“Engkaulah yang kami sembah, don Engkaulah tempat kami memohon pertolongan” (ayat 5). Kalimat iyyaka, kita artikan Engkau lah, atau boleh dilebih dekatkan lagi maknanya dengan menyebut hanya Engkau sajalah yang kami sembah. Di sini terdapat iyyaka dua kali; hanya Engkau sajalah yang kami sembah dan hanya Engkau saja tempat kami memohonkan pertolongan. Kata na’budu kita artikan, kami sembah, dan nasta’inu ...
“Yang Maha Murah, Yang Maha Penyayang” (ayat 3). Atau bisa juga diartikan Yang Pengasih, lagi Penyayang. Ayat ini menyempumakan maksud dari ayat yang sebelumnya. Jika Allah Maha Pengasih sebagai Robb, sebagai Pemelihara dan Pendidik bagi seluruh alam tidak lain maksud dan isi pendidikan itu, melainkan karena Kasih-sayangNya semata dan karena murahNya belaka, tidaklah dalam memberikan Pemeliharaan dan pendidikan itu menuntut ...
“Segala puji-puiian untuk Allah” (pangkal ayat 2) Hamdan, artinya pujian, sanjungan. Di pangkalnya sekarang diletakkan Al atau Alif-lam, sehingga menjadilah bacaannya Al-hamdu. Al mencakup segala jenis. Dengan sebutan Alhamdu, berartilah bahwa segala macam pujian, sekalian apa juapun macam puji, baik puji besar ataupun puji kecil, atau ucapan terimakasih karena jasa seseorang, kepada siapapun kita memberikan puji, namun pada hakikatnya, tidaklah ...
Haji Abdul Malik Karim Amrullah. Begitulah kemudian nama tersebut lebih dikenal sebagai HAMKA. Lahir di Sungai Batang, Sumatera Barat pada 17 Februari 1908. Ia adalah seorang ulama, sastrawan, wartawan, budayawan, politisi, pengajar, dan juga seorang mufassir yang berhasil menerangkan makna al-Qur’an dengan “Tafsir Al-Azhar”-nya. Namun, tak hanya “Al-Azhar” itu yang terkenang dalam kisah panjang hidup HAMKA, setidaknya ada dua lagi ...



























Kanal Tafsir Mencerahkan
Sebuah media Islam yang mempromosikan tafsir yang progresif dan kontekstual. Hadir sebagai respon atas maraknya tafsir-tafsir keagamaan yang kaku dan konservatif.