Pendahuluan: Kebekuan Pembacaan Al-Qur’an dan Kelahiran Tafsir Perempuan Tafsir Al-Qur’an adalah produk pemahaman manusia atas teks suci. Dalam sejarahnya, mayoritas penafsir berasal dari kalangan laki-laki yang hidup dalam masyarakat patriarkal. Oleh karena itu, banyak ayat yang ditafsirkan dari sudut pandang yang maskulin dan tidak sensitif terhadap realitas perempuan.[1] Tafsir feminis lahir sebagai respons terhadap kecenderungan tersebut. Ia menawarkan pendekatan pembacaan ...



























Kanal Tafsir Mencerahkan
Sebuah media Islam yang mempromosikan tafsir yang progresif dan kontekstual. Hadir sebagai respon atas maraknya tafsir-tafsir keagamaan yang kaku dan konservatif.