Perlu kita ketahui bahwa seseorang tidak boleh sembarangan dalam menafsirkan al-Qur’an. Apalagi dengan motif tertentu, seperti kepentingan pribadi, hawa nafsu, apalagi agar tidak dikatakan bodoh. Orang semacam ini dikatakan dalam hadis Nabi Saw. yang diceritakan Ibnu Abbas “barang siapa yang menafsiri Alquran dengan akalnya, maka tempatnya adalah neraka”. (H.R. Tirmidzi). Dua Macam Tafsir Prihal menafsiri Alquran, para ulama membagi dua ...

























Kanal Tafsir Mencerahkan
Sebuah media Islam yang mempromosikan tafsir yang progresif dan kontekstual. Hadir sebagai respon atas maraknya tafsir-tafsir keagamaan yang kaku dan konservatif.