai diri sendiri. Syukur merupakan salah satu terapi komplementer yang dapat dilakukan perawat dalam mengatasi permasalahan kesehatan mental adalah dengan memberikan terapi spiritual yang berfokus pada pikiran, tubuh, dan jiwa yakni dengan bersyukur. Hal tersebut akan mendorong seseorang untuk menyadari dan mengakui bahwa segala hal yang terjadi di dalam kehidupan adalah rahmat yang didatangkan oleh Allah.

Definisi Syukur secara umum dan dalam Al-Quran

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah syukur diartikan sebagai: (1) rasa terima kasih kepada Allah, dan (2) untunglah (menyatakan lega, senang dan sebagainya). Sedangkan dalam kamus lisanul arab karya Ibnu Manzhur dan kamus Al-muhith karya Fairuz Zabadi maka menghasilkan makna; pengetahuan tentang kebaikan dan menyebarkannya dan juga pujian-pujian yang indah. M. Quraish Shihab dalam buku Wawasan al-Quran juga  menjelaskan bahwa kosa kata “syukur” berasal dari bahasa al-Quran yang tertulis dalam bahasa Arab. Kata syukur adalah bentuk mashdar dari kata kerja syakara—yasykuru—syukran—wa syukuran—wa syukranan.

Kata kerja ini berakar dengan huruf-huruf syin, kaf, dan ra. Secara bahasa, syukur juga berasal dari kata “syakara” yang berarti pujian atas kebaikan dan penuhnya sesuatu. Syukur juga berarti menampakkan sesuatu kepermukaan. Dalam hal ini menampakkan nikmat Allah. Sedangkan menurut istilah syara, syukur adalah pengakuan terhadap nikmat yang dikaruniakan Allah yang disertai dengan kedudukan kepada-Nya dan mempergunakan nikmat tersebut sesuai dengan tuntunan dan kehendak Allah.

Baca Juga  Menjaga Ucapan Kepada Ibu Hamil Perspektif Tafsir

Dalam al-Qur’an kata syukr dengan berbagai derivasinya disebut sebanyak 75 kali. Ayat itu syukur tidak hanya dipakai dalam rangka perbuatan manusia dalam mensyukuri nikmat, tetapi juga dalam rangka mengungkapkan sikap Allah terhadap apa yang dilakukan hamba-Nya. Dalam pengertian bahasa, syukur  berarti membalas dan mengimbangi nikmat dengan pujian dan pengakuan. Syukur manusia kepada Allah dalam istilah syara’ berarti menggunakan nikmat Allah pada hal-hal yang menjadi tujuan diciptakannya nikmat itu oleh Allah (sarf ni’amih fima khuliqat lah).

Kedua pengertian ini tidak mungkin dikaitkan dengan Allah. Karena tidak ada seorangpun yang memberi nikmat atau jasa kepada Allah sehingga layak untuk dia syukuri dengan pengertian syukur seperti tersebut di atas. Dalam kitab mufradat li alfadh al-Qur`an karya al-asfahani kata syukur bisa dartikan dengan konsep syukur dan penjelasan mengenai syukur tersebut,

Kajian lafal Syukur dalam Q. S. Ibrahim ayat 7 Perspektif Tafsir Ruhul Maani

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ                                                                                                                   

Artinya: dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.

Ayat di atas jika ditafsirkan menggunakan tafsir ruhul ma`ani maka akan menghasilkan penafsiran yakni bahwa ketika seorang hamba bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh tuhan kepada mereka. Maka seseorang hamba tersebut melakukan hal-hal yang menunjukkan bahwa mereka itu bersyukur atas nikmat-Nya diantarannya adalah; seseorang itu akan memanfaatkan nikmat itu dengan cara melakukan sesuatu yang menyelamatkan bukan merusak. Mengerjakan atau menghadapi segala sesuatu pekerjaan, baik dalam dunia ibadah, dunia kerja, dll. Dengan penuh keimanan atau keyakinan, keistiqomahan atau sikap konsisten, dan juga keikhlasan di dalamya. Dan yang terakhir adalah ditunjukkan dengan melakukan amal shaleh.

Baca Juga  Angin Ibrah dari Gaza

Kemudian ketika seseorang itu bersyukur maka Allah akan memberi balasan berupa penambahan nikmat. Seperti yang tertera dalam lafal “لَأَزِيدَنَّكُمْ” yang mana penambahan nikmat tersebut nyata adanya, penambahan nikmat tersebut bisa beupa nikmat di dunia seperti harta, dan juga hal lain yang ada di dunia. Juga mugkin saja bisa berupa di dunia dan di akhirat, yang mana hal tersebut bisa berupa imbalan surga.

Korelasi Syukur dengan Kesehatan Mental

Dan jika kalian mengkufuri nikmatnya maka adzab yang diberikan oleh Allah sangatlah pedih. Yang dimaksud dengan kekafiran adalah apa yang berkaitan dengan keyakinan yang menyeleweng dari agama Islam, seolah-olah dikatakan; Dan jika kalian mempersekutukan-Nya. Maka yang akan terjadi pada kamu sekalian adalah kasih Tuhan memastikan bahwa dia (seseorang yang kufur); sering menyatakan janji dan menghadapkan dirinya pada ancaman dan adzab yang sangat pedih.

Dalam artikel ini penulis akan membahas bahwa syukur dan kesehatan mental memiliki titik temu dimana keimanan sebagai indikator penting. Keimanan akan memberikan gambaran nilai positif terhadap kehidupan dan untuk memperkuat serta meningkatkan imunitas jiwa manusia. Iman yang ada dalam hati manusia akann menumbuhkan keridhaan, kebahagiaan, dan ketenangan jiwa. Di sisi lain bersyukur mampu berperan untuk memperkuat sisi spiritualitas sehingga akan memberikan efek positif dalam kesehatan mental. Syukur juga berpengaruh terhadap penurunan emosi negatif seperti stres dan depresi. Mampu meningkatkan kepuasan hidup, kebahagiaan, hubungan sosial, dan menciptakan lingkungan yang positif.

Kesimpulan

Sebagai seorang hamba terutama seorang muslim maka seyogyanya kita mensyukuri terhadap nikmat yang diberikan oleh Allah kepada kita. Karena hal tersebut bisa memicu kehendak Allah dalam penambahan nikmat kepada hambanya. Dan jikalau kita mengkufuri nikmat yang telah diberi Allah kepada kita maka Allah tidak akan segan-segan memberi adzab yang sangat pedih kepada kita. Seseorang yang sering bersyukur juga bisa berdampak baik terhadap kesehatan mentalnya. Dikarenakan rasa syukur itu dapat menurunkan emosi negatif seperti stres, depresi, dan juga mampu menciptakan perasaan yang positif.

Baca Juga  Keragaman Makna "An-Nur" dalam Al-Qur'an