Di era media sosial, standar hidup tak lagi ditentukan oleh kebutuhan, melainkan oleh tren yang viral di layar ponsel. Gaya hidup konsumtif mendorong banyak orang membeli barang yang tidak benar-benar dibutuhkan demi gengsi atau pencitraan. Bahkan, tak jarang orang-orang rela berhutang untuk tampil mewah.[1] Fenomena ini mengikis makna syukur. Masyarakat lebih sibuk mengejar tampilan daripada nilai, merasa kurang daripada cukup. ...
Muhammad Abdul Mannan berpendapat bahwa ilmu ekonomi Islam dapat dikatakan sebagai ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari masalah-masalah ekonomi masyarakat yang diilhami nilai-nilai Islam. Maksudnya adalah bahwa ilmu ekonomi Islam tidak hanya mempelajari individu sosial melainkan juga manusia dengan bakat religius manusia itu sendiri. Hal ini di sebabkan banyaknya kebutuhan dan kurangnya saran, maka timbullah masalah ekonomi Islam. Mannan juga mengatakan ...




























Kanal Tafsir Mencerahkan
Sebuah media Islam yang mempromosikan tafsir yang progresif dan kontekstual. Hadir sebagai respon atas maraknya tafsir-tafsir keagamaan yang kaku dan konservatif.