“Dan bukan jalan mereka yang sesat”. (ujung ayat 7) Adapun orang yang sesat ialah orang yang berani-berani saja membuat jalan sendiri di luar yang digariskan Tuhan. Tidak mengenal kebenaran, atau tidak dikenalnya menurut maksudnya yang sebenarnya. Sebagaimana telah kita kenal pada keterangan-keterangan di atas, tentang kepercayaan akan adanya Tuhan, sampai orang-orang Arab mengkhususkan nama Allah buat Tuhan Yang Maha Esa. ...
“Bukan jalan mereka yang dimurkai atasnya.” (Ayat 7) Siapakah yang dimurkai Tuhan? Ialah orang yang telah diberi kepadanya petunjuk, telah diutus kepadanya rasul-rasul, telah diturunkan kepadanya kitab-kitab wahyu, namun dia masih saja memperturutkan hawa nafsunya. Telah ditegur berkali-kali, namun teguran itu, tidak juga diperdulikannya. Dia merasa lebih pintar dari pada Allah, rasul-rasul dicemuhkannya, petunjuk Tuhan diletakkannya ke samping, perdayaan syaitan ...
Kemudian permohonan petunjuk jalan yang lurus itu kita jelaskan lagi: “Jalan orang-orang yang telah Engkau karuniai nikmat atas mereka.” (pangkal ayat 7) Kita telah mendengar berita, bahwa terdahulu dari kita, Tuhan Allah telah pernah mengaruniakan nikmatNya kepada orang-orang yang telah menempuh jalan yang lurus itu, sebab itu maka kita mohon kepada Tuhan agar kepada kita ditunjukkan pula jalan itu. Telah ...
“Tunjukilah kami jalan yang lurus.” (ayat 6). Meminta ditunjuki dan dipimpin supaya tercapai jalan yang lurus. Menurut keterangan setengah ahli tafsir, perlengkapan menuju jalan yang lurus, yang dimohonkan kepada Allah itu ialah, pertama al-lrsyad,artinya agar dianugerahi kecerdikan dan kecerdasan, sehingga dapat membedakan yang salah dengan yang benar. Kedua at-Taufiq, yaitu bersesuaian hendaknya dengan apa yang direncanakan Tuhan. Ketiga al-llham, diberi ...
Israiliyat adalah sebuah kabar atau kisah yang bersumber dari kaum Yahudi dan Nasrani. Penuturan mereka tentang israiliyat merujuk kepada kitab-kitab terdahulu mereka seperti Zabur, Taurat dan Injil. Terkait hal ini, dalam khazanah tafsir al-Qur’an kisah-kisah tersebut kenapa dinamakan al-israiliyat; tidak lain karena penggunaan israiliyat sebagai metode untuk memahami al-Qur’an. (al-Dimyati, ilmu tafsir usuluh wa manahijuh, h. 256.) Israiliyat dalam Tafsir Al-Qur’an ...
“Yang Maha Murah, Yang Maha Penyayang” (ayat 3). Atau bisa juga diartikan Yang Pengasih, lagi Penyayang. Ayat ini menyempumakan maksud dari ayat yang sebelumnya. Jika Allah Maha Pengasih sebagai Robb, sebagai Pemelihara dan Pendidik bagi seluruh alam tidak lain maksud dan isi pendidikan itu, melainkan karena Kasih-sayangNya semata dan karena murahNya belaka, tidaklah dalam memberikan Pemeliharaan dan pendidikan itu menuntut ...
“Segala puji-puiian untuk Allah” (pangkal ayat 2) Hamdan, artinya pujian, sanjungan. Di pangkalnya sekarang diletakkan Al atau Alif-lam, sehingga menjadilah bacaannya Al-hamdu. Al mencakup segala jenis. Dengan sebutan Alhamdu, berartilah bahwa segala macam pujian, sekalian apa juapun macam puji, baik puji besar ataupun puji kecil, atau ucapan terimakasih karena jasa seseorang, kepada siapapun kita memberikan puji, namun pada hakikatnya, tidaklah ...
Ayat 1 : “Dengan nama Allah, Yang Maha Murah, Maha Penyayang” Artinya, aku mulailah pekerjaanku ini, menyiarkan wahyu llahi kepada insan, di atas nama Allah itu sendiri, yang telah memerintahkan daku menyampaikannya. Inilah contoh teladan yang diberikan kepada kita, supaya memulai suatu pekerjaan penting dengan nama Allah. Laksana yang teradat bagi suatu kerajaan bila menurunkan suatu perintah, menjadi kuatlah dia ...
Tafsir At-Tanwir Surat Al-Baqarah Ayat 63-66 وَإِذْ أَخَذْنَا مِيثَٰقَكُمْ وَرَفَعْنَا فَوْقَكُمُ ٱلطُّورَ خُذُوا۟ مَآ ءَاتَيْنَٰكُم بِقُوَّةٍ وَٱذْكُرُوا۟ مَا فِيهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ .63 ثُمَّ تَوَلَّيْتُم مِّنۢ بَعْدِ ذَٰلِكَ ۖ فَلَوْلَا فَضْلُ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُۥ لَكُنتُم مِّنَ ٱلْخَٰسِرِينَ .64 وَلَقَدْ عَلِمْتُمُ ٱلَّذِينَ ٱعْتَدَوْا۟ مِنكُمْ فِى ٱلسَّبْتِ فَقُلْنَا لَهُمْ كُونُوا۟ قِرَدَةً خَٰسِـِٔينَ .65 فَجَعَلْنَٰهَا نَكَٰلًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهَا وَمَا خَلْفَهَا وَمَوْعِظَةً لِّلْمُتَّقِينَ .66 ...
Perkenalan Awal Pertama kali saya mengenal karya tafsir Dawam Rahardjo adalah saat masih semester dua di UIN Jakarta. Saya ingat betul bahwa saat itu saya sedang asyik membaca karya lawas Komaruddin Hidayat. Judulnya “Memahami Bahasa Agama: Sebuah Kajian Hermeneutik”. Pada satu bagian di buku itu, Komaruddin menjelaskan tentang tafsir tematik dan menyebutkan beberapa karya tafsir tematik yang populer di Indonesia. ...




























Kanal Tafsir Mencerahkan
Sebuah media Islam yang mempromosikan tafsir yang progresif dan kontekstual. Hadir sebagai respon atas maraknya tafsir-tafsir keagamaan yang kaku dan konservatif.